Archive for: Juli 2016

Sumendap Dapat Manggala Karya Kencana dari Jokowi

James Sumendap (Foto Ist)

James Sumendap (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXIII pada hari ini Sabtu (30/7) dilaksanakan di Alun Alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi), dan Bupati James Sumendap turut menghadiri acara puncak tersebut.

Dalam acara peringatan Harganas, Bupati James Sumendap mendapatkan medali penghargaan Manggala Karya Kencana dari Pemerintah Pusat.

Sumendap yang diagap mampu kendalikan jumlah penduduk di Mitra, dan telah menyukseskan program Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Pembangunan Keluarga Sejahtera maka Bupati James Sumendap mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.

Bupati yang juga Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Sulut, disambut Gubernur NTT Frans Lebu Raya, yang juga merupakan Ketua PA GMNI NTT.

Selain melaakukan kunungan kerja berkaitan dengan Hargana, sumendap juga berhasil menjajaki beberapa peluang usaha dengan salah satu pengusaha nasional yang juga anggota DPR-RI Herman Herry untuk melakukan infestasi di daerah kabupaten Mitra. (jemmy k)

Tou Mitra sambut Sumedap di NTT dengan Lakukan Malam Baku Dapa

Bupati James Sumendap berdilag dengan Tou Mitra di Kupang (Foto Ist)

Bupati James Sumendap berdilag dengan Tou Mitra di Kupang (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Perjalanan di NTT Luar biasa ketika mendapat lencana ada juga yang tidak terlewatkan ketika malamnya baku dapa yang digagas warga mitra yang ada diNTT.

Fanny Mandolang warga mitra yang sudah. 20-an tahun tingga di Kupang dimalam. Baku dapa menuturkan. “Bupati James Sumendap benar-benar mampu menyulap daerah kita dengan pembangunan nyata, walaupun kami hanya melihatnya melalui medya sosial atau berita-berita on line tapi rasanya kami sudah oulang kampung,” ujar Aning panggilan akrab Fanny Mandolang.

Dalam pertemuan dimalam baku dapa dengan warga Mitra di NTT di kupang Sumendap juga berharap partisipasi dan peran serta warga mitra di NTT baik buyah pikiran maupun turut mempromosikan keberhasilan pembangunan dan daerah wisata yang ada di Mitra, harap Sumendap. (Jemmy k)

Pesta Pengucapan Syukur di Mitra Macet Total

Ilustrasi, kemacetan saat pengucapan di Mitra (Foto Ist)

Ilustrasi, kemacetan saat pengucapan di Mitra (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Kerinduan Bupati minahasa tenggara (Msitra) James sumendap,SH agar warga luar Mitra lebih mengenal daerah diujung tenggara tanah minahasa berhasil sudah.

Pesta pengucapan syukur serentak di Mitra berhasil mengundang warga luar daerah sehingga minggu 31 juli seluruh jalanan mitra macet total dari pukul 13.00 wita hingga 20.00 wita.persiapan wargapun spektakuler ada desa yang menyiapkan nasi jahe= nasi jah yang dimasak semalaman sepanjang jalan Desa Mundung kecamatan Tombatu timur dan dibagi kepada pengunjung waga luar mitra dengan gratis.

Pengucapan serentak juga berhasil membuat warga luar mitra melihat keberhasilan pembangunan jalan utama dan jalan desa yang semuanya telah mulus, seperti yang diungkapkan Dani Sompi warga minut yang berkunjung dimitra baru untuk kedua kalinya sejak tahun 2010 lalu,

“Luar biasa pembangunan mitra dulu orang enggan datang dimitra karena jalan utama sulit dilalui, tapi saat ini semuanya telah diHotmix dan lebar jalannya memadai,” ujar Donny.

Hal yang sama diungkapkan Ratna Abjul warga bitung, “pembangunan mitra cepat berkebang dan pasti karena pemimpinnya yang mampu menata sehingga mitra mampu bangkit dan dikenal daerah luar,” tutur Ratna.

Pantauan Suluttoday.com, tak satu desapun lolos dari kemacetan dan baru kali ini pengucapan mitra hebat. (Jemmy k)

WAH, Masuk Fakultas Kedokteran Unsrat Wajib Setor 140 Juta?

Kantor Rektorat Unsrat Manado

Kantor Rektorat Unsrat Manado

MANADO – Praktek yang tidak seharusnya dilakukan dilingkungan akademis, karena selain mencoreng reputasi institusi pendidikan juga membawa dampak buruk terhadap proses pembelajaran. Pasalnya, di kampu Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ada seorang oknum Pegawai Negeri Sipil di Universitas Sam Ratulangi berinisial AM alias Nita (40an) melakukan hal yang bisa dibilang tidak terpuji.

Dimana Nita yang adalah warga Kecamatan Mapanget diduga melakukan penipuan kepada salah satu calon mahasiswa untuk lolos dalam seleksi menjadi mahasiswa di Unsrat. Berdasarkan informasi yang didapatkan di SPKT Polresta Manado.

Korban bernama Jeffry Lengkong dalam laporannya mengaku telah ditipu oleh oknum PNS tersebut untuk meloloskan anaknya menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Gigi dengan membayar uang senilai Rp. 140 juta.

