175 Lingkungan Akan Terima PBL 2017, Dinsos Ingatkan Pentingnya Swadaya Masyarakat

Sammy Kaawoan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Program pemerintah yang berjalan begitu luar biasa, terkadang kurang didukung dengan partisipasi publik. Bahkan, sangat jarang ditemui untuk warga Kota atas lahirnya swadaya masyarakat untuk turut memelihara fasilitas publik, ambil andil membangun secara sadar. Hal itu menjadi salah satu tantangan pemerintah tentunya, sehingga dengan berbagai program pemerintah meluncurkan metode melibatkan masyarakat.

Seperti di Kota Manado yaitu adanya program pembangunan partisipatif, berupa program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) yang mana pada tiap Lingkungan akan diberikan kesempatan mengelola anggaran untuk pembangunan Lingkungannya. Selasa (10/10/2017), Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Drs Sammy Kaawoan, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Agustin Lisa, S.Sos saat diwawancarai di ruang kerjanya menyampaikan pihaknya tenggah menggodok untuk peluncuran program PBL tahun 2017.

‘’Dinsos Manado telah melakukan sosialisasi kepada stakeholder terkait menyangkut dengan program PBL tahun 2017. Dimana belum lama ini bertempat di Hotel Sahid Manado kita melakukan sosialisasi yang dihadiri Kelompok Masyarakat Mapalus (KMM) sekitar 175 orang, yang ketua KMMnya adalah Kepala Lingkungan (Pala). Hadir pula pada kegiatan itu Fasilitator Kelurahan (Faskel), kita melakukan pembekalangan agar program PBL ini tepat sasaran dengan melibatkan masyarakat dan melahirkan swadaya di masyarakat, meski konteksnya semua difasilitasi pemerintah,’’ ujar Agustin.

Disampaikannya lagi, Dinsos Manado setelah melakukan sosialisasi pada tanggal 22 September 2017 di Sahid Hotel Manado yang melibatkan pula fasilitator Kelurahan yang berjumlah 55 orang sesuai SK Walikota, saat ini tengah melakukan pembahasan-pembahasan di tingat Lingkungan.

Agustin Lisa, S.Sos (Foto Ist)

‘’Fasilitator bertugas antara lain mendampingi KMM, mulai dari tahapan persiapan sampai pelaporan. Kemudian, kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan Rembuk warga, yang bertujuan membahas usulan masyarakat, apa yang harus dilakukan masyarakat yang kami istilahkan dengan Rapat Kajuan Lingkunhan (RKL) atau rembug warga. Disana masyarakat membahas prioritas program yang harus dibuat masyarakat melalui PBL,’’ tutur Agustin.

Untuk diketahui, anggaran per lingkungan tahun ini Rp. 26.500.000, satu juta dialokasikan untuk administrasi pembuatan proposal dan LPJ. Kemudian, yang menerima untuk tahun anggaran 2017 berjumlah 175 KMM (Lingkungan). Selain itu, Agustin mengingatkan bahwa tujuan PBL diantaranya yaitu memberi stimulan bagi masyakat, agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Lingkungan masing-masing. (Amas)

iklan1
iklan1
iklan1