Legislator Gerindra Sulut Dinilai Salah Gunakan Kewenangan, Aktivis Desak PAW

Kantor DPRD Sulut (Foto Ist)

Kantor DPRD Sulut (Foto Ist)

MANADO – Laporan LSM From Pro Rakyat Anti Politisi Busuk (Forpakantik) Sulawesi Utara (Sulut) terhadap oknum FM yang kini menjabat salah satu ketua Komisi di DPRD Sulut ke Polda Sulut belum lama ini seperti gayung bersambut. Menurut Benyamin Yakobus, SP.Si, aktivis pemuda Sulut sudah saat pengurus partai Gerindar mempertimbangkan posisi FM untuk dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

”Oknum Mewengkang alias FM yang kini menjabat anggota DPRD Sulut dari partai Gerindra diduga kuat terlibat kasus penyalahgunaan kewenangan, sebelum menjadi anggota DPRD. Ini merupakan citra buruk yang akan berdampak pada partai, sehingga kami rakyat mengusulkan untuk segera dipikirkan proses PAW, karena kasus lahan Kawiley sudah menghasilkan beberapa tersangka dan ditahan hingga saat ini,” ujar Yakobus.

Aktivis muda inipun menyebutkan peran oknum FM dalam mencairkan anggaran sebesar Rp 2.750.000.000. Dimana dikatakan Yakobus bahwa awalnya pada tanggal 1 November 2006 pemerintah Provinsi Sulut mengadakan pembelian tanah di Desa Kawiley Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), seluas 100.000 m2, dan mengalami masalah. (Amas)

iklan1
iklan1