Archive for: Juni 2016

Steven Peserta PIM IV Paparkan Konsep ke Kabag Humas

Steven Runtuwene paparkan konsep ketika menjadi Kabag Humas (Foto Ist)

Steven Runtuwene paparkan konsep ketika menjadi Kabag Humas (Foto Ist)

MANADO – Seluruh peserta Diklat PIM IV pemerintah Kota (Pemkot) Manado Pola Kemitraan Badan Diklat Propinsi Sulut, terhitung mulai Kamis (30/6/2-16) tadi melakukan aksi turun lapangan dengan menemui mentor atau Pimpinan Kepala SKPD masing-masing, sekaligus melakukan pemaparan di unit kerja masing-masing.

Tampak seperti yang dilakukan Kasubag Protokol Pemkot Manado Steven Runtuwene S.Sos, di sela-sela kesibukannya mengawal semua agenda kerja Pimpinan yakni Walikota dan Wakil Walikota Manado. Sekretaris Pengurus Angkatan PIM IV tahun 2016 ni, mampu menjabarkan semua Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seperti yang diamanatkan Badan Diklat dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Lembaga Administrasi Negara (LAN-RI).

Steven Runtuwene saat memaparkan materi kepada Kabag Humas (Foto Ist)

Steven Runtuwene saat memaparkan konsep pengembangan program Humas kepada Kabag (Foto Ist)

“Ini merupakan agenda tugas lapangan kami peserta Diklat PIM IV, saat datang ke kantor atau instansi masing-masing. Harus mampu melakukan perubahan, baik sikap, perilaku, etika berpakaian hingga sampai pola perubahan kerja, karena nantinya kita peserta akan dihadapkan dengan Proyek Perubahan yang akan menentukan lulus tidaknya para peserta itu nantinya,” ujar Runtuwene tegas.

Ditambahkan Runtuwene yang juga pengurus Satgas Gempita serba bisa ini, usai mengikuti Diklat PIM IV Pemkot Manado bulan Oktober nanti. Para peserta ASN terbaik tersebut, dituntut untuk bisa melakukan perubahan yakni mempunyai inovasi kerja baru dan Integritas yang handal agar bisa ditiru para rekan-rekan Pegawai lainnya. (*/Amas)

KNPI Sulut dan Badko HMI SulutGo Gelar Bukber Sekaligus Dialog Pemuda

Jackson Kumaat memberikan tanggapan dalam Dialog (Foto Suluttoday.com)

Jackson Kumaat memberikan tanggapan dalam Dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Mempererat hubungan antar pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut), pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Utara-Gorontalo (SulutGo), bersama seluruh OKP yang berada dibawa naungan KNPI Sulut, maka Jackson Kumaat, SE,SH selaku Ketua Umum DPD KNPI Sulut menggelar Buka Puasa Bersama (Bukber) sekaligus Dialog Pemuda yang sukses dilaksanakan, Rabu (29/6/2016) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat KNPI Sulut, kawasan KONI Sario Kota Manado ini menghadirkan Reiner Omyet Ointoe, budayawan Sulut selaku Narasumber. Dalam pemaparannya Reiner mengakui bahwa pentingnya KNPI terus mewujudkan program-program yang progresif dan substantif, yang bertujuan mengembangkan potensi pemuda Sulut.

”Pentingnya Dialog Pemuda semacam ini dilakukan, agar rotasi kepengurusan atau tahapan kaderisasi pemuda di Sulut benar-benar berjalan dengan baik, melahirkan kualitas unggulan. Saya mengapresiasi, Ketua KNPI Sulut kali ini yakni Bung Jacko memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan, dan kemandirian pemuda Sulut dalam bekerja, mari kita terus gelendingkan tradisi positif melalui kompetisi gagasan seperti ini,” ujar Reiner.

Lanjut disampaikannya soal relasi tema ”Spiritualitas Kepemudaan di Alaf Kedangkalan Ipoleksosbud” yang didiskusikan tersebut dengan perkembangan KNPI Sulut saat ini, dan proyeksinya kedepan. Bagi Reiner ada dua hal penting yang terkandung di dalam inti tema yang dibahas tersebut, yakni tentang cinta dan kepeloporan pemuda.

