Pemerintahan EMAS Segera Gulirkan Musrenbang Kelurahan

Ervinz Liuw (Foto Suluttoday.com)

Ervinz Liuw (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Terkait pelaksanaan perencanaan program Pemerintah Kota Tomohon untuk Tahun Anggaran 2018, maka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang akan dimulai dari tingkat kelurahan, akan segera bergulir, Selasa (1/2) sesuai dengan jadwal tersusun. Disampaikan Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kota Tomohon Ir Ervinz DH Liuw MSi bahwa pelaksanaan musrenbang kelurahan merupakan sebuah proses paling penting dan utama terhadap rencana penyelenggaraan.pembangunan yang berakar dari kebutuhan masyarakat.

“Pentingnya pelaksanaan musrenbang ini merupakan perwujudan terhadap komitmen Pemerintah Kota Tomohon dalam kepemimpinan EMAS untuk mendapatkan masukan terkait penyelenggaraan program pembangunan. Selain itu, dalam merangkum berbagai usulan dan gagasan masyarakat secara langsung, akan dilakukan ujicoba pemanfaatan aplikasi online, sehingga hasilnya langsung terintegrasi dalam data e-musrenbang,” ungkap Liuw.

Jadwal musrenbang kelurahan Kota Tomohon (Foto Suluttoday.com)

Jadwal musrenbang kelurahan Kota Tomohon (Foto Suluttoday.com)

Karena itu, Liuw menyatakan.bahwa penjadwalan pelaksanaan musrenbang digilir pada setiap kelurahan dengan penetapan delapan kelurahan per hari. “Pada pelaksanaan di tingkat kelurahan ini, kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat eselon III dan IV pada setiap kelurahan sesuai domisilinya, diwajibkan hadir.

“Hal ini sesuai dengan edaran yang telah disampaikan melalui SKPD masing-masing,” ujar Liuw.

Selanjutnya, dijelaskan Liuw bahwa dalam mekanisme perencanaan program dari tiap SKPD untuk di input pada e-proposal dan menjadi rekomendasi untuk dibahas pada musrenbang tingkat kota.

“Selain itu, terkait perencanaan kegiatan lainnya melalui berbagai organisasi untuk memperoleh bantuan dana hibah, maka harus diusulkan dan dimasukkan dalam e- proposal demi penyelenggaraan proses. Langkah ini untuk mewujudkan kesepakatan kerjasama dengan KPK,” jelas Liuw.

Lebih lanjut dikatakan Liuw bahwa proses tersebut pada akhirnya akan dimasukkan dalam e-planning untuk RPJMD.

“Kalau tidak termuat dalamnya, maka tidak akan terekomendasi melalui e-budgeting serta penyelenggaraannya ditindaklanjuti melalui e-report sebagai bagian evaluasi penilaian tingkat kemajuan setiap bulan,” pungkas Liuw. (Stevy)

iklan1
iklan1