Archive for: Oktober 2016

Tiga Bulan ‘Bertarung’, GSVL Tutup Diklat PIM IV

GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Tiga bulan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kepemimpinan (Pim) tingkat IV Pola Kemitraan Badan Diklat Propinsi Sulut dan Pemerintah Kota Manado, akhirnya Senin (31/10/2016) kegiatan ini secara resmi ditutup Wali Kota Manado, Dr Ir G.S Vicky Lumentut.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado. Dalam arahannya, Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut berharap proyek perubahan yang digagas para peserta Diklat Pim IV tidak sebatas tulisan belaka tetapi harus bisa di implementasikan dalan tugas pokok dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, untuk membuktikan apakah proyek perubahan berjalan sesuai yang diharapkan, pihaknya akan melakukan monitor dan evaluasi.

“Saudara-saudara boleh berbangga dengan apa yang saudara tuangkan dan presentasikan dalam proyek perubahan, tetapi proyek perubahan itu tidak hanya sebatas tulisan saja saat dinilai oleh penguji, tetapi sesudah itu apa yang saudara lakukan, akan dimonitor dan evaluasi,” ujar Wali Kota GSVL.

Lanjut dikatakan, selesai Diklat para peserta boleh berbangga dengan proyek perubahan, namun sikap dan perilaku ASN akan dihormati jika mampu menunjukan kinerja dalam lingkungan kerjanya.

“Saudara-saudara boleh bangga dengan proyek perubahan yang saudara buat. Tetapi, saudara akan dihormati jika menunjukan kinerja atau hasil dari sesuatu yang dlandasi oleh perubahan,” ucap Wali Kota GSVL.

Kiranya para peserta yang dinyatakan berhasil dalam Diklat Pim IV harus mampu berkompetisi dengan ASN dari Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara.

Peserta PIM IV foto bersama Wali Kota Manado (Foto Ist)

Peserta PIM IV foto bersama Wali Kota Manado (Foto Ist)

“Jangan kalah dangan ASN dari kabupaten/kota yang lain di Sulut, semua punya peluang untuk mengembangkan ide-ide bagus dan cerdas. Saya akan monitor dan secara reguler melakukan evaluasi. Jadilah pembawa perubahan dimanapun saudara pergi,” kata GSVL.

Sebelumnya, Kepala Badan Diklat Propinsi Sulut DR Noudy Tendean mengatakan hadirnya 40 peserta Diklat Pim IV di Pemkot Manado akan membawa 40 proyek perubahan diinstansi masing-masing.

“Para peserta akan menjadi pemimpin perubahan, ada 40 proyek perubahan atau 40 karya inovatif dan kreatif akan menentukan pula kualitas proyek perubahan,” paparnya.

Kegiatan ini turut dihadir Kepala BKD Kota Manado, Drs Musa Hans Tinangon MSc dan sejumlah mentor Kepala SKPD masing-masing peserta Diklat PIM IV.(*/Amas)

Berlangsung Sukses, Musda BKPRMI Manado Hasilkan Suryanto Muarif

Berlangsungnya Musda BKPRMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya Musda BKPRMI Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Istimewa Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Manado, Senin (31/10/2016) di kantor Kementerian Agama Kota Manado siang tadi berlangsung sukses. Musda yang dibuka Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut yang diwakili Hery Saptono, Kepala Badan Lingkungan Hidup Manado berlangsung sukses.

Dalam acara pembukaan Musda ini dihadiri langsung Plt Ketua BKPRMI Manado, Hi. Usran Manto, dan Fachruddin Noh, Ketua BKPRMI Sulut defenitif bersama jajaran pengurus BKPRMI Wilayah Sulut lainnya, pemerintah Kota Manado berpesan agar BKPRMI terus menjaga hubungan baik dengan pemerintah Kota Manado.

”Mohon maaf sebesar-besarnya karena berhubung hari ini ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan Pak Wali Kota Dr. GS Vicky Lumentut maka kami diminta untuk mewakili beliau dalam pembukaan Musda BKPRMI Manado ini. Harapan pemerintah Kota Manado agar proses pelaksanaan Musda berlangsung sukses dan lancar, kemudian BKPRMI Manado mengoptimalkan hubungan baik yang dibina selama ini,” tutur Samptono.

Musda Istimewa ini melahirkan dua bakal calon, diantaranya Suryanto Muarif, SH.i dan Muhammad Nur Andi Bongkang, SE nanti setelah penyampaian visi misi serta uji kriteria calon Ketua BKPRMI Manado, alhasil Andi Bongkang memutuskan untuk tidak maju bertarung. Sehingga Suryanto memenangkan kompetisi Musda dengan perolehan aklamasi.

