Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Bangunan Bak Air Bersih Di Kotabunan Tidak Berfungsi

Foto bak air bersih Kotabunan belum bisa dimanfaatkan, mubazir (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Warga Desa Bulawan dan Kotabunan bersatu Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mempertanyakan proyek pengadaan air bersih pada tahun 2016 yang bernilai Rp 7 Miliar dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sampai saat ini tak di fungsikan.

Oleh warga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui instansi terkait dapat meninjau keberadaan proyek air bersih ini.

“Pemprov sulut melalui instansi tekhnis agar dapat meninjau keberadaan paket proyek air bersih yang sudah dibangun dengan anggaran miliaran tetapi sampai saat ini belum juga di gunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat sebagai mana sasaran proyek tersebut di bangun.” Ujar Tokoh Masyarakat Rahmat Makalalag. Senin, (20/02/2017).

Di katakannya pula, baiknya keluhan ini di jadikan kajian oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim dibawah kepemimpinan Bupati Sehan Landjar dan Rusdi Gumalangit guna untuk mengetahui lebih jauh menyangkut penyebab mengapa keberadaan proyek air bersih yang sudah hampir setahun dibangun dengan anggaran miliaran tetapi tidak dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

“Harus dilakukan evaluasi kenapa jaringan air bersih yang dibanguan itu tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat, apakah kesalahan dari proses perencanaan atau pelaksanaan pekerjaan.” Katanya.

Lanjutnya, bahkan bangunan proyek air bersih ini sudah di tutupi rumput.

“Bagian belakang bangunan ini sudah di tutupi rumput, bukan hanya itu kaca jendela bagian kiri bangunan ini pun sudah pecah. Lewat pengamatan kami bangunan ini sudah tidak dipelihara sehingga ini mendapat perhatian Pemprov Sulut maupun Pemda Boltim. Dan kami minta oknum kontraktornya diberi teguran keras karena di anggap tidak bertanggung jawab penuh terhadap bangunan tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Drs. Marsaole Mamonto ketika di konfirmasi mengatakan bahwa pihkanya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi melalui instansi tekhnis guna mempertanyakan sejauh mana pelaksanaan pekerjaan tersebut agar dapat di manfaatkan guna melayani kebutuhan masyarakat.

“Upaya itu akan ditenpuh karena diyakini jika keberadaan proyek tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat Kotabunan dan Bulawan bersatu, supaya tidak kesulitan air bersih seperti saat ini.” Terangnya.

Dijelasakannya pula. Bahwa, dari hasil reses yang dilaksanakan khususnya di Kecamatan Kotabunan dan Umumnya di wilayah Boltim, banyak masyarakat mengeluhkan tentang keberadaan air bersih, sementara diketahui bahwa setiap tahun anggaran berjalan baik Pemprov Sulut dan Pemda Boltim terus mengalokasikan anggaran guna pembangunan jaringan air bersih, namun sangat disayangkan sampai saat ini masyarakat Boltim masih terus mengeluhbkan keberadaan air bersih.

Menindak lanjuti hasil reses yang sudah di laksanakan dan melihat banyaknya keluhan masyarakat terkai keberadaan jaringan air bersih yang tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat. Dalam waktu dekat ini DPRD Boltim melalui Komisi II akan turun lapangan.

“Komisi II akan turun melakukan kajian apa sebenarnya penyebab sehingga jaringan air bersih yang sudah di bangun tidak berfungsih dengfan baik sebagaimana sasaran dan tujuan proyek jaringan air bersih ini di bangun. Apakah kesalahannya dari perencanaan ataukah dari pekerjaan.” Jelasnya. (Rahman)

iklan1
iklan1