Archive for: September 2016

TOGA Mitra, Masuk Penilaian Kemenkes

Tim penilai TOGA Kemenkes saat bertukar cendramata dengan sekda mitra Ir Farry Lewe (Foto Ist)

Tim penilai TOGA Kemenkes saat bertukar cendramata dengan sekda mitra Ir Farry Lewe (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Kabupaten Minahasa Tenggara dalam finalis penilaian dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).‬

“Kita sudah berhasil masuk dalam tiga besar dalam penilaian dari Kemenkes. Sekarang penilaiannya untuk penentuan juara satu dalam penilaian ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rinny Tamuntuan di Ratahan, Kamis (29/9/2016).

Ditambahkan dr. Rinny Minahasa Tenggara mewakili Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk penilaian tersebut.‬ “Ini merupakan kebanggaan karena pemanfaatan TOGA di Minahasa Tenggara telah berjalan dengan baik, khususnya di Desa Tolombukan,” ujarnya.‬

Dia mengungkapkan tim penilai gabungan tersebut berasal dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes, Kemendagri, serta Pusat Informasi Kesehatan.‬

Sementara itu tim penilai yang dipimpin Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Meinarwati, yang diterima langsung oleh Sekda Farry Liwe.‬ “Ini tentunya merupakan prestasi yang membanggakan, apalagi dengan kebijakan pemerintah daerah saat ini yang lebih memberdayakan peran masyarakat termasuk dalam pengembangan obat tradisional bagi keluarga,” ujarnya.(Jemmy k)

PMR SMA 7 Manado Laksanakan Penerimaan Anggota Baru

Berlangsungnya acara pembukaan orientasi penerimaan anggota baru PMR SMA Negeri 7 Manado (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya acara pembukaan orientasi penerimaan anggota baru PMR SMA Negeri 7 Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kamis (29/9/2016) bertempat di SMA N 7 Manado, Palang Merah Remaja (PMR) melaksanakan penerimaan anggota baru PMR. Kambali SMA Negeri 7 Manado melakukan kegiatan orientasi kepalangmerahan kepada siswa-siswi calon anggota baru PMR, kegiatan yang di rencanakan selama 2 hari yakni Jumat-Sabtu 30 September – 1 Oktober 2016) akan dilaksanan di Sekolah SMA 7 Jln. Tololiu supit Teling Tingkulu.

Kegiatan di awali pembukaan pada Kamis (29/9/2016) dibuka secara resmi oleh pimpinan sekolah dalam hal ini wakil kepala Sekolah Humas, dalam sambutan mengatakan berbangga kepada siswa yang sudah memilih exkul PMR, exkul ini adalah exkul sosial kemanusiaan yang mengajarkan siswa peduli terhadap sesama, siswa PMR harus lebih kuat dari siswa lain, karena PMRlah yang akan membantu siswa-siswa yang membutuhkan.

PMI Kota Manado yang di wakil oleh Gelendy Lumingkewas,SH MH dalam sambutan menyampaikan apresisi yang tinggi kepada pihak sekolah yang masih terus eksis membina siswa – siswinya dalam kegiatan exkul PMR, permintaan maaf dari Pengurus PMI kota Manado k Prof. DR. J.P.A Lumentut – Runtuwene,MS (ketua) dan Pengurus yang lain, tidak bisa bersama-siswa Calon PMR SMA 7 Manado, harapan pengurus PMI kota Manado lewat kegiatan ini akan menciptakan kader – kader pemimpin masa depan kota Manado yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.

”Kami memberi apresiasi pada pihak sekolah yang mendukung penuh segala program dari PMR SMA Negeri 7 Manado. Termasuk didalamnya penerimaan anggota baru kali ini, kegiatan orientasi wajib di laksanakan sebagai pemenuhan seorang siswa bisa menjadi anggota PMR, hal ini sesuai Manajemen PMR dan kurikulim PMR Wira. Memang orientasi juga bisa dilakukan di luar sekolah. PMI Kota Manado merupakan barometer perkembangan pembinaan PMR di Sulawesi Utara,” ujar Lumingkewas.

Lanjut dipaparkannya bahwa penerimaan anggota baru PMI ini akan mulai dengan materi sejarah terbentuknya Palang merah, dan dilanjutkan dengan materi Lambang Palang merah dan 7 Prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit merah internasional materi akan di bawakan oleh pelatih PMI Kota Manado Mahmud Paputungan dan Team KSR PMI Kota Manado lainnya.

