Pimpin Sosialisasi Empat Pilar di Manado, EE Mangindaan Tegaskan Lawan Radikalisme

EE Mangindaan bersama tim saat foto bersama Wali Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

MANAD – Pemahaman dan kesadaran tentang wawasan kebangsaan atau kecintaan terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika kini sudah mulai mengalami kemerosotan implementasinya. Hal itu ditandai dengan mulai mewabahnya gerakan-gerakan radikal yang mengancam stabilitas keamanan Negara Indonesia.

Untuk menumbuh-kembangkan atau setidaknya ‘mengingatkan’ kembali tentang pentingnya hal tersebut, maka Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) yang terdiri dari utusan DPR RI dan DPD RI menggelar sosialisasi di Kota Manado, Kamis (8/6/2017) bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut. Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI itu dilaksanakan di Aula Serbaguna kantor Walikota Manado.

Menurut E.E Mangindaan, selaku ketua tim sosialisasi yang juga Wakil Ketua MPR RI menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman nasionalisme, kecintaan terhadap Pancasila menjaga keutuhan NKRI diaktualisasikan, tidak sekedar diketahui dalam tataran pemahaman semata. Mangindaan yang juga mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) itu mengingatkan warga Sulut agar berbangga dengan sejarah Negara ini yang didalamnya terlibat orang-orang hebat asal Minahasa.

‘’Secara nyata kesadaran anak bangsa tentang pentingnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan sudah mulai merosot. Ini disebabkan begitu terbukanya persaingan global serta berbagai tantangan yang muncul sehingga membawa generasi kita pada pemikiran-pemikiran yang tidak lagi relevan, terutama dengan masuknya paham radikalisme, separatisme, baik berupa gerakan maker, isu-isu hoax, doktrinasi paham yang anti Pancasila dan seterusnya. Nah, kita wajib mengcounter itu dengan meletakkan kesadaran konstruktif untuk kemajuan dan cita-cita Indonesia tercinta,’’ ujar Mangindaan yang juga menyampaikan peran generasi-generasi terdahulu dari orang Minahasa begitu luar biasa atas kemerdekaan bangsa Indonesia ini.

Mangindaan didampingi anggota DPR RI lainnya, diantaranya; Prof. Bahtiar Ali, Bakar Hasibuan, Marhani Victor Pua. Sementara itu, Bahtiar Ali memberikan sorotan pada eksistensi kaum muda yang mulai kehilangan semangatnya untuk bersama membangun Indonesia, kaum muda, kata Ali lebih cenderung menghabiskan waktu dengan bermain dimedia social (Medsos) dan mengabaikan tanggungjawab sosialnya.

‘’Memang tidak seharusnya kita terlampau serius merisaukan kondisi bangsa ini, tapi bagaimana kemudian kesadaran dan kecintaan kita terhadap NKRI diwujudkan dalam tindakan nyata berupa melahirkan partisipasi, berkontribusi dalam pembangunan. Mari kita lihat, peran generasi muda kita saat ini masih belum nampak, pasalnya mereka lebih banyak menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, cenderung meluangkan waktu di media sosial ketimbang meningkatkan kualitas diri, etos kerja, dan bekerja untuk membangun Indonesia tercinta. Ayo kita jauhkan mereka daripada gerakan-gerakan radikal,’’ papar Bahtiar Ali. (Amas)

iklan1
iklan1