Archive for: Oktober 2017

UMP Sulut 2018 Sebesar Rp 2.824.286

Peraturan Gubernur Sulawesi Utara (Foto Foto)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Penerapan Upah Minumum Provinsi (UMP) tahun 2018 untuk tenaga kerja (Naker) di Sulawesi Utara tidak ada masalah, karena sudah sesuai prosedur yang berlaku. Hal ini ditegaskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada awak media, Selasa (31/10/2018).

“Saya kira dengan ditetapkan UMP dengan Pergub nomor 48 tanggal 31 oktober 2017. Saya mengimbau kepada seluruh pengusaha yang ada di Sulut agar mentaati apa yang menjadi keputusan bersama dari kalangan pekerja, asosiasi, akademisi untuk menetapkan besar kenaikan UMP yang ada di Sulut,” ungkapnya.

Ditambahkan Gubernur Olly mengakui memang UMP di Sulut, ketiga terbesar di seluruh Indonesia.

“Tapi mudah-mudahan seluruh pengusaha bisa mengerti aturan dengan tidak mengurangi pendapatan mereka,” ujar Gubernur OD.

Gubernur Olly menyebutkan, UMP Sulut 2018 sebesar Rp 2.824.286, ini wajib dibayarkan oleh perusahan/pengusaha yang ada daerah bumi nyiur melambai terhadap   pekerjanya.

“Jika perusahan/pengusaha tidak memenuhi kewajibannya akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang diberlakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI,” kata Gubernur OD menutup. (*/TimST)

Wali Kota VICKY LUMENTUT Berharap Perangkat Daerah Jauh dari Penggunaan Dana Fiktif

Berlangsungnya rapat Evaluasi Kinerja (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait capaian kinerja dan anggaran Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) hingga akhir tahun 2017, Selasa (31/10/2017), dilaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja di ruang Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado. Rapat dipimpin Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut bersama Wakil Wali Kota Mor Dominus Bastiaan SE dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado Drs Rum Dj Usulu, diikuti para Asisten, kepala Perangkat Daerah, kepala bagian, staf ahi, staf khusus, camat dan lurah se-Kota Manado.

Wali Kota Manado pada arahannya meminta Perangkat Daerah agar mentaati aturan yang ada, terutama dalam pelaporan kinerja maupun serapan anggaran. Pasalnya, opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk penilaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2016 lalu, Pemkot Manado hanya meraih Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Sudah merupakan tekad kita bersama untuk memperbaiki opini BPK kita dari WDP menjadi WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian tahun 2017. Makanya, semua harus sesuai aturan,” tutur Wali Kota Vicky Lumentut.

Wali Kota berharap agar Perangkat Daerah serius serta mampu mempertanggung-jawabkan dalam penggunaan anggaran.

“Saya berpesan kepada Perangkat Daerah agar tidak main-main dalam penggunaan anggaran. Saya berharap, anggaran yang digunakan benar-benar untuk kepentingan Kota Manado dan bukan fiktif supaya tidak berdampak masalah hukum di kemudian hari,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini.

Selain itu, Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini mengingatkan aparatnya agar tidak menyelesaikan masalah melalui media sosial (medsos).

“Ada masalah jangan dimuat di media sosial, karena di medsos tidak ada solusi disana. Kalau ada masalah, silahkan dikomunikasikan dan diselesaikan dengan baik,” kata Wali Kota GSVL.

Rapat yang berlangsung seru itu, diisi dengan pemaparan oleh Plt Sekda, para Asisten serta kepala Perangkat Daerah. Yang menarik adalah pemaparan dari Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jhonli Tamaka SE.

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat sambutan (Foto Ist)

Dalam pemaparannya terungkap capaian realiaasi anggaran Perangkat Daerah sampai tanggal 27 Oktober 2017. Enam Perangkat Daerah yang mencapai realisasi anggaran tertinggi yakni Inspektorat 75,80 persen, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 75,70 persen, Dinas Pangan 75,62 persen, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 74,94 persen, Satuan Polisi Pamong Praja 72,84 persen dan BPKAD 72,67 persen.

