Archive for: Juli 2017

Bhayangkara Cup 2017 Sukses, Wali Kota GSVL dan Kapolda Sulut Saling Support

Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan Kapolda Sulawesi Utara (Foto Ist)

MANADO – Tidak pernah sepi kondisi gelanggang pacuan kuda ”Godbless Manado” Paniki, Kecamatan Mapanget, Sabtu (1/7/2017), kembali menjadi saksi bagi pecinta olahraga berkuda, roda sapi dan balapan bendi untuk unjuk kekuatan dalam arena pacuan kuda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Manado itu.

Kali ini perlombaan yang dilakukan adalah perebutan Piala Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) bertajuk Bhayangkara Cup 2017. Kejuaraan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-71 Kepolisian Republik Indonesia dan dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito dan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut.

”Terima kasih kepada Polri yang telah ikut meramaikan gelanggang pacuan kuda Godbless Manado dengan menggelar kejuaraan pacuan kuda Piala Kapolri. Gelanggang ini disiapkan pemerintah Kota Manado sebagai tempat bagi pecinta olahraga berkuda di Sulawesi Utara untuk datang menyalurkan hobbynya,” kata Wali Kta GSVL sapaan akrab Lumentut saat diwawancarai wartawan.

Wali Kota GSVL saat diwawancarai wartawan (Foto Ist)

Wali Kota juga menambahkan bahwa kehadiran gelanggang olahraga berkuda ikut menambah obyek wisata di Kota Manado. Apalagi, Gubernur OD telah berupaya mendatangkan banyak wisatawan ke Sulut.

”Kejuaraan berkuda silahkan dilaksanakan di tempat ini, karena dengan demikian akan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang di sini menyaksikan kuda-kuda terbaik termasuk sapi dan balapan bendi. Pada tanggal 1 sampai 10 September 2017 nanti, Pemkot Manado akan menggelar Manado Fiesta atau Pesona Manado. Jadi mari torang jaga keamanan dan kenyamanan Kota Manado, agar nantinya para tamu dan turis yang datang bisa betah dan terpesona dengan keindahan dan kedamaian Kota Manado tersebut,” ujar Walik Kota Manado dua periode ini.(*/Amas)

Mitra Bersyukur Sukses, Sumendap: Pola Hidup Sederhana Menjadikan Masyarakat Sejahtera

Bupati James Sumendap saat hadir dalam ibadah Syukur (Foto Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Pesta pengucapan syukur kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) minggu 2/7 penuh khima, pasalnya persiapan masyrakat mitra cukup baik,bahkan gereja-gereja yang menjadi pokok ibadah pengucapan syukur dipenuhi jemaat.

Lihat saja di jemaat GMIM Sion Tombatu yang menjadi jemaatnya pak Bupati mitra James sumendap dipenuhi jemaat yang datang menjalankan kewajiban sebagai umat yang bersyukur atas berkat Tuhan. Ibadah pengucapan syukur yang dipimpin langsung Pnt ir Stefanus B.A. N.Liouw, Ketua PKB sinode GMIM ini mengambil pembacaan Alkitab pada Keluaran 16:13-24.

Pnt Like dalam khotbahnya mengajak jemaat untuk berkaca pada pengalaman bangsa israel dalam perjalanan ke tanah kanaan yang terus diberkati Tuhan tapi mereka juga bersunggut jika mengalami ujian. Gaya hidup jemaat yang suka memborong berkat akan berdampak pada gaya hidup yang konsumtif, mewah dan boros telah mewarnai kehidupan manusia di era “Postmodern” saat ini.

Ada banyak kebutuhan hidup yang dahulunya bukan kebutuhan pokok telah menjadi kebutuhan pokok. Oleh karena meningkatnya ke-butuhan-kebutuhan hidup manusia, maka berimplikasi pada usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Alam ciptaan dijadikan objek untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginan manusia.

