Kapolresta Manado Diminta Awasi Kinerja Polsek Wenang

Kapolresta Manado saat mengikuti suatu giat, belum lama ini (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kinerja Kepolisian dalam penanganan kasus hukum kembali disorot masyarakat. Kali ini keluhan itu diungkapkan terkait dengan proses penanganan kasus dan tersangkanya di Polsek Urban Wenang, Kota Manado. Yasri Badoa secara resmi membeber keluh kesahnya atas kinerja Polsek Wenang pada media ini Minggu, (20/8/2017) belum lama ini.

Yasri menilai prosedur penanganan kasus atas nama Citra Oroh perlu diawasi Kapolresta Manado. ‘’Citra Oroh itu adalah ponakan saya yang dibesarkan di keluarga kami,’’ ujar ibu rumah tangga ini menerangkan hubungannya dengan Citra Oroh.

Yasri menceritakan bahwa Citra yang mempunyai dua anak balita itu telah ditetapkan Polres Wenang sebagai tersangka kasus penggelapan oleh manajemen perusahaan tempatnya bekerja, yaitu minuman keras bermerek Casanova. Dalam pertemuannya dengan media, Yasri membeber banyak fakta kejanggalan penanganan kasus Citra Oroh di Polsek Urban Wenang. Menurutnya, Citra Oroh mendatangi Polres Wenang tanggal 25 Juli 2017. Dari kantor perusahaan miras yang berada di toko peralatan tangkap nelayan, Citra serta merta pergi mengunjungi Polsek Wenang.

Kunjungan itu dilakukannya setelah dia diberi info oleh pimpinan di kantornya bahwa pihak polisi sedang mencarinya. Di Polsek Wenang setelah bertanya-jawab dengan petugas polisi di sana, Citra ternyata langsung ditahan dalam sel tahanan perempuan. Pihak keluarga yang menjemputnya dan menjamin Citra akan dihadirkan keesokan harinya tidak dipedulikan.

‘’Saya meminta dan menjamin agar Citra dapat pulang dulu pada tanggal 25 Juli, karena penanganan kasus itu belum jelas, tapi polisi bersikeras menahannya,’’ ujarnya.

Penahanan Citra itu terbilang aneh, karena laporan resmi pihak perusahaan ke Polres Wenang terkait tuduhan penggelapan resmi nanti diterima oleh Polres Urban Wenang pada tanggal 26 Juli 2017, yaitu Laporan Polisi: LP/156/VII/2017 Sek Urban Wenang. Laporan itu dilakukan oleh Lamende Siregar, yaitu manajer perusahaan miras itu yang menyatakan dirinya mendapat kuasa dari pemilik pabrik minuman keras Casanova.

Pelapor ini meski menyatakan dirinya mendapat kuasa dari pemilik perusahaan, namun pada keluarga Citra dia menyatakan akan bernegosiasi nasib Citra, jika dana yang dituduhkan digelapkan Citra itu dapat diganti sepenuhnya. ‘’Bukan cicil mencicil atau jaminan sertifikat, mestinya ayam ganti ayam,’’ ujarnya pada Yasri Badoa.

Polisi, demi menerima laporan aduan itu, langsung melakukan pemeriksaan pada tanggal 26 Juli 2017. Citra pun pada hari itu segera ditetapkan sebagai tersangka. Ternyata pada tanggal 26 Juli 2017, Kapolsek Wenang mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan bernomor SP.Kap/44/VII/2017/Polsek Wenang terhadap Citra, meski yang bersangkutan terhitung sudah sehari ditahan di sel tahanan Polsek.

Menyusul sesudahnya keluar Surat Penahanan No. SP. Han/42/VII/2017/Polsek Wenang tanggal 27 Juli 2017. Kedua surat resmi tu ditandatangani Kapolsek Urban Wenang Deli Manullang, AM.d. Atas banyak kejanggalan yang dikeluhkan oleh keluarga Citra Oroh, Yasri Badoa meminta agar proses pengawasan terhadap penanganan kasus ini. ‘’Jika anak kami itu benar melakukan tindak pidana, kami mohon agar proses hukumnya dilakukan pantas dan patut,’’ ujar Yasri.

‘’Kami duga penanganan kasus ini karena kedekatan emosional beberapa oknum polisi dengan perusahaan,’’ ujar Yasri. ‘’Jelas kami kecewa jika, perusahaan miras itu bisa mengambil oper kekuasaan kepolisian negara untuk urusan tagih menagih dalam internal perusahaannya, ‘’ papar Yasri.

‘’Citra bukan pegawai yang buron dan dia telah menyatakan pada pimpinannya akan menggantikan dana yang sekadar telah dipinjam dan dipakainya untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah,’’ tambah Yasri.

Senada dengan itu, pengacara Novian Baeruma, SH dari LBH Manado, menyatakan juga menemukan beberapa kejanggalan penanganan Citra.

‘’Kanit Reskrim bahkan enggan memberi akses pada kami untuk bertemu klien kami,’’ ujar Baeruma. ‘’Katanya itu aturan di Polsek, padahal kan itu bertentangan dengan UU?’’ ujarnya.

Pengacara dari LBH Manado ini kini meminta pemeriksaan tambahan atas Citra. ‘’Kami minta agar Citra didampingi pengacara saat diperiksa, karena sebelumnya dia diperiksa tanpa pendampingan hukum,’’ tambah Baeruma. Kanit Reskrim AKP Kasad Mokodongan yang ditemui di sebuah rumah kopi (Sabtu, 19/8) menyatakan tidak perlu lagi pemeriksaan tambahan dan menyatakan agar tersangka dapat mengungkapkan semuanya di proses peradilan nanti. (*/Rahmat)

iklan1
iklan1