Archive for: April 2016

Menteri BUMN Rini Soemarno Support Pariwisata Banyuwangi

Menteri Arief Yahya (Foto Ist)

Menteri Arief Yahya (Foto Ist)

JAKARTA – Gerak Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menopang pengembangan pariwisata pun tak berhenti. Setelah menugaskan 12 BUMN memajukan wisata Joglosemar, (28/4/2016), Menteri Rini kembali menugaskan BUMN raksasa untuk ikut membangun pariwisata di Banyuwangi. Untuk urusan ini, Rini menunjuk PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebagai leadernya. Kedua BUMN itu akan memainkan peran sebagai koordinator program “BUMN Mengabdi Untuk Negeri” di Banyuwangi.

Direktur Utama PT Patra Jasa, anak perusahaan Pertamina, Muhammad Haryo Yunianto menyatakan, bahwa program yang dilakukan beberapa BUMN tersebut akan disesuaikan dengan program-program yang telah dicanangkan Pemkab Banyuwangi. “Ada dua hal yang akan dilakukan oleh BUMN. Pertama pengurangan angka kemiskinan. Hal lainnya adalah pembangunan infrastruktur pariwisata,,” terang Haryo, Jumat (29/4/2016).

Untuk pembangunan infrastruktur pariwisata, ada sejumlah kawasan yang sudah mulai dibidik. Taman Nasional misalnya. Kawasan itu, menurut Haryo akan disinergikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tak hanya berupa jalan, tetapi fasilitas penunjang seperti wc portable dan lain sebagainya juga akan dilengkapi. Selain itu, BUMN juga akan menggencarkan promosi pariwisata Banyuwangi.

“Pariwisata Banyuwangi akan dipromosikan di bilboard yang dimiliki BUMN secara bergantian. Misalnya, di Bandara Ngurah Rai Bali,” katanya.

Bupati Banyuwangi mengaku senang dengan komitmen BUMN tadi. Keterlibatan BUMN, menurutnya bisa mengurangi angka kemiskinan Banyuwangi yang saat ini ada di angka 9.29%. Baginya, semangat Indonesia Incorporated yang dibangun merupakan strategi jitu untuk membangun Indonesia.

“Strategi keroyokan yang melibatkan banyak pihak, termasuk BUMN, bisa cepat menangani permasalahan yang ada,” papar Bupati Azwar Anas.

Menpar Arief Yahya mengaku gembira dengan komitmen BUMN untuk mensupport pariwisata di Banyuwangi. Tidak salah, apa yang dilakukan kementerian BUMN itu, karena Banyuwangi memang membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak, untuk percepatan pariwisata.

“Banyuwangi sudah punya modal yang sangat kuat. Punya Atraksi, seperti pantai Plengkung atau G-Line, punya blue fire di Khawah Ijen, punya banyak event internasional, dan masih banyak destinasi lain,” kata Arief Yahya.

Dan yang paling penting, kata Menpar Arief, Banyuwangi punya CEO commitment. Komitmen Bupati yang sangat kuat terhadap pembangunan pariwisata. “Saya kira itu yang paling penting!” jelas Arief Yahya. (**/Amas)

Buka Diklat, Bupati: Prajabatan Memberikan Wawasan, Karakter, Mindset Menjadi ASN

Boltim-adve1-edit

Bupati Boltim Sehan Landjar, SH menyampaikan pidato sekaligus membuka Diklat CPNS Prajabatan Golongan II, Kamis 28/04/2016 bertempat di Aula Lantai III Kantor Pemkab. Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Sebagai syarat utama pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka sebanyak 37 orang Calon PNS Golongan II hari ini Kamis (28/04/2016), resmi mengikuti Diklat Prajabatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan S. Landjar, SH. Bertempat yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltim.

Untuk memperebutkan status CPNS kalian sudah berkompetisi secara ketat diantara ribuan orang melalui ujian/ tes, oleh karena itu dalam mengikuti pelaksanaan diklat prajabatan ini jangan berfikir dan menganggap diklat sekedar formalitas, namun perlu diketahui bahwa substansi dalam pelaksanaan diklat ini adalah untuk membentuk sikap dan perilaku kalian menjadi lebih baik dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Manfaatkan kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan serta bekal dalam rangka menanamkan kedisiplinan yang dapat menunjang kinerja selaku abdi negara dan masyarakat.” Ujar Bupati mengawali sambutannya.