Lumingkewas berharap setelah kegiatan ini, akan semakin banyak siswa SMA negeri 7 Manado yang memiliki kepedulian kepada sesama ujar lumingkewas. Pembina PMR SMA N 7 Manado Dra Sarje Gosal M.Pd mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan sekolah kepala sekolah dan wakil kepala sekolah Kehumasan sudah membuka kegiatan, juga kepada kaka PMI Kota Manado, selain itu ucapan terima kasih kepada panitia, kegiatan masih akan dilanjutkan sampai tanggal 1, semoga semua bisa menjalankan dengan baik sampai selesainya. (*/Amas)

TNI, PRD dan Akademisi Sepakat Bicarakan Komunisme di Sulut

Moderator Dace Lumbessy saat mengarahkan jalannya dialog (Foto Suluttoday.com)

Moderator Dace Lumbessy saat mengarahkan jalannya dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menangkan tema: ‘’Peran Serta Ormas Dalam Mencegah Hidupnya Kembali Komunisme di Sulut’’, Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulawesi Utara (Sulut) dalam Dialog Publik kali ini, Kamis (29/9/2016) kali ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten.

Menurut Dr. Alfon Kimbal, akademisi Unsrat Manado menilai bahwa untuk mengindari adanya gerakan komunisme di daerah ini, maka dibutuhkan kesadaran Ormas yang aktif mensosialisasikan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila.

‘’Komunisme tak lain adalah gerakan yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, sehingga disini peran Ormas dibutuhkan dapat hadir mengambil posisi menyampaikan sosialisasi dan bertindak mengajak masyarakat Indonesia agar patuh pada Pancasila serta bertindak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,’’ ujar Kimbal yang dikenal sebagai pengajar Fakultas Ilm Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Unsrat Manado ini.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Travello ini juga diikuti sejumlah aktivis mahasiswa, dan aktivis pemuda. Dalam pemaparannya, Jim R. Tindi selaku Ketua PRD Sulut menyampaikan soal telah ‘selesainya’ pembahasan soal Komunis. Baginya, ancaman Negara Indonesia adalah pada munculnya new-liberalisme dan kapitalisme global.

‘’Bagi saya membicarakan komunis atau gerakan komunisme yang dianggap ancaman bagi NKRI, adalah suatu hal yang sudah tuntas, tidak relevan lagi dibahas. Komunis hanyalah sejarah kelam bangsa ini, musuh rakyat Indonesia yakni neolib dan kapitalisme yang telah masuk hingga ke tempat tidur kita. Pancasila itu rumah besar kita, dan kita adalah penjaga Pancasila,’’ papar JRT sapaan akrab Tindi.

Narasumber ketika memaparkan meteri (Foto Suluttoday.com)

Narasumber ketika memaparkan meteri (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, mewakili Dandim 1903 Manado, Danramil Mayor Inf. Maudy Purba mengatakan ‘perang’ terhadap komunisme yang dilam ungkapannya disebut bahaya laten komunis. Dikatakannya lagi, adanya komunis gaya baru perlu diwaspadai masyarakat.

‘’Komunis sering berganti wujud, tapi tujuannya hanya satu merongrong tatanan Negara kita yakni Pancasila. Sehingga saya mengajak Ormas untuk melawan komunis, karena bahaya laten komunis membuat nilai-nilai kemanusiaan kita hancur berantakan, apalagi dalam pandangan kami perubahan cara dan pola dari gerakan ini sering berganti-ganti. Kita perlu menyarukan perlawanan terhadap komunisme gaya baru ini,’’ tukas Purba tegas.

Peserta dialog saat mendengarkan pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Peserta dialog saat mendengarkan pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri langsung Koordinator FPN Sulut, Amas Mahmud. Turut hadir Agung Tri, mantan Ketua Umum HMI-MPO cabang Manado, Ketua LMND Sulut, Eko Yahya, Mesak Habari, mantan Ketua PMHU Sulut, Ketua Umum Badan Tadzkir FISPOL Unsrat, Juniar Wibisana Suwignya, dan sejumlah aktivis mahasiswa lainnya.(*/Faruk)

Bupati Kumpul Kontraktor dan SKPD, Percepat Pekerjaan Proyek

eyang-evaluasi-proyek-edit

Rapat evaluasi pelaksanaan proyek dipimpin langsung Bupati Boltim Sehan Landjar, SH (Foto: Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Tindak lanjut atas rapat evaluasi serapan anggaran SKPD beberapa hari lalu, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, Kamis (29/09/2016) mengundang seluruh Kepala SKPD serta pihak ketiga (Kontraktor) untuk dievaluasi.

