Silalahi: ”Dewan Pers Bukan Tuhan…..”

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Gubernur Sulawesi Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Melalui kesempatan tatap muka dengan para jurnalis di Sulawesi Utara (Sulut) pada acara Sarasehan Pers Daerah, Kamis (3/11/2016) di Manado. Jimmy Silalahi, salah satu anggota Dewan Pers pada sesi dialog dengan wartawan di Novotel Manado mengaku perlunya Dewan Pers bekerja keras menguatkan peran media digital di Indonesia yang memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan nasional.

”Perkembangan media cyber atau media digital (online) sangat pesat, sehingga pentingnya Dewan Pers selain mengawasi implementasi daripada aturan-aturan pers serta kode etik jurnalistik agar dijalankan dengan baik oleh wartawan, juga bertugas meningatkan kompetensi jurnalis itu sendiri,” ujar Silalahi.

Saat menjawab pertanyaan wartawan yang begitu beragam, Silalahi menyampaikan bahwa rancangan program dan seluruh kerja-kerja Dewan Pers di periode 2016-2019 sedang dijalankan dengan konsisten. Silalahi berharap para jurnalis di Sulawesi Utara terus memiliki kepedulian terhadap peningkatan kompetensi jurnalistik.

”Kita perlu menjaga kode etik jurnalis, undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers layak dijalankan secara benar. Disisi lain, Dewan Pers bukanlah Tuhan yang selalu tidak pernah salah dan tau segalanya. Untuk itu, Dewan Pers menghimbau juga kepada wartawan di Sulut untuk sama-sama menjalankan aturan pers dan kode etik jurnalistik, kita akan intens meningkatkan kompetensi wartawan, bagi wartawan yang belum ikut uji kompetensi silahkan ikut,” ucap Silalahi, Kamis (3/11/2016) belum lama ini.

Untuk diketahui, sembilan anggota Dewan Pers diantaranya; Yosep Adi Prasetyoikut (Ketua), Hendry Chaeruddin Bangun, Nezar Patria, Ratna Komala, Ahmad Djauhar, Jimmy Silalahi, Reva Deddy Utama, Wahyudi, dan Sinyo Harry Sarundajang ikut hadir bersama dalam kegiatan ini. (Amas)

iklan1
iklan1