Dialog KNPI Manado, Media dan Stabilitas Sosial Politik Bagian Terintegrasi

Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara disaat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Membahas tema: ”Profesionalisme Pers dan Netralitas Media dalam Menjaga Stabilitas Sosial Politik Sulawesi Utara di Era Sosial Media”, pengurus KNPI Kota Manado menghadirkan tiga narasumber dalam Dialog Publik, diantaranya; DR (C) Edwin Moniaga, SH.,MH (Akademisi Unsrat), Aswin Donald Lumintang, S.Sos (Ketua PWI Sulut) dan Amas Mahmud, S.IP (Sekretaris KNPI Manado).

Narasumber dipandu oleh Charles Brando Talumingan, pengurus KNPI Manado selaku moderator. Aswin yang juga wartawan senior di Koran Tribun Manado menyentil terkait pentingnya peran media menjaga sinergitas antara kerja-kerja jurnalisme dan pentingnya kepatuhan terhadap aturan. Dikatakannya lagi bahwa profesionalisme pers merupakan suatu keharusan yang dijalankan para wartawan.

”Media harus dan jurnalis harus berpedoman pada kode etik jurnalistik, serta UU Pers, memang diakui dalam tugas peliputan jurnalis, kemudian dengan kerja keredaksian seringkali terdapat permasalah. Namun, hal itu mampu dicarikan solusinya, memang tatantang media massa saat ini diantaranya juga karena hadirnya media online atau sosial media, untuk itu para jurnalis wajib dan kokoh menjalankan aturan yang ada, sekaligus menjaga independensinya. Media dan stabilitas sosial politik itu terintegrasi (satu kesatuan) sehingga hubungannya harus dijaga dengan baik,” ujar Aswin yang juga pengurus GAMKI Manado ini tegas.

Sekretaris DPD KNPI Manado saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Amas Mahmud selaku pembicara kedua memaparkan bahwa KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda juga memposisikan dirinya sebagai agenda perubah yang memiliki tanggungjawab sosial mencerdaskan masyarakat dalam hal membaca atau mengkonsumsi pemberitaan media di era sosial media. Amas pun menyentil pentingnya masyarakat tidak terprovokasi dengan media hoax yang memberi dampak merusak persatuan nasional.

DR (C) Edwin Moniaga, SH.,MH ketika memberikan pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

”Pengaruh media itu sangat signifikan terhadap cara pandang masyarakat, oleh karena itu pentingnya di era keterbukaan arus informasi saat ini masyarakat harus dibekali dan di edukasi untuk menjadi konsumen (pembaca, pendengar atau penonton) berita yang selektif. Apalagi, kita banyak kasus yang kita dapati dilapangan hanya karena informasi yang tidak valid (hoax) membuat masyarakat salah paham dan saling konflik, disinilah peran pemuda (KNPI) memberi pencerahan, menetralisir adanya permasalahan yang diakibatkan pengarus medsos, pemuda dalam desiminasi informasi dan ini juga menjadi program KNPI Kota Manado,” tutur Amas yang juga menambahkan KNPI Manado akan membuat wibsite Peninjauan.com.

Sesi foto bersama usai dialog publik (Foto Suluttoday.com)

Dari perspektif akademis, Edwin Moniaga mengantar tentang perlunya media bertindak profesional. Edwin juga melakukan kilas balik sejarah bahwa dalam kancah Nasional perkembangan media massa saat ini cukup berbeda dari era-era sebelumnya. Dimana saat ini media telah mendapatkan kemerdekaannya, namun kemerdekaan yang dimaksudkan adalah kemerdekaan yang bertanggungjawab.

Kegiatan KNPI Manado kali ini diselenggarakan di hotel Travello Manado, dengan menghadirkan para aktivis GMKI, HMI, BEM Unsrat, Badan Tadzkir FISPOL Unsrat, mahasiswa UTSU, pengurus HMI-MPO cabang Manado, pengurus IMM Sulawesi Utara dan para siswa SMA.(Ikhy)

iklan1
iklan1