Sedangkan Perangkat Daerah terendah realisasi anggaran yakni Bagian kesejahteraan Rakyat 7,74 persen, Badan Penanggulangan Bencana Daerah 26,40 persen, Bagian Hukum 29,48 persen, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang 29,56 persen dan Dinas Komunikasi dan Informatika 31,04 persen. Pemandangan lain dari biasanya terlihat dalam rapat tersebut, yakni tidak ada lagi botol kemasan air mineral.

Rata-rata peserta rapat mambawa air minum sendiri yang diisi dalam termos air. Ini sesuai dengan surat edaran Walikota Manado terkait larangan menggunakan air mineral dalam kemasan di lingkup Pemkot Manado, guna mengurangi dampak pencemaran lingkungan atau musibah bencana seperti banjir yang ditimbulkan dari sampah plastik minuman mineral tersebut.

Yang hadir diantaranya; Wakil Ketua Tim penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Imelda Bastiaan Markus SE dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Rum Usulu.(*/TimST)

Kain Tenun Koffo, Kekayaan Budaya Sulut yang Hampir Punah

Beragam motif Kain Tenun Koffo (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa di Provinsi Sulawesi Utara dahulu ada kain tenun koffo yang telah dikenal dan dikembangkan sejak tahun 1519. Tenunan Kain Koffo dibuat atau dikerjakan putra-putri Raja di Sangihe Talaud yang sarangsen maka kahiwu dan bahan Bakunya diambil dari serat pohon pisang abaka atau orang Sangihe Talaud menyebutnya hote/rote dan orang Manado menyebut pisang manila atau kofi sangi untuk Minahasa.

Kekayaan budaya kain koffo ini dapat dilihat di museum Nasional Jakarta, museum Textile Jakarta, museum Kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara bahkan di Museum Nasional Swiss. Ragam Hias Tenun Koffo Sangihe Talaud dibentuk menurut contoh anyaman dan dengan menggunakan teknik tenun pewarna alami dari desa-desa setempat dan menghasilkan motif dekoratif berdasarkan bentuk serta simbol tradisional.

Hasil tenunan kain Koffo dipakai oleh orang Sangihe Talaud baik laki-laki dan perempuan dengan motif yang mirip damask kembang berwarna tunggal. Selama berabad-abad kegiatan tenun Koffo Sangihe Talaud dan akhirnya terhenti pada tahun 1970 hal ini diakibatkan dengan munculnya kapas dan perdagangan textil dari luar negeri yang begitu besar, padahal dahulunya kain tenun ini pernah menjadi primadona etnik Sangihe Talaud untuk keperluan sehari-hari dan keagamaan bahkan diperjualbelikan di daerah sekitarnya.

Cindy Wowor SE MM, pendiri COFO yang juga putri daerah ketika menghadiri seminar kain daerah koffo Sangihe Talaud telah punah dari peneliti Steven Sumolang S.sos , Msn di Museum Textile Jakarta tahun 2016, terinspirasi dan terpanggil untuk menghidupkan kembali nilai nilai budaya bangsa khususnya Sulawesi Utara yang sudah dapat dikatakan punah.

Punahnya kain Tenun Koffo sebagaimana hasil seminar tersebut, tidak menyurut semangat Cindy Wowor dan pada bulan maret 2017 yang lalu telah melakukan survey lebih mendalam khususnya di talaud untuk menggali informasi,tatap muka dan diskusi dengan kelompok-kelompok desa, yang kegiatannya difasilitasi oleh pemerintah kabupaten Kepulauan Talaud melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Berdasarkan hasil seminar tersebut dan Survey lapangan di Kabupaten Kepulauan Talaud saya langsung melakukan Audience dengan Bapak Gubernur Sulawesi Utara atas punahnya kain Koffo dan akhirnya saya mendapat lampu hijau untuk revitalisasi kain Koffo kembali,” kata Cindy Wowor.

Dan akhirnya pada bulan April 2017 yang lalu, Cindy mendirikan COFO untuk pengembangan dan pelastarian kain tenun Koffo sebagai salah satu nilai nilai budaya bangsa dari Sulut yang sempat punah, dengan menggunakan bahan kapas dan modern lainnya, serta mempertahankan ragam hias asli Koffo, modifikasi baru yang dikembangkan sebagaimana aslinya pada masa lalu.