”Tema ini cukup universal bila dielaborasi, namun bagi saya esensi tema adalah membicarakan soal yang disampaikan juga Bung Jacko dan Bung Heard Runtuwene tadi, yaitu spiritualitas kepemudaan menyinggung tentang jalan cinta dan kepeloporan, ini poin pentingnya. Tentu, menyangkut dengan target kedepan KNPI melakukan gerakan 1.000 buku, baik menerbitkan buku, atau membaca 1.000 buku, patut didorong,” ucap Reiner.

Foto bersama Jackson Kumaat, narasumber, Ketua Badko HMI dan pengurus KNPI Sulut (Foto Suluttoday.com)

Foto bersama Jackson Kumaat, narasumber, Ketua Badko HMI dan pengurus KNPI Sulut (Foto Suluttoday.com)

Ditempat yang sama, Jackson Kumaat dalam sambutannya menyampaikan tentang giat yang dilakukan KNPI Sulut yang dilaksanakan ini akan terus ditindaklanjuti. Jacko sapaan akrab Kumaat berharap kiranya Dialog Kepemudaan dan Bukber ini melahirkan dampak positif bagi pemuda di Sulut.

”Terima kasih atas kehadiran dan partisipasi teman-teman pengurus KNPI, sekaligus Badko HMI SulutGo yang berhasil menggelar kegiatan ini, mari kita lahirkan dinamika dialog yang benar-benar berbobot. Kiranya Dialog Pemuda dan Buka Puasa Bersama ini menguatkan silaturahmi kita kedepannya, patut kita pelihara hal-hal positif yang telah diletakkan para senior KNPI Sulut sebelumnya. Terima kasih juga saya sampaikan kepada senior Bung Reiner Ointoe yang berkenan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, kami berharap para junior-junior saat ini bisa dibimbing,” papar Jacko menutup.

Dialog ini dipandu langsung Haz Algebra, Ketua Umum Badko HMI SulutGo, dan yang ikut memberikan partisipasi menyampaikan pendapat diantaranya, Heard Runtuwene, Jackson Kumaat, Maichel Singkoh. Hadir dalam kegiatan ini, Iswadi Amali, Sekretaris KNPI Sulut, Stevi Suawa, Waka KNPI Sulut, Syarif ‘Aif’ Daera, pengurus OKP, Awaludin Pangkey, Noho Poiyo, Moning Mamengko, Rolandy Thalib, Pra, Djoko Sutrisno, Alwan Rikun, dan sejumlah pengurus KNPI Sulut lainnya. (Amas)

Rocky Figur Muda, Calon Kuat Hukum Tua Desa Ranotongkor

Rocky Leonard Kotulus (Foto Ist)

Rocky Leonard Kotulus (Foto Ist)

MANADO – Kiprah seorang Rocky Leonard Kotulus yang kini digadang-gadang masyarakat sebagai calon Hukum Tua Desa Ranotongkor Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa periode 2016-2022, memang tak perlu diragukan lagi dalam aspek manajemen kepemimpinan.

Tokoh muda sarat pengalaman dan cukup tau banyak soal birokrasi Desa ternyata memiliki gagasan positif untuk pembangunan Desanya, saat ditemui wartawan, Kamis (30/6/2016) Kiky sapaan akrab Rocky menyampaikan hal penting yang akan dilakukannya kedepan demi kemajuan Desa Ranotongkor.

”Membangun Desa itu kembali pada panggilan nurani, bagaimana kita ikhlas dan tulus melakukan pengabdian, merasa terpanggil untuk membangun Desa. Tekad inilah yang membuat saya merasa perlu memberikan kontribusi membangun Desa, kalau bukan kita siapa lagi. Niat saya kedepan bila dipercaya masyarakat menjadi Hukum Tua, maka akan berusaha maksimal membangun Desa Ranotongkor dengan strategi pelibatan masyarakat dari semua komponen, dan konsep pemberdayaan pembangunan tentunya,” ujar Kiky.

