PRD Sulut Desak Polda Tangkap Otak Demo dari PT Melisya

Jim R Tindi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Terjadinya aksi demonstrasi yang dilakukan belum lama ini oleh pihak PT Melisya Sejahtera terkait sengketa agraria, dimana pendemo yang mengatasnamakan warga namun mendukung PT Melisya diduga ditunggangi. Demo tersebut mendapat protes keras dan penolakan dari aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulawesi Utara (Sulut), Jim R Tindi yang menyebutkan bahwa demo tersebut penuh dengan intrik, tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

”Menyikapi aksi yang di lakukan PT. Melisya beberapa waktu yang lalu dengan memobilisasi rakyat dan memanipulasi rakyat serta membenturkan rakyat satu sama lain, adalah cara-cara yang pernah di pakai Imperialis atau VOC masa lampau yang hanya memecah belah Rakyat untuk kepentingan Modal mereka,” ujar Tindi yang adalah Ketua KPW PRD Sulawesi Utara ini kepada Suluttoday.com, Minggu (9/4/2017).

Tidak hanya itu, Tindi mendesak aparat hukum untuk mengusut siapa aktor intelektual dibalik demo tersebut dan menangkapnya. Karena bagi Tindi yang dilakukan masyarakat Desa Tiberias Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara untuk mempertahankan haknya sudah berdasarkan aturan, dengan begitu PRD Sulut, kata Tindi akan selalu bersama rakyat dalam melawan eksploitasi hak rakyat.

”Untuk itu PRD mengecam keras aksi ini, dan mendesak Polda menangkap otak atau dalang dari Demontrasi ini. PRD melihat sengketa PT Melisya adalah sengketa Agraria, dan PRD beserta elemen GNP 33 akan mengawal kasus ini untuk menjadi issu Nasional. PRD juga melihat ada kongkalikong dalam penerbitan sertifikat HGU. PRD tetap berkomitmen Melawan Mafia Tanah,” tegas Tindi. (Amas)

iklan1
iklan1