Kegiatan yang digelar di lantai 3 kantor Setda Boltim ini, juga turut dihadiri oleh ketua tim TP4D yakni Kejari Kotamobagu Fien Ering.

Dalam penyampaiannya, Bupati kembali menekankan kepada semua pihak, baik dari Instansi selaku Pengguna Anggaran, PPK, PPTK, tim PHO maupun Kontraktor, untuk mempercepat pekerjaan proyek fisik. Pasalnya, dalam sistem pengelolaan keuangan berbasis akrual seperti yang diterapkan oleh Pemerintah saat ini, setiap pekerjaan pertahapnya, secepatnya dilaporkan untuk proses lebuh lanjut yakni pencairan keuangan.

“Jangan sampai kalian lalai, dan memilih menggunakan uang pribadi untuk penyelesaian proyek, hasilnya saat ingin cair, dananya tidak turun dari pusat, karena tidak membuat laporan pertahapan lebih dulu.” Kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menegaskan, cukup banyak indikasi kecurangan yang sering terjadi antara pihak kontraktor dengan SKPD terkait. Hal ini dapat berakibat fatal pada pemeriksaan oleh Tim BPK nanti.

“Jadi dengan adanya evaluasi ini, kita tidak perlu was-was ataw takut karena disinilah wadahnya untuk bisa memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan baik dalam hal administrasi maupun pekerjaan di lapangan.” Terang Bupati.

Sebelumnya Bupati sudah mengingatkan lewat rapat evaluasi beberapa waktu lalu, agar instansi terkait perlu bertindak tegas kepada pihak ketiga dalam hal memacu pekerjaan proyek. Penegasan ini perlu dilakukan mengingat saat ini sudah masuk pada akhir tahun anggaran.

“Jika ini tidak dilakukan, maka pasti akan berpengaruh pada dana transfer dari Pemerintah Pusat. Apabila realisasi fisik rendah otomatis tidak dapat mengajukan transfer dana sesuai dengan realisasi yang disyaratkan.” Jelas Bupati. (Rahman)

Sosialisasi HIV AIDS, Marsidi: Aparat Desa Harus Menyampaikan Ke-Masyarakat

eko-marsidi-dinkes-boltim

Dinkes Boltim mensosialisasikan HIV/AIDS (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Antisipasi penyebaran virus HIV/AIDS. Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan sosialisasi terkait Human Immune Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrom (AIDS) dihadapan ratusan aparat Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Selasa (27/09/2016).

Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi,SKM.ME mengatakan sosialisasi dilakukan kepada para aparat desa agar dapat mempermudah penyampaian bahaya HIV AIDS kepada masyarakat.

“Kita sudah lakukan sosialisasi kepada siswa, tokoh agama dan tokoh masyarakat agar mempermudah sosialiasi dan mereka menyampaikan ke masyarakat.” Terang Marsidi.

Dia mengungkapkan sesuai data Boltim memiliki data pengidap HIV AIDS sebanyak 10 orang. Namun dia menduga fakta dilapangan lebih banyak. Bak fenomena gunung es, yang tampak hanya sedikit.

“Tujuh orang sudah meninggal, tinggal tiga. Dua penderita ada dalam satu desa. Bahkan tiga yang meninggal juga dalam satu desa.” Bebernya.

Pihaknya terus melakukan pengawasan dengan memberikan obat terhadap penderita agar bisa disembuhkan. Pemda menyiapkan dana lebih dari Rp 300 untuk penanggulangan dan sosialisasi.

“10 kasus temuan di Boltim tersebut sebagian masih usia produktif. Ada pekerja tambang bahkan ada yang ibu rumah tangga.” Ungkapnya.

Sejumlah pasien ditemukan terjadi saat petugas turun lapangan dan mencurigai gejala-gejala yang menunjukkan penderita HIV AIDS.

“Penderita kami lakukan pemeriksaan awal dengan rapid tes. Setelah positif kami kirim ke Manado untuk dilakukan VCT.” Jelasnya.

Pihaknya akan membentuk kelompok sukarelawan remaja yang peduli terhadapa bahaya HIV/AIDS.

“Saya akan ajak remaja yang punya teman terutama pengguna komix dan ehabon untuk tutur dalam penanggulangan ini.”  Pungkasnya. (Rahman)

iklan1