Archive for: Juni 2017

Dirut Dinilai Gagal Beri Solusi, Pedagang Akan Bertemu Wali Kota Manado

Para pedagang saat melakukan demo di kantor DPRD Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sudah berjalan beberapa bulan semenjak melakukan demonstrasi, pedagang tradisional di Kota Manado, khususnya tim 14 pedagang Pasar Bersehati Manado berencana melakukan audiens dengan Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut. Melalui pemegang mandat pedagang, Sjahbudin Ardin Noho menyampaikan bahwa pihaknya akan menyampaikan sejumlah persoalan yang gagal diselesaikan Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem.

”Kami berencana melakukan audiens dengan Pak Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut karena beberapa tuntutan kami belum ditindaklanjuti Dirut PD Pasar Manado. Diantaranya yang akan kami sampaikan ke Pak Wali Kota Manado adalah adanya dugaan pemalsuan surat dan indikasi pungli,” kata Ardin Noho kepada Suluttoday.com, Jumat (30/6/2017).

Ditambahkannya lagi terkait belum adanya keputusan jelas dari Wali Kota Manado (owner), tapi Dirut PD Pasar Manado masih teguh pendiriannya untuk melakukan ‘penertiban’ tempat berjualan di Pasar Bersehati Manado. Padahal menurut Ardin Noho, harusnya Dirut PD Pasar mengurungkan niatnya tersebut sambil menunggu keputusan owner untuk mencarikan solusi yang bijak atas keluhan dan aspirasi yang disampaikan pedagang.

”Minggu depan rencananya ada pembongkaran paksa yang dilakukan pihak PD Pasar Manado, ini sungguh luar biasa padahal belum ada keputusan yang sifatnya solutif ditawarkan Dirut PD Pasar Manado kepada pedagang. Saat ini juga sudah mulai adanya intimidasi dari karyawan PD Pasar Manado kepada pedagang yang menolak dibongkar tempat berjualannya,” papar Ardin Noho tegas. (Amas)

ASTAGA, Soal Gaji Karyawan Dirut PD Pasar Manado: Itu Bukan Ngana Pe Urrusan

Fery Keintjem (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Tak tau karena apa penyebabnya, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, Fery Keintjem saat ditanya terkait sejumlah karyawan di PD Pasar Kota Manado yang belum seluruhnya menerima gaji ditanggapi dengan ‘emosional’. Jumat (30/6/2017) Keintjem saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), mengenai apa hambatannya sehingga gaji karyawan belum dibayarkan mendapat jawaban yang menarik.

Dimana wartawan media ini menanyakan kapan rencana PD Pasar membayar gaji karyawan yang berdasarkan informasi sudah mendekati dua bulan ini belum menerima gaji. Pasalnya, karyawan dibayarkan gajinya paling lambat tanggal 10 malah terkesan jawabannya ‘dibuat kabur’ Dirut PD Pasar Manado, apa yang menjadi substansi pertanyaan wartawan media ini tidak digubris.

”Amas ngana pe mau apa?,” ujar Keintjem melalui WA.

Lanjut Keintjem menyampaikan kenapa saat pembaran THR bagi karyawan muslim tidak diberitakan media ini. ”Kiapa waktu kita bayar gaji dan THR karyawan muslim ngana ndak tanya dan naik berita..,” kata Keintjem.

Tidak hanya itu, Keintjem malah kembali bertanya apa yang menjadi kemauan wartawan media ini dengan balasan yang cukup tegas. ”Kita tanya pa ngana sekarang, Amas pe mau apa?,” papar Keintjem.

Diakhir pembicaraan tersebut, Keintjem menyebutkan terkait pembayaran gaji karyawan bukan menjadi urusan pihak lain, selain dirinya. ”Terserah ngana pe mau apa Amas. Itu bukan ngana pe urrusan..,” tukas Keintjem menutup.

Untuk diketahui sejumlah pedagang yang tidak berhari raya (non-muslim) sampai berita ini dinaikkan mengaku baru sekitar Rp. 1.000.000 menerima gaji yang diberikan pihak PD Pasar Manado. Padahal bila dilakukan studi komparasi dengan iuran (retribusi) yang dibayarkan pedagang ke PD Pasar cukuplah tinggi biayanya dibanding kebijakan beberapa Dirut sebelumnya.