Peserta Musda BKPRMI Manado (Foto Ist)

Peserta Musda BKPRMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Usran Manto dalam sambutannya mengingatkan agar Musda BKPRMI Manado ini tidak menjadi agenda terakhir bagi BKPRMI dan bukan ajang seremonial. Namun, lebih dari itu dikatakannya DPW BKPRMI Sulut meminta agar pengurus baru BKPRMI Manado lebih solid menjalankan organisasi tersebut.

”Mari kita kembali ke semangat berdirinya BKPRMI, untuk itu kiranya kebersamaan perlu terus dibangun. Dan Musda Istimewa ini tidak menjadi tahapan akhir dari kita ber-BKPRMI, tapi bagaimana kesadaran kita bangun untuk kepentingan bersama ummat. BKPRMI Manado harus solid dan pengurus BKPRMI yang baru harus menjaga semangat kemasjidan,” tutur Usran.

Kebersamaan kader BKPRMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Kebersamaan kader BKPRMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Kegiatan Musda ini dihadiri sejumlah pengurus BKPRMI Sulut dan mantan-mantan pengurus BKPRMI Manado, bersama undangan. Diantaranya yang hadir, Hery Anwar, pengurus BKPRMI Sulut, Mursjid Laija mantan Danwil Brigade Masjid Sulut, Iswadi Amali Sekretaris DPD KNPI Sulut, Fadila Polontalo, Danwil Brigade Masjid Noho Poiyo, Fadly Kasim pengurus BKPRMI Sulut, Rolandy Thalib, sejumlah pengurus BKPRMI Kecamatan se-Kota Manado, Amas Mahmud Sekretaris KNPI Kota Manado, Jefry Alibasya, Taufik Adam, Sekretaris Wilayah Syarikat Islam Sulut, dan beberapa aktivis muslim lainnya. (*/Mat)

Pemkab Gelar Sidang MP-TPTGR

James Sumendapt, Bupati Minahasa Tenggara (Foto Ist)

James Sumendapt, Bupati Minahasa Tenggara (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara menggelar sidang Majelis Pertimbangan Tuntungan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TPTGR), yang dilaksanakan di Kantor Inspektorat, Jumat.28 okt. Diungkapkan Juru Bicara Pemkab Novry Raco, pada sidang tersebut dihadirkan sejumlah pihak, baik Aparat Sipil Negara (ASN ) dan para pihak ketiga yang terkena TGR dari tahun 2008 sampai 2014.

”Memang yang menjadi pokok pada sidang majelis ini bagi pihak ketiga yang mempunyai tuntutan ganti rugi, termasuk juga ASN. Ini sudah menjadi bagian untuk mengejar kerugian-kerugian daerah yang terjadi pada beberapa tahun sebelumnya,” tutur Raco.

Ditambahkan Kepala Inspektorat Robert Rogahang sidang tersebut merupakan upaya dari pihaknya menindaklanjuti temuan dari BPK, khususnya pada kerugian daerah.

”Untuk ASN sudah ada surat edaran dari Bupati yang mengikat para ASN wajib mengembalikan kerugian daerah. Sedangkan untuk pihak ketiga tetap ada total TGR mencapai sekira Rp 6 miliar, ini yang kita upayakan untuk segera dikembalikan,” ujarnya.

Sementara itu suasana sidang yang layaknya pada persidangan di pengadilan umum tersebut, dipimpin Ketua Majelis yang juga Sekda Farry Liwe, Wakil Ketua Asisten III Piether Owu, Wakil Ketua II Kepala BKDD Berti Sandag.

Sedangkan untuk Sekretaris Majelis yaitu Kepala BPKBMD Mecky Tumimomor, dengan anggota Inspektur Robert Rogahang, Kabag Hukum Royke Lumingas, dan Kabag Pembangunan Boyke Akay. (Jemmy k)

Sekda Lantik Pokja Pengarusutamaan Gender dan Mengkukuhkan FAD‬

Farry Liwe usai melakukan pelantikan (Foto Suluttoday.com)

Farry Liwe usai melakukan pelantikan (Foto Suluttoday.com)

MITRA, Suluttoday.com – Sekda Minahasa Tenggara Farry Liwe melantik kolompok kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender, sekaligus mengukuhkan Forum Anak Daerah (FAD) dalam pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati.