Namun kemudian, setelah aktivitas perkuliahan di Universitas Sam Ratulangi sudah dimulai, anak korban tidak pernah terdaftar sebagai mahasiswa di Fakultas tersebut. Tidak terima dengan hal itu, korban akhirnya memilih melaporkan oknum PNS di Unsrat itu ke Polresta Manado.

Ketika dikonfirmasi, Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan tersebut. ”Laporan telah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti,” kata Marsidi. (*/Redaksi)

Spektakuler Festival Internasional Erau 2016 di Kutai Bagai Magnet

Pesona Festival Internasional Erau 2016 (Foto Ist)

Pesona Festival Internasional Erau 2016 (Foto Ist)

KUTAI – Kota Tenggarong di Kutai, Kalimantan Timur punya perhelatan festival budaya yang cukup memikat wisatawan. Namanya Festival Internasional Erau 2016, pesta budaya akbar adat Kutai yang dihelat setiap tahun. Tahun ini, salah satu festival di bekas kerajaan tertua di Indonesia itu akan digelar 20-28 Agustus 2016.

Pesta Budaya Erau ini merupakan kolaborasi yang harmonis antara tradisi yang masih terjaga dengan baik dan atmosfer kekinian yang dinamis. Perpaduan budaya Nusantara serta budaya mancanegara, bisa ditangkap dari sini. Karenanya, festival ini memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dari Nusantara, ada kebudayaan Kutai Kartanegara, Sleman, Gunung Kidul, dan Kabupaten Bandung yang siap disuguhkan. Sementara dari mancanegara, ada Amerika Serikat, Lithuania, Estonia, Bulgaria, Kanada, Polandia, Rumania, Rusia, dan Taiwan, yang siap mempertontonkan kekayaan budaya di negaranya masing-masing. “Masing-masing negara tersebut akan mengirimkan satu grup kesenian, kecuali Taiwan yang pada tahun ini mendelegasikan dua grup keseniannya,” ujar Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara, yang didampingi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni, Sabtu (30/7/2016).

Negara-negara yang turut memeriahkan Pesta Adat Erau itu merupakan negara-negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art (CIOFF). Rita menambahkan, seluruh kontingen atau tim kesenian dari Sembilan negara tersebut totalnya berjumlah 259 orang. Dan semuanya, sudah menyatakan siap memeriahkan Erau di Kukar. “Harapan kami, lewat Festival ini, Kukar maupun Tenggarong khususnya bisa lebih terkenal sebagai tujuan wisata, dan menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya nasional,” harapnya.

Untuk tahun ini, Rita menjanjikan acara yang lebih heboh lagi. Dari mulai Kirab Budaya Internasional lengkap dengan kostum tradisional masing-masing negara, bakal siap dipertontonkan. Ada juga sajian ritual seru dan unik yang digelar selama festival Erau. Belum lagi acara Beseprah, yakni jamuan makan bersama untuk rakyat yang hadir.

”Biar lebih seru lagi, acara ini ditutup dengan perayaan Belimbur, yakni ritual di mana seluruh warga, termasuk para pengunjung saling siram menggunakan air sungai Mahakam. Seru kan?” beber Rita.

Gong-nya, ada di puncak acara Festival Erau. Di acara pamungkas itu, akan ada tradisi Mengulur Naga. Di sini, rombongan utusan Keraton Kutai akan mengarak sepasang replika naga menggunakan perahu. Replika naga ini kemudian dilepaskan di Kutai Lama, yang dianggap sebagai tempat asal legenda naga tersebut. Saat dilepas, masyarakat pun akan berlomba untuk mendapatkan bagian sisik naga.

Lantas kenapa sih diperbutkan? “Karena masyarakat setempat percaya kalau sisik naga ini dapat mewujudkan harapan orang yang memilikinya. Coba deh datang dan rasakan keseruannya. Dijamin nggak rugi,” ajak Rita.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi rencana Festival Internasional Erau 2016, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu. Kaltim itu sudah punya pengalaman menjadi daerah pertambangan, sehingga kawasannya dieksplorasi habis untuk oil and gas (minyak dan gas bumi) dan coal (batu bara). “Sekarang alamnya banyak yang rusak, karena itu menjadikan bekas galian tambang itu sebagai destinasi alam, mungkin itu proses recovery yang bagus buat lingkungan dan Pariwisata,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menurut dia, dalam Sustainable Tourism Development, (STD) itu prinsipnya sama. Mau di darat, di laut, di gunung atau di hutan. “Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Karena itu, yang masih asri harus dijaga, yang setengan rusak mulai direvitalisasi, dan yang sudah rusak direstorasi,” ungkap Mantan Dirut PT Telkom ini. Arief Yahya menegaskan kembali, cara yang paling cerdas membangun daerah adalah menetapkan portofolio pada business level strategy yang tepat. Industri yang berbasis pada oil and gas, coal dan CPO sudah semakin menyusut dari waktu ke waktu, baik size, spread maupun sustainable (growth)-nya. “Yang terus berkembang naik adalah Pariwisata. Ketiga-tiganya naik, size, spread dan sustainable!” ungkap Arief Yahya.(*/Ikhy)

iklan1