Selain itu, Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut selaku owner PD Pasar Manado belum lama ini disaat paripurna DPRD Manado menyampaikan sekitar tiga poin penting dalam mengevaluasi kinerja Dirut PD Pasar Manado diantaranya menyangkut pembayaran gaji karyawan PD Pasar Manado. (*/Mas)

Diduga Pecat Karyawan Sepihak, Pihak Hotel Paradise Likupang Menyalahi UU Ketenagakerjaan

Panorama Casa Baio Paradise Resort Likupang (Foto Ist)

MANADO – Dunia ketenagakerjaan selalu saja menyajikan fenomena dan dinamika yang beragam, berbagai kasus mulai dari rendahnya gaji karyawan, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menyalahi ketentuan hingga perlakukan yang merugikan karyawan lainnya dipertontonkan pemilik perusahaan. Seperti yang terjadi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), PT. Manado Korin Paradise yang beroperasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Dimana PT Manado Korin Paradise yang merupakan suatu perseroan didirikan dan diatur menurut Undang – Undang Republik Indonedia, yang melakukan usaha sebagai Casa Baio Paradise Resort ex Hotel Paradise di Likupang kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, diduga banyak melakukan pemecatan terhadap karyawan yang melanggar aturan dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan BAB III pasal Pasal 6 dan BAB VI.

Hal tersebut seperti disampaikan Bagus Saleh salah satu Kayawan Hotel Paradise Likupang yang di pecat tanpa ada surat pemecatan dari perusahan, Kamis (29/06/2017). Menurut Salah, tempat dia bekerja di Hotel Paradise Resort Likupang sudah melanggar aturan yang telah mereka buat, karena dirinya seharusnya sudah dikontrak dari pihak perusahan satu tahun, sudah diberhentikan baru bekerja selama lima bulan dan saat dilakukan pemecatan terhadap dirinya tidak ada surat Peringatan (SP) pertama dan kedua. Pihak perusahan langsung mengeluarkan SP tiga kepadanya.

”Saya tidak melakukan kesalahan apapun di perusahan yang saya bekerja, tapi kenapa pihak perusahan langsung memberikan SP 3 dan saya langsung dipecat begitu saja. Bukan hanya itu saja, setelah saya minta surat pemecatan kepada pihak perusahan tidak diberikan,” beber Saleh.

Dikatakannya lagi bahwa ada beberapa hal yang pihaknya minta ditegakkan dengan apa yang telah dilakukan pihak Hotel Paradise Likupang kepada dirinya. Dari pencemaran nama baik dirnya, penipuan gaji, memperlakukan karyawan tidak layak dan memberhentikan karyawan sesuka mereka.

”Saya minta keadilan sebagai karyawan yang sudah dilakukan tidak adil. Bukan hanya saya saja karyawan yang mereka lakukan seperti ini, masih banyak lagi karyawan seperti saya yang mereka buat seperti saya. Untuk itu saya harapkan adanya keadilan untuk karyawan,” ungkap Saleh.

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke pihak Hotel Paradise Resort Likupang untuk diminta klarifikasi hingga berita ini dinaikkan pihak Hotel Paradise Resto belum dapat terhubungi. (*/Red)

Kasus Belum Tuntas, Ini Perkembangan Terbaru Novel Baswedan

Novel Baswedan sebelum mengalami penyiraman (Foto Ist)

JAKARTA – Terkait insiden yang dialami Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan masih menjalani perawatan di Singapura. Novel pun merayakan Idul Fitri bersama keluarga di sana.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan ada alternatif operasi besar untuk mengobati mata kiri Novel. Dalam pemeriksaan pada Rabu (28/6/2017), diketahui jaringan putih di mata kiri Novel sudah tidak dapat tumbuh kembali.

“Terdapat alternatif dilakukan operasi besar untuk menggantikan jaringan di bagian putih mata yang telah mati di mata kiri tersebut,” ujar Febri kepada wartawan, Kamis (29/6).