Diungkapkan Sekda, Pokja tersebut nantinya bertugas dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, serta evaluasi atas kebijakan yang berkaitan dengan persamaan gender.

”Sehingga akan ada sinkronisasi antara pemerintah pusat maupun daerah terkait kebijakan dalam. Termasuk anggaran yang akan disiapkan dalam setiap program kegiatan mengampanyekan persamaan gender,” ujarnya.

Selain itu menurut Sekda, nantinya Pokja tersebut mempersiapkan sumber daya berkualitas yang dapat terlibat dan lebih efektif dalam pelaksanaan kebijakan di masyakakat.

”Sehingga nantinya dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat baik itu laki-laki dan perempuan,” katanya.

Sementara itu terkait dengan FAD, Sekda mengingatkan agar wadah tersebut benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam upaya pemenuhan hak bagi para anak-anak.

”Dengan adanya forum ini, sekiranya dapat menjadi pelopor dalam mewujudkan anak-anak yang beriman, cerdas, berkreatifitas, serta berkarakter,” katanya.

Ia pun berharap agar FAD ini dapat merangkul seluruh anak-anak yang ada di Minahasa Tenggara, dengan berbagai macam latar belakang.

”Yang paling penting juga bagi anak-anak yang berada di desa-desa yang jauh dari keramaian, atau mereka yang berkebutuhan khusus,” tandasnya.

Sementara itu menurut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Fenggy Wurangian, Pokja Pangarusutamaan Gender segera menyusun rencana aksi daerah.

”Begitu juga dengan FAD segera melakukan kegiatannya sebagai media bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi dalam pemenuhan hak mereka, dimana pihak kami turut memfasilitasinya,” tandas Fenggy. (Jemmy k) ‬

Sandiaga Uno dari Mushala Hingga Beli CD di Pasar Malam

Sandiaga Uno (Foto Ist)

Sandiaga Uno (Foto Ist)

JAKARTA – Kali ini, Senin (31/10/2016), calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengunjungi warga Jalan Lempuk, di RW 13 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Sandiaga rupanya mampir di salah satu pedagang pakaian dalam, lalu membelinya.

Mulanya, Sandiaga tiba di lokasi itu dalam rangkaian kunjungannya, sekitar pukul 19.00 WIB. Tiba di lokasi, Sandiaga menyempatkan diri untuk shalat di sebuah mushala.

Dari situ ia meneruskan berjalan kaki sekaligus menyapa warga. Kedatangan rombongan Sandiaga mengundang perhatian warga. Ada yang ingin melihat, meminta foto bareng, bersalaman, atau sekadar menyapa.

Sandiaga menghampiri sejumlah warga yang sedang duduk di pinggir jalan atau depan rumah. Suasana jalan sedikit gelap, maklum tidak terlihat adanya lampu penerangan jalan yang menyala.

Pengawalan untuk cawagub DKI yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu terlihat ditambah, dengan hadirnya aparat polisi setempat dan seorang anggota TNI. Meski begitu, aparat tidak ada yang menahan keinginan warga yang mau berinteraksi dengan Sandiaga.

Politikus Partai Gerindra itu juga leluasa menyapa warga. Hanya, pengawal dan tim relawannya membantu membuka jalan saat suasana penuh warga. Perjalanan Sandiaga kemudian mengarah ke sebuah pasar malam.

Sampai di sana, suasana pasar dadakan yang digelar di jalan kecil itu menjadi riuh warga yang mengerubuti Sandiaga. Ia menyapa dan meladeni warga termasuk pedagang pasar malam itu.

“Gimana Bu dagangannya,” tanya Sandiaga, kepada seorang pedagang, di lokasi Senin malam. “Alhamdulilah, Pak,” ujar seorang ibu pedagang.

Dalam kunjungan di sana, Sandiaga hanya berjalan sekitar setengah perjalanan, lalu kembali ke arah pos RW. Dalam perjalanan pulang itulah Sandiaga dibujuk untuk beli Celana Dalam (CD) oleh seorang penjual pakaian. Sandiaga akhirnya mau dan membeli sebuah celana dalam.

“(Pilih yang) Barcelona,” ujar Sandiaga menunjukkan ke warga.

Aksinya itu membuat ibu-ibu yang ada di sekitar Sandiaga tertawa geli. Pasalnya, Sandiaga sempat mengukur celana dalam itu di badan dan kepalanya. Ia kemudian membeli satu dan meminta seorang timnya membayar ke pedagang tersebut.

“Enggak apa-apa, celana dalam lagi basah,” canda Sandiaga, kepada awak media. (*/Faruk)

iklan1