Alam ciptaan Tuhan rasanya tidak cukup memenuhi kebutuhan manusia karena prilaku manusia yang “tamak”. Sebenarnya, alam ciptaan Tuhan cukup untuk memenuhi segala kebutuhan hidup manusia, akan tetapi rasanya tidak cukup untuk seorang yang tamak.

Tamak adalah keinginan untuk memperoleh sesuatu yang sebanyaknya-banyaknya untuk diri sendiri. Bupati mitra James sumendap mengajak jemaat dan masyarakat untuk hidup sederhana, sebab dengan hidup sederhana kita akan menjadi sejatra. Ujar Sumendap. (Jemmy k)

Ardin Noho: Dirut PD Pasar Manado Jangan Lakukan Pembongkaran

Kondisi Pasar Bersehati ‘baru’ diambil dari atas jembatan Soekarno (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Beredar informasi akan adanya pembongkaran paksa yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado melahirkan kecemasan sekaligus kecaman dari para pedagang tradisional di Manado, terutama pedagang Pasar Bersehati Manado. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sjahbudin Ardin Noho, pendamping tim 14 pedagang Bersehati Manado, Minggu (2/7/2017).

Ardin Noho merespon adanya rencana pembongkaran yang akan dilakukan Dirut PD Pasar Manado, Fery Keintjem. Menurutnya pembongkaran yang dilakukan di Pasar Bersehati Manado bukanlah prioritas, karena pedagang yang telah berjualan saat ini, terutama tempat berjualan dari tim 14 tidak mengganggu badan jalan. Harusnya, kaat Ardin Noho PD Pasar Manado memikirkan nasib sejumlah pedagang yang belum mendapatkan tempat berjualan tetap untuk diberikan solusi.

”Kami meminta jangan ada pembongkaran, informasi pembongkaran kios atau tempat berjualan pedagang di Pasar Bersehati Manado akan dilakukan dalam waktu dekat. Nah, dalam skala prioritas semestinya jangan dulu dilakukan pembongkaran dengan menyasar tempat dari tim 14 yang secara nyata-nyata sangat jauh dari jalan, tidak menggangu aktivitas jalan umum masuk pasar. Saya menyarankan Dirut PD Pasar Manado mencarikan solusi kepada para pedagang yang masih berjualan di areal terlarang untuk diberikan tempat yang representatif, sebab banyak pedagang yang belum mendapatkan tempat,” ujar Ardin Noho.

Lanjut disampaikannya dengan tegas menolak akan adanya pembongkaran, Noho meminta agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado menghentikan rencana pembongkaran tempat berjualan bagi para pedagang dengan alasan penertiban tersebut karena hal itu, kata Noho akan berdampak terjadinya penolakan pedagang.

”Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado sebagai owner kami minta perhatiannya untuk tidak memberikan ruang kepada Dirut PD Pasar Manado yang secara sepihak mau membongkar kios atau tempat berjualan bagi pedagang, terutama tim 14 di Pasar Bersehati Manado. Kita sedang mencarikan solusi, agar tidak terjadi penolakan pedagang yang berujung terjadinya kontak fisik dilapangan, ini sangat penting. Sekali lagi, Dirut PD Pasar Manado jangan lakukan pembongkaran,” tegas Ardin Noho saat ditemui di Kelurahan Mahawu.

Sementara itu, Keintjem terkait hal tersebut saat ditanya melalui Messenger (FB) berkaitan degan adanya informasi pembongkaran tempat berjualan pedagang bersehati, enggan memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan. (Amas)

Masyarakat Desa Kumelembuai Minsel Butuh Puskesmas Rawat Inap

Hukumtua Desa Kumelembuai Tommy Langkai (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Masyarakat Desa Kumelembuai kecamatan Kumelembuai kab Minahasa Selatan (Minsel) yang memiliki hampir seribu jiwah memiliki satu puskesmas yang sudah tidak lagi mampuh dalam melayani para pasiennya. Bagaimana tidak, puskesmas tersebut melayani delapan Desa sekecamatan Kumelembuai raya,selain bagunan nya sudah tidak memadai sarana penunjang kesehatan pun sangatlah terbatas.

