Eman Hadiri Indonesia Smart City Summit 2017

Jimmy Eman bersama sejumlah kepala daerah dalam program Smart City Kemenkominfo RI (Foto Suluttoday.com)

MAKASSAR – Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak menghadiri Indonesia Smart City Summit 2017, sebagai wujud Gerakan Menuju 100 Smart City di Makassar Sulawesi Selatan, (22-23/05). Gerakan Smart City ini merupakan program dari Kementerian Kominfo yang berintegrasi dengan Kemenpan, Kemendagri, Kemenpu, APEKSI dan Kompas Gramedia.

Seperti diketahui, Kota Tomohon termasuk dari 25 Kota/Kabupaten yang terpilih di tahun 2017 (dasar surat Kemenkominfo No 265 Kominfo/DJAI/AI.01.05.05/2017 tentang Penyampaian Hasil Seleksi Assesment Grakan Menuju 100 Smart City).

Dalam Indonesia Smart City Summit 2017 ini, daerah yang terpilih akan menandatangani Memory of Understanding (MoU) dalam kesepahaman tentang Program Smart City. Pemerintah Daerah Kota Tomohon dihadiri langsung oleh Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak didampingi Sekretaris Daerah Kota Tomohon Harold V Lolowang MSc dan Kepala Dinas Kominfo Kota Tomohon Hengkie Y Supit SIP. Setelah penandatangan MoU, Eman mengungkapkan rasa syukurnya atas masuknya Kota Tomohon dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City di tahun ini.

“Kiranya dengan Program Smart City ini, akan meningkatkan pemberdayaan sumberdaya dengan pintar dan sustainable, karena Kota Tomohon memiliki banyak keragaman, sehingga kita akan memiliki keunikan tersendiri dalam mengimplementasikan Smart City,” kata Eman.

Dalam sambutannya Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara yang disampaikan Dirjen Aptika Kemenkominfo Samuel Pangerapan bahwa bagi seluruh daerah diharapkan untuk mengimplementasikan Smart City sehingga dapat setara dengan negara-negara di Eropa.

“Strateginya dengan mengiplementasikan Smart City, dari 500-an kabupaten/kota, 25 yang terpilih ini harus sukses mengimplementasikan Smart City hingga 2019 dan berlanjut pada 100 kabupaten/kota lainnya. Lebih detail lagi, program ini akan melayani internal pemerintahan dan masyarakat dengan fasilitas yang memadai, Kemenkominfo dan Kemendagri telah melakukan riset terhadap ruang fiskal bagi 25 daerah terpilih ini, serta riset kemampuan SDM daerah yang termasuk salah satu faktor penentu selanjutnya diikuti kemampuan jaringan dan infrastruktur termasuk akses broadband,” ungkap Pangerapan.

Memperhatikan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tomohon Hengkie Y Supit SIP menyatakan siap dalam menjalankan Program 100 Smart City. “Ini menjadi tugas kerja bagi kami dalam mengimpelementasikan Smart City kepada pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon dan berharap mendapat dukungan yang baik dari semua komponen masyarakat di Kota Tomohon,” harap Supit. (Stevy)

iklan1
iklan1