Selanjutnya di katakannya, bahwa PNS sebagai unsur utama sumber daya aparatur negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Oleh karenanya untuk membentuk PNS yang berperilaku baik, memiliki ketaatan dan kepatuhan, bermoral, bermental baik serta profesional salah satunya adalah melalui kegiatan Diklat Prajabatan.

“Ini tidak lepas dari implementasi Visi dan Misi Saya (Bupati) dan Wakil Bupati dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur.” Terangnya.

Lanjut Bupati, menegaskan kepada semua peserta untuk mengikuti Diklat dengan penuh kesungguhan karena nantinya akan memberikan wawasan, membentuk karakter, serta mindset sebagai Aparatur Sipil Negara dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di instansi masing-masing.

“Diklat ini akan memberikan kesempatan kepada kalian untuk berinovasi sehingga nantinya bisa mengimplementasikannya dalam proses penyelenggaraan roda pemerintahan dan pembangunan nanti.” Pungkasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Boltim Darwis Lasabuda menyampaikan, pelaksanaan Prajabatan golongan II berlangsung selama 28 hari.

“Lamanya pelaksanaan 28 hari dan setiap peserta Prajab ini di nilai dari tindakan sampai kedisiplinan.” Kata Darwis.

Harapannya, Darwis meminta kepada 37 peserta CPNS yang ikut prajab, supaya ilmu yang di berikan oleh pemateri agar di serap dengan baik.

“Sebagaimana di sampaikan pak bupati dari 37 prajab calon PNS ini merupakan calon-calon pemimpin birokrat kedepan, maka hari ini adalah kesempatan peserta untuk di dedikasikan kepada masyarakat, jadilah calon PNS yang profesional, benar-benar jadi pelayanan di masyarakat. Nah prajab ini adalah awal mengisi ilmu sebagai dasar untuk menjadi birokrat handal.” Tandasnya.
Tampak hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Boltim Ir. Hi. Muhammad Assagaf, para asisten sekda, perwakilan Badan Diklat Provinsi Sulut, Widyaiswara, Instruktur, serta para pejabat eselon II, III dan IV di lingkup pemkab Boltim. (Rahman)

Catatan Ketua Lesbumi Sulut: NU Mau Dibawa Kemana?

Spanduk Mukerwil (Foto Ist)

Spanduk Mukerwil (Foto Ist)

Berharapap Pada Mukerwil PWNU Sulut Mukerwil NU Sulawesi Utara (30/4/2016) di Manado diharapkan dapat merumuskan berbagai agenda dan program yang produktif dan realistis. Selain itu, keputusan strategis yang berisi serangkaian program dan kebijakan organisasi harus menjadi upaya PWNU Sulut merealisasikannya. Persoalan dasar yang menjadi tuntutan masyarakat saat ini adalah agar NU semakin meningkatkan khidmah dan kiprah dalam kehidupan berbangsa di Sulawesi Utara. Di tengah arus globalisasi yang membawa gelombang liberalisasi, telah melonggarkan seluruh ikatan keluarga, ikatan sosial bahkan ikatan agama. Padahal tanpa ikatan agama, tanpa ikatan keluarga dan tanpa ikatan sosial, maka norma dan moralitas sulit dijalankan. Untuk menjawab realitas tersebut, NU dibutuhkan sebagai pelopor yang mngorbitkan gerakan dibidang moral. Dengan maksud, memberi arah dan memberi spirit dalam menjalankan kehidupan berbangsa di Tanah Toar ini.

Tantangan terberat NU di Sulawesi Utara adalah kembali mengkampanyekan misi perdamaian dan semangat ukhuwah yang menjadi nilai luhur Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamin. Sebab, belakangan, Sulawesi Utara kembali direpotkan dengan konflik-konflik yang mengarah pada perseteruan antar kelompok. Sebut saja peristiwa Basaan, penolakan pembangunan rumah ibadah di Bitung dan tempat lainnya, serta konflik horisontal di Dumoga. Pastinya, keadaan ini akan merusak tatanan kehidupan sosial antar bangsa. Apalagi di tengah kelangkaan kepemimpinan dan keteladanan saat ini, NU diharapkan tampil memeberikan arah dan bimbingan. Sebagai organisasi yang memiliki sikap tawassuth dan tawazun, NU diharapkan selalu menempatkan diri secara proporsional di tengah masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk, karena itu ketika dalam situasi konflik NU selalu menjadi penengah dan penyeimbang, sehingga berhasil menjaga kerukunan bagi semua pihak.

Suka atau tidak, telah terjadi pergeseran nilai kehidupan berbangsa di Sulawesi Utara. Pengalaman hidup berdampingan dengan kelompok lain belakangan sedikit mengkhawatirkan. Kecurigaan, bayangan ketakutan bahkan prasangka-prasangka mulai bergentayangan. Ketika terror bom terjadi di luar sana, penolakan pembangunan gereja oleh kelompok mayoritas, serta sentimen kelompok ditayangkan oleh mereka yang kebetulan beragama Islam, ternyata menjadi bagian dari latar ketidak-simpatisan sebagian non muslim terhadap Islam, khususnya di Sulawesi Utara. Dari sini, NU punya tugas penting untuk mensyiarkan gagasan dakwah multikulturalnya, yang dapat menggugah semua kalangan bahwa Islam merupakan agama yang damai dan mencintai perdamaian. Kendati semua konflik yang terjadi murni kriminalitas, faktanya muslim dengan non muslim yang bertikai.

Sejak awal, NU mengintegrasikan dirinya dengan kekuatan bangsa lain dan bahu-membahu membangun Nusantara, utamanya di Sulawesi Utara. Sehingga, dapat dikatakan bahwa hari depan NU adalah hari depan Sulawesi Utara, demikian juga masa depan Sulawesi Utara adalah masa depan NU. Oleh karena itu, sebagai sebuah penegesan, NU menjadi organisasi yang disegani, sehingga menjadi pertimbangan dalam menetapkan berbagai keputusan sosial, politik, ekonomi, dan kepemerintahan. Tentu saja, ini tugas berat. Apalagi dengan semakin kompleksnya kehidupan masyarakat dewasa ini. Tantangan baru dan tugas baru membutuhkan jawaban baru serta langkah baru.

Mukerwil PWNU Sulut kali ini harus menjadi ajang yang tepat untuk merumuskan semua strategi gerakan kebudayaan sesuai dengan ajaran para wali dan dilanjutkan para ulama NU. Hasil dari forum sakral ini, NU di Sulawesi Utara akan memperlihatkan apa yang disebut oleh Said Agil Siradj, syuhud tsaqafi (penggerak intelektual) dan syuhud hadlori (penggerak peradaban). Semoga hajat penting ini benar-benar menampilkan Islam Ahlusunnah Wal Jamaah yang membawa nilai-nilai moderat, sehingga dapat mengeluarkan keputusan serta agenda kerja berbasis pada spirit yang mengutamakan nilai kejujuran, pengabdian, kesederhanaan, gotong royong, dan kebersamaan. Kita berharap demikian. Semoga…. (***)

 

Catatan: Taufik Bilfagih, Ketua Lesbumi NU Sulut.

Tak Tahan Diancam, Cantik Polisikan Oknum Mahasiswa Unsrat

Oknum mahasiswa Unsrat (Foto Ist)

Oknum mahasiswa Unsrat (Foto Ist)

MANADO – Pencabulan lagi-lagi terjadi di kota Manado, kali ini yang dilakukan oleh seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi manado (Unsrat) berinisial HA alias Eldy (19) warga Kelurahan Teling Atas terhadap seorang gadis yaitu Cantik (18).

Dari keterangan korban di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, cantik mengaku setelah putus hubungan dengan pelaku sering mengancamnya akan menyebarkan video porno yang pernah dibuat saat masih berpacaran, korban sempat menolak, namun karena diancam dan dipukul terpaksa menuruti permintaan pelaku, Jumat (29/04/2016).

Karena sudah tidak tahan dengan ancaman tersebut, korban pun langsung membuat laporan ke Mapoolresta Manado, Tim Paniki (Rimbas) yang dipimpin oleh Iptu John Laluas langsung bergerak dan kemudian menangkap pelaku dirumahnya dan dibawa ke Polresta Manado untuk memintai keterangan.

Saat dilakukan pemeriksaan kepada Mahasiswa semester 6 itu di hadapan Petugas Kepolisian mengakui kalau saat putus sudah sebanyak 20 kali bersetubuh dengan korban di rumahnya dan ditempat lain, dengan alasan karena masih sayang kepada korban.