Namun upaya operasi mata kiri Novel rencananya akan dilakukan setelah dokter menuntaskan tindakan pada mata kanan. Saat ini mata kanan Novel menunjukkan perbaikan walaupun masih ada lapisan kornea yang rusak.

Febri mengatakan dokter memiliki opsi, antara lain memakaikan hard lens atau memicingkan sebagian kecil mata Novel. Keputusan akan diambil dalam satu hingga dua minggu ke depan.

“Pemicingan mata akan dilakukan jika dalam 1-2 minggu ke depan perbaikan skin kornea stuck atau tidak ada perkembangan lagi,” tuturnya.

Febri menyampaikan Novel juga menitipkan ucapan selamat Idul Fitri. Novel, kata Febri, berjanji akan teguh menjadi bagian dari pemberantasan korupsi.

“Setelah mengalami seluruh perawatan hingga melewati Ramadan dan dapat menjalankan Idul Fitri bersama istri dan anak di Singapura pada beberapa hari lalu, saat ini Novel mengatakan tetap teguh hati menjadi bagian dari kerja pemberantasan korupsi,” kata Febri.

Febri mengatakan Novel juga menyampaikan permintaan maaf dalam momen fitri ini. Setelah melalui cobaan, Novel berharap semangat melawan korupsi menjadi lebih baik.

“Dalam momentum Idul Fitri ini, Novel dan keluarga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Semoga segala niat baik, semangat, dan ikhtiar kita melawan korupsi menjadi lebih baik setelah tempaan panjang ini,” ucap Febri, mengutip Novel.

Seperti diketahui, Novel diserang setelah menunaikan salat subuh di masjid di dekat rumahnya di daerah Kelapa Gading, Jakarta Pusat, pada 11 April 2017. Penyerangan itu diduga berkaitan dengan pekerjaan Novel selaku penyidik di KPK.

Namun, hingga memasuki hari ke-79, polisi belum bisa mengungkap pelaku teror tersebut.

Foto Obama Kecil Bersama Presiden Soekarno Viral di Medsos

Foto Soekarno bersama Obama Kecil (Foto Ist)

JAKARTA – Selalu mengalami perkembangan, kini Media sosial (Medsos) di Tanah Air tengah diramaikan dengan beredarnya foto dua anak kecil yang tengah bersalaman dengan mantan Presiden Soekarno. Banyak yang meyakini anak kecil dalam foto tersebut adalah Obama dan saudaranya, Maya Soetoro-Ng.

Jika dilihat tampang pria kecil dalam foto tersebut memang mirip dengan Obama waktu cilik. Dugaan tersebut kian kuat mengingat Mantan Presiden Amerika Serikat itu pernah tinggal di Indonesia saat berusia 6 – 10 tahun.

Sayangnya penilaian itu tidak benar. Foto tersebut telah dikonfirmasi dan pria kecil dalam foto bukanlah Obama. Foto hitam putih itu diambil saat Lebaran 1962, sementara Obama sendiri tinggal di Indonesia pada 1967.

Nah dua bocah cilik dalam foto adalah Adi Nasution dan Ida Nasution. Keduanya adalah anak dari Mualif Nasution, sekertaris pribadi Presiden Soekarno dan panitia penyusun buku Sarinah serta Dibawah Bendera Revolusi.

Mualif turut pula terlihat dalam foto tersebut. Ia berdiri di samping Cindy Adams, wartawan asal Amerika Serikat yang mewawancari Presiden Soekarno.

Bicara soal Obama sendiri, pria kelahiran Hawaii ini tengah berkunjung ke Indonesia. Bersama istri dan kedua anaknya, Obama sempat berlibur di Bali selama 5 hari sejak tanggal 23 sampai 28 Juni. Kemudian, ia melanjutkan jalan-jalan ke Yogyakarta pada tanggal 28 Juni sampai 29 Juni.

Hari ini ia dijadwalkan akan bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor. Setelahnya Obama akan mendatangi Mal Kota Kasablanka, Jaksel. Obama akan berpidato dalam acara Kongres Diaspora Indonesia ke-4. (Detik.com/ST)

iklan1