“Disamping itu juga, kedepan COFO akan melakukan pelatihan-pelatihan penenunan kepada masyarakat di Talaud yang rencananya pada masing masing kecamatan ada kelompok tenun Koffo sehingga dapat mendukung tingkat produltivitas serta kualitas,” tambah Cindy Wowor. (don)

SMPN 1 Amurang Raih Juara Satu Maengket, Serta Kapel Terbaik Pada Festival Mapalus Bali 2

Willem H. Josephus (Foto Suluttoday.com)

MINSEL, Suluttoday.com – Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian kegiatan, sejak tanggal 22 s/d 28 Oktober 2017 sehubungan dengan keikutsertaan tim maengket SMP N1 (Smpnsa) Amurang, pada Festival Mapalus Bali 2 di Bali serta mendapat ijin untuk tampil di tempat Wisata Tanah Lot. Diketahui SMPN 1 Amurang telah meraih prestasi gemilang dan membanggakan yaitu memperoleh juara 1 lomba tari Maengket, dan meraih predikat sebagai Kapel terbaik pada kegiatan tersebut.

Dengan itu sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) saya Willem H. Josephus, S.Pd.,MM, menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada semua yang sudah mendukung hingga terlaksana seluruh kegiatan dengan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Terimakasih buat Ibu Bupati Minsel, Christian E Paruntu, SE, (CEP) dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar (FDW), yg selalu memberi support melalui kesempatan selalu tampil pada acara2 penjemputan/kunjungan tamu pemkab juga Kadis Dikpora Minsel Dr. Fietber S.Raco yang telah memberikan Rekomendasi untuk mengikuti Festival di Bali, Ketua Komite SMPN 1 Amurang, Bpk Arke A. South, S.Teol, yang selalu memberi dorongan kepada orang tua siswa peserta Maengket sehingga anak-anak boleh berangkat mengikuti Festival di Bali, Para Siswa peserta Festival yang berjumlah 30 orang, yg dengan penuh semangat dan terus setia mengikuti berbagai rangkaian kegiatan selama berada di Bali,” ucap Josephus.

Lagi kata Kepsek Josephus,saya juga berterima kasih kepada, Para orang tua siswa tim maengket yang telah memberi semangat/keluasan kepada anak – anak nya untuk mengikuti festival, dan selalu taat serta setia mengikuti latihan. tidak lupa juga para tim pelatih, pak Roy, ibu Estefina Mandagi, dan Pak Djonie Papua, yg telah melatih Tim Sengketa sehingga boleh tampil maksimal dalam lomba, tambah Kepsek Willem H.Josephus,S.Pd.,MM. (Friska)

Wabup Yusuf Berharap Kontingen MTs Tilamuta Tampil Memuaskan Diajang Marcing Ban

Marching ban tampil memukau (Foto Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Ekstra kulikuler disekolah Madrasah Tsanawiyah (MT.s) Tilamuta Kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo, merupakan suatu keharusan untuk menampung bakat, berinovasi, dan berkarakter sehingga sejak dini orang tua maupun guru sudah mengenal setiap bakat yang dimiliki oleh setiap siswa, ujar wakil Bupati Anas Yusuf ketika melakukan pelepasan kentingen pada, Selasa (31/10/2017).

Menurut Yusuf, pemerintah selalu mendukung setiap bakat dan inovasi yang dikaryakan oleh setiap siswa disekolah lebih khususnya Boalemo, diharapkan kentingen Marcing Ban MT.s akan tampil maksimal dan memukau dipertandingan nanti.

Jaga nama Boalemo dan berkompotisilah dengan benar dan sungguh-sungguh, sebab diluar sana kualitasnya juga luar biasa sehingga dibutuhkan persatuan tim jika ingin meraih kemenangan, raihlah kemenangan itu dan dipundak kalianlah kemenangan akan terwujud dan apa pun hasilnya yang peting kita sudah menunjukan yang terbaik bagi Boalemo. (Robby).

iklan1