Berikut wawancara media ini dengan Hukumtua Desa Kumelembuai Tommy Langkai ketika di temui reporter Suluttoday di kediamannya sabtu (01/07/2017).

”Masyarakat Kumelembuai memang sangat membutuhkan sarana dan prasarana kesehatan yang bisa melayani rawat inap di desa kami, mengingat tingkat kebutuhan masyarakat dalam hal layanan kesehatan sangat tinggi apalagi puskes ini melayani delapan desa. Kasian warga yang membutuhkan layanan kesehatan dan tidak terlayani,” tukas Langkai.

Ditambakan Kumtua Langkai, semogah pemerintah kabupaten Ibu Bupati Christiany E Paruntu SE. Serta Wabup Frangky Wongkar SH serta dinas terkait dalam hal ini dinas kesehatan dapat memperhatikan hal ini.Atas nama masyarakat Kumelembuai mengucapkan terimakasi sebelum nya, lanjut Langkai.

Ditempat terpisa Vicky Winerungan tokoh pemuda kumelembuai mengatakan,Kita memang sangat mengharapkan bantuan pemerintah Minsel Ibu Bupati CEP serta Wakil bupati FDW untuk lebih memperhatikan tentang layanan kesehatan di Desa kami karena kami juga Warga Minsel.(Friska)

Wongkar: Pesparawi Merupakan Upaya Pembentukan Sikap dan Karakter ASM

Wabup Minsel Franky D Wongkar SH, saat menghadiri kegiatan Pesparawi ASM (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Ibadah pembukaan Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Anak Sekolah Minggu (ASM) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Gereja Betlehem Lansot, Wilayah Tareran Satu, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berjalan lancar pada hari Jumat (30/6/2017).

Wakil Bupati (Wabup) Minsel Franky D Wongkar SH di dampingi Sekdakab Minsel Drs. Danny Rindengan MSi, hadir dalam megiatan ini. Wabub FDW yang juga ketua panitia dalam megiatan ini mengajak semua peserta pesparawi untuk memberikan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan.

“Sebagai tuan rumah dan selaku pemerintah kabupaten Minsel tentunya sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini,” ungkap wabup Wongkar.

Wabup Wongkar menambahkan, kegiatan Pesparawi merupakan upaya pembentukan sikap dan karakter para anak sekolah minggu. “Melalui Pesparawi ASM ini, kepribadian dan karakter mereka bisa dibentuk sehingga harapan orang tua bagi anak-anak ke depannya meraih sukses, amat terlebih dekat dengan Tuhan,” ujarnya.

Para peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan lomba tersebut. Peserta dari 112 wilayah Sinode GMIM bakal berlomba menjadi tim paduan suara terbaik pada Jumat 30 Juni 2017 hingga Minggu 2 Juli 2017. Sebanyak 112 peserta yang ikut terdiri dari kategori small choir 90 peserta, big choir 22 peserta dan 5 jemaat tuan rumah di wilayah Tareran Satu.

Berikut waktu dan tempat pelaksanaan Pesparawi ASM tersebut; Kategori Big Choir pada Jumat (30/6/2017) di GMIM Nazaret Velden Cappellen Lansot Timur. Kategori Small Choir pada Jumat (30/6/2017) di GMIM Nafiri Sion Wuwuk. Small Choir dilaksanakan pada Sabtu (1/7/2017) di GMIM Imanuel Rumoong Atas II. Small Choir dilaksanakan Minggu (2/7/2017) di GMIM Taar Era Rumoong Atas.

Hadir dalam kegiatan Pesparawi ini, Sekda Minsel Drs. Danny Rindengan MSi, Camat Tareran Franck W. Podung, Kapolsek Tareran AKP. Roy Saruan, KPA Sinode GMIM, Hukum Tua Desa Lansot Herry N. Sumendap, Hukum Tua Desa Wuwuk Hence B.P. Oroh serta Hukum Tua Desa Wuwuk Barat Jantje H. Iroth dan undangan lainnya.(Friska)

iklan1