“Kurang lebih sekitar 20 kali saya lakukan hubungan badan dengan korban,” ujarnya mahasiswa itu.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan korban tersebut. “Laporan sudah diterima dan pelaku telah ditangkap oleh Tim Paniki untuk proses hukum selanjutnya”, kata Marsidi. (Ghopal Umasangaji)

Hebat, Ini Konsep yang Diterapkan Menteri Arief Yahya di Rakornas Kepariwisataan

Menpar Arief Yahya saat bicara (Foto Ist)

Menpar Arief Yahya saat bicara (Foto Ist)

JAKARTA – Solid, Speed, Smart, tiga “S” yang ditetapkan sebagai corporate culture Kementerian Pariwisata terus dipertajam. Tidak lagi menggunakan pendekatan birokrasi yang “kencang-kencangan suara” ataupun “tinggi-tinggian pangkat”. Tetapi meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk merebut sukses kemenangan dalam persaingan global.

“Itulah mengapa narasumber yang bicara di Rakornas Kemenpar ini adlah tokoh-tokoh dari perusahaan internasional. Agar kita out world looking! Melihat posisi kita di peta dunia. Tidak jagoan kandang yang merasa hebat di kampung sendiri,” ucap Menpar Arief Yahya saat menutup Rakornas di JCC Senayan, Jakarta, 29 April 2016.

Baik Baidu, Ogilvy, atau –rakor sebelumnya, TripAdvisor–, semua adalah korporasi yang punya reputasi internasional. “Mereka punya big names, mereka punya reputasi dunia, dan bicara dengan data. Saya ingin nanti terus dievaluasi, dan selalu menggunakan angka-angka. Bagaimana impact di destinasi? Bagaimana dampak di originasi?” jelas Menpar Arief Yahya.

Dia mengingatkan, kepada peserta Rakornas yang terdiri dari Eselon 1-2-3-4, Kadisparprov, asosiasi dan industri pariwisata, agar mereka senantiasa mengalokasikan waktu berdasarkan prioritas. “Utamakan yang utama!” tegasnya, yang selalu mengingatkan soal WIN-Way, Wonderful Indonesia Way, yang meliputi 3S di atas.

Arief mengibaratkan WIN-Way itu semacam IBM-Way, GE-Way, Telkom-Way, sebuah budaya kerja untuk memenangman persaingan. Yang dimaksudkan dengan Solid, adalah kompak, bersatu untuk Indonesia, atau Indonesia Incorporated. Siapa yang harus bersatu? “Akademition, Business, Goverment, Community, dan Media. Saya sering menyebut dengan istilah segi lima Pentahelix.

Kelimanya harus bersama-sama menjadi subjek,” ungkap Arief Yahya. Speed yang dimaksud adalah kecepatan, atau dalam implementasinya lebih ke arah deregulasi. Aturan apa saja yang menghambat, menjerat dan membuat tidak bisa berlari cepat? “Tolong dalam perjalanan nanti, kalau masih ada aturan yang membuat lelet, segera disesuaikan. Bahasa jelasnya: direvisi!” kata pria asli Banyuwangi, Jatim ini.

Lalu apa yang dimaksud dengan Smart? Cara terbaik untuk membuat korporasinya hebat, berani diadu, bisa bersaing, adalah benchmark. Bandingkan dengan hal serupa di tempat lain, di negara lain. Bandingkan dengan para juara, di mana posisi kita? Perbaikilah dari situ, untuk menjadi jawara.

“Jawaban terhadap kita, adalah Go Digital! Dengan digital, kita bisa kalahkan semua, termasuk Malaysia dan Thailand,” kata Arief.

Mengapa digital bisa menjadi senjata pamungkas? “Semakin digital, semakin personal! Semakin digital semakin profesional. Semakin digital semakin global. Hanya digital yang kita akan punya marketing intelijen yang kuat, dan tentu punya daya serang yang langsung ke smart phone semua orang,” ungkap dia.

Satu hal yang juga diingatkan Menpar Arief Yahya adalah program nyata. Berapa sumbangannya terhadap capaian? Kapan selesai? Siapa yang bertanggung jawab? “Semua harus jelas, terukur dan lari lebih kencang!” ungkapnya.(**/Amas)

iklan1