Tingkatkan PAD, Taatlah Terhadap Pajak

Bupati Boltim Sehan Landjar memberikan pidato pada kegiatan pekan panutan pajak tahun 2017 (Rahman)

Bupati Boltim Sehan Landjar memberikan pidato pada kegiatan pekan panutan pajak tahun 2017 (Rahman)BOLTIM, Suluttoday.com – Keberhasilan pembangunan nasional sangat didukung oleh pembiayaan yang berasal dari masyarakat, yaitu penerimaan pembayaran pajak. Demikian dikatakan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar pada kegiatan pekan panutan pajak tahun 2017, Rabu (01/03/2017) di lantai tiga Kantor Bupati.

“Agar peran serta dapat didistribusikan secara merata tanpa ada pembeda, perlu diciptakan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum. Hal ini didasarkan pada masih maraknya aktivitas ekonomi didalam negeri yang belum atau dilaporkan kepada otoritas pajak. Hal ini menimbulkan kecemburuan bagi para wajib pajak yang telah berkontribusi aktif dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak.” Terang Sehan

Menurutnya, atas dasar tersebut pemerintah memberikan jaminan dengan menerbitkan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak untuk mendorong pengalihan harta ke dalam sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi warganya yang ingin mengungkapkan harta yang dimilikinya dalam bentuk pengampunan pajak.

“Pengampunan pajak yang dimaksud adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana dibidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana yang diatur dalam Undang Undang tentang amnesti pajak. Dari satu sisi dengan adanya pengampunan pajak akan sangat membantu upaya pemerintah memperbaiki kondisi perekonomian, pembangunan dan mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan serta memperbaiki ketimpangan.” Kata Sehan.

Untuk itu kata Sehan, dalam rangka peningkatan penerimaan pajak yang bersumber dari PBB-P2 dan sumber penerimaan daerah lainya perlu dilakukan upaya, diantaranya dengan mengoptimalkan peran sangadi dan camat sebagai ujung tombak dalam menghimpun penerimaan daerah dengan membekali kemampuan mereka dalam memahami aturan dan tata cara  pengemimpletasianya termasuk pekan panutan pajak.

“Untuk itu saya instruksikan untuk pro aktif menyampaikan kepada wajib pajak serta taat terhadap pajak, melibatkan seluruh aparat desa pada kegiatan penagihan, menagih wajib pajak yang berhutang dan setiap ada kegiatan selalu disosialisasikan pada masyarakat. Selain itu setiap SKPD agar dapat melakukan monitoring dan evaluasi melalui kegiatan bina desa serta menjadi pelopor bagi masyarakat dalam hal ketaatan membayar pajak.” Tegas Sehan. (Rahman).

iklan1
iklan1