Kongres GMNI Dibuka Presiden Jokowi, Robaytullah dan Clance Terpilih Jadi Nahkoda

Presiden Jokowi membuka Kongres GMNI yang didampingi Ketum Presidium GMNI (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Berlangsungnya Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang dilaksanakan di Kota Manado Manado, 15-21 November 2017 berjalan sukses. Kongres Trisakti GMNI ke XX yang dilaksanakan tersebut dibuka oPresiden Republik Indonesia (RI) Ir. H Joko Widodo, melahirkan dinamika yang relatif luar biasa saat berlangsung Kongres.

Sekedar diketahui, Kongres kali ini menghasilkