BKDD Boltim, Belum Bisa Pastikan ASN “Bodong”

Boltim-ASN Bodong-edit

Ade Herli Mokoginta, Kepala Bidang Perencanaan dan Disiplin Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Boltim (Foto: Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tidak menahu adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus tidak jelas atau bodong di daerah ini.

BKDD Boltim, melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Disiplin, Ade Herli Mokoginta menjelaskan, secara nasional itu ada 57.000 ASN yang dinyatakan bodong oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun BKDD belum tahu jika di Boltim ada ASN bodong.

“Kami belum tahu jika dari jumlah yang dinyatakan BKN sudah termasuk ASN yang ada di Boltim. Kami belum bisa memastikan.” Katanya saat dikonfirmasi sejumlah media di ruang kerjanya. Kamis, (28/04/2016).

Dikatakannya, hasil Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil secara Elektronik (e-PUPNS) kemarin, dari jumlah 2050 ASN yang ada di Boltim, hanya 10 yang tidak melakukan pendataan ulang.

“Dari 10 itu ada yang sudah pindah, ada yang meninggal dunia dan ada pula yang pensiun, jadi mereka bukan dikatakan bodong.” Tegasnya.

Selanjutnya kata dia. Yang di katakan bodong itu adalah ASN yang tidak terdaftar di BKN atau yang berstatus fiktif, namun tiap bulannya selalu menerima gaji, tunjangan dan gaji 13.

“Ada yang sudah tidak aktif tapi datanya masih ada dalam database dan belum bisa dijelaska statusnya. Nah seperti ini yang disebut misterius atau bodong.” Tutupnya. (Rahman)

iklan1
iklan1