Pria yang sekarang menjabat Sekdes di Ranotongkor dan penah jadi penjabat Hukum Hua di Desa yang sama ini menilai semua proses Demokrasi ditentukan masyarakat sehingga penting masyarakat secara jernih dan sadar menentukan pemimpinnya. Kiky memiliki gagasan sentral yakni mengusung ”Pembangunan Desa modern yang berbasis pertanian dan kebudayaan”. (Amas)

Menteri PUPR Pantau Langsung Penanganan Banjir

Menteri PU saat memantau langsung kondisi dilapangan (Foto Ist)

Menteri PU saat memantau langsung kondisi dilapangan (Foto Ist)

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, memantau penanganan banjir rob yang menggenangi kawasan Pantura Terboyo di Desa Trimulyo, Genuk, Sringin Baru, Semarang.

Pemantauan ini dilakukan untuk persiapan arus mudik Lebaran. Basuki mengatakan, prioritas dalam penanganan banjir rob di Semarang adalah dengan langkah membuat tanggul di mulut sungai.

“Ribuan tanggul karung dipasang di pinggir sungai sepanjang Pantura Terboyo. Selain itu, pompa-pompa juga diaktifkan dengan pengawasan petugas,” kata Basuki, dalam keterangan tertulisnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 30 Juni 2016.

Basuki menuturkan, penanganan banjir rob hingga hari ini masih dikerjakan, melalui penyediaan 17 pompa portable dari Kementerian PUPR yang diletakkan di beberapa titik. Selain itu, ada 14 pompa kecil yang disewa Pemkot Semarang untuk menyedot air di perkampungan sekitarnya.

Sebagai informasi, banjir rob di Semarang diperkirakan akan memuncak pada 6 Juli 2016, atau saat Lebaran tiba. Hal ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang.

Dalam kunjungannya, Menteri Basuki didampingi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Direktur Sungai Pantai Ditjen Sumber Daya Air, Hari Suprayogi, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol, Herry Trisaputra Zuna, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pamali-Juana, Ni Made Sumiarsih. (*/Rahmat)

Hindari Daerah Rawan Longsor, Ini Anjuran BNPB

Tanah longsor, ilustrasi (Foto Ist)

Tanah longsor, ilustrasi (Foto Ist)

JAKARTA – Khusus masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman, diharapkan berhati-hati dengan potensi longsor dan banjir di sejumlah titik jalur mudik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi tingginya potensi banjir dan longsor sejalan dengan tingginya curah hujan hingga tiga bulan ke depan.

“Prediksi curah hujan menengah hingga tinggi bulan Juli di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di gedung BNPB, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

BNPB memprediksi, pada 5 Juli 2016 atau H-1 Lebaran, berpotensi hujan lebat di Mentawai, Bengkulu, Maluku , dan Laut Banda. Sementara di wilayah Lampung, Jawa, Bali, sebagian Kalimantan, dan Papua berpotensi hujan dengan intensitas rendah dan sedang. Sementara hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jawa Tengah.

“Curah hujan tinggi, tingkat serapan tanah air hujan relatif penuh. Sehingga jika hujan lebat bisa menimbulkan banjir,” ujar Sutopo.

Potensi banjir cukup merata di pulau Jawa. Terutama di jalur Pantura, Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah bagian utara dan selatan serta di beberapa lokasi di Jawa Timur. Sutopo mengingatkan pemudik yang menggunakan jalur darat, mewaspadai potensi longsor di beberapa wilayah rawan.

“Ancaman longsor sangat tinggi. Tidak hanya bagi para pemudik di jalan, tapi juga masyarakat yang sudah berada di kampung halaman yang berada di daerah rawan longsor,” tegasnya saat dilansir Merdeka.com.

Beberapa wilayah masuk kategori rawan longsor di Jawa Barat meliputi Bogor, Sukabumi, Cianjur, Majalengka, Bandung. Sementara potensi longsor di daerah Jawa Tengah meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Purworejo, Purwokerto, dan Karanganyar. Di Jawa Timur yakni Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, dan Malang.

“Waspada terjadi longsor di jalur Nagreg, dan juga Ambarawa. Di Pacitan ada jalur dengan tebing yang sangat curam sekali, potensi longsor bukan hanya tanah tapi juga batu-batu besar,” kata Sutopo. (*/Ghopal)

iklan1