Archive for: Februari 2016

Auit: SMA 4 Bitung Sudah Mulai Diminati Siswa

Kepala sekolah SMA 4 Bitung saat ditemuai diruang kerjanya (Foto Suluttoday.com)

Kepala sekolah SMA 4 Bitung saat ditemuai diruang kerjanya (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Sekolah menengah atas negeri 4 Bitung, yang sebelumnya kurang diminati oleh orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Namun saat ini sudah mulai menjadi sekolah yang diminati oleh siswa. Ini diungkapkan oleh kepala sekolah SMA Negeri 4 Bitung Yenie M. Auit ketika ditemui wartawan suluttoday.com diruang kerjanya, pada Senin (1/2/2016).

Menurut Auit, selama 12 tahun sekolah ini tak pernah berkembang namun dengan berbagai upaya dan dukungan semua pihak semuanya bisa terlihat tingkat perkembangannya dari sebelumnya hanya memili siswa 141 siswa dan sekarang siswanya 181 siswa. Artinya minatnya siswa untuk mau memilih sekolah ini sudah mulai tercipta, namun tetap berupaya terus mengembangkan sekolah tersebut.

“Ditahun 2015 SMA Negeri 4 Bitung mendapat penghargaan secara nasional dan ini merupakan kerja keras seluruh guru dan siswa serta dukungan orang tua siswa sehingga mendapatkan penghargaan. Kedepan juga sekolah ini akan melanjutkan pembangunannya lewat pembangunan pagar sekolah, dan mudah-mudahan semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” kata Auit. (Robby).

Forpakantik Sulut Serahkan Berkas Laporan Kasus Korupsi Lahan Kawiley ke Polda Sulut

FORMAKAMTIK ketika menyerahkan berkas kepada Direktur Reskrimsus Kombes Pol Hilman, SIK,SH,MH (Foto Ist)

Forpakantik ketika menyerahkan berkas kepada Direktur Reskrimsus Kombes Pol Hilman, SIK,SH,MH (Foto Ist)

MANADO – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Pro Rakyat Anti Politisi Busuk (Forpakantik) Sulawesi Utara (Sulut) mendesak Polda Sulut untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi lahan kawiley senilai 2,75Miliar yang sudah mempidanakan beberapa pejabat dan terbukti dipengadilan melakukan perbuatan melawan hukum.

Kata Ketua Forpakantik, Pierson Rambing saat ditemui Suluttoday.com, Senin (1/2/2016), bahwa Polda Sulut harus menuntaskan kasus ini yang terbukti merugikan rakyat tersebut. Bagi Rambing, berdasarkan hasil investigasi LSM Forpakantik bahwa masih adalagi oknum yang harus bertanggungjawab dalam hal ini:

‘’Kami memiliki data, masih ada lagi oknum yang harus diadili dalam kasus lahan Kawiley ini. Asisten administrasi ditahun 2006 yakni Drs FM kami melapor ke Polda Sulut dikarenakan oknum tersebut menandatangani kwitansi pencairan 2,75 M yang mengakibatkan kerugian negara. Sebab mekanisme pencairan dari Badan Kekayaan provinsi kebiro keuangan tidak bisa melakukan pencairan dana dikarenakan kepala badan kekayaan provinsi berstatus plt artinya tanggungjawab kewenangan ditarik ke pejabat yang lebih tinggi/harus mengetahui yaitu Asisten administrasi yang membawahi langsung badan kekayaan dan keuangan provinsi sulut tahun 2006,’’ beber Rambing.

Diurainya juga soal kewenangan Asisten administrasi yang sebenarnya bisa membatalkan (tidak menandatangani) pencairan jika diketahui tidak sesuai namun sebaliknya bersangkutan menandatangani sehingga terjadi korupsi.

Pengurus FORMAKAMTIK saat menyerahkan berkas kepada Kasubdit Reskrimsus Gani Sihaan, SIK,MH (Foto Ist)

Pengurus Formakamtik saat menyerahkan berkas kepada Kasubdit Reskrimsus Gani Sihaan, SIK,MH (Foto Ist)

‘’Kami menilai terlapor menyalahgunakan kewenangan dalam jabatannya dan diduga kuat melakukan perbuatan melawan hukum pasal 3 UU Tindak pidana Korupsi tahun 1999 sebagaimana di ubah dengan UU No. 20 tahun 2001 Junto Pasal 55 dan 56 KUHPidana, Maka dari itu Kami selaku penggiat anti korupsi mengharapkan agar asas equality before the law (persamaan dihadapan hukum) dijunjung tinggi agar penilaian masyarakat bahwa pedang pemberantasan korupsi tidak hanya tajam kebawah tumpul keatas tetapi berlaku juga sebaliknya ini karena terlapor sekarang ini memegang jabatan ketua disalasatu Komisi di DPRD Sulut,’’ papar Rambing.

Diakhir wawancara, aktivis yang dikenal vocal ini mengapresiasi pihak Polda Sulut yang berniat baik mengungkap dugaan korupsi di daerah ini. Pierson juga menyampaikan terima kasih atas diterimanya dengan baik Formakamtik oleh Direktur Reskrimsus Polda Sulut, Hilman.

‘’Secara pribadi dan kelembagaan LSM Forpakantik mengapresiasi Direktur Reskrim-sus Polda Sulut Hilman SIK,SH,MH yg kepada kami disaat melaporkan. Kami akan gelar kasus tersebut,” tukas Rambing. (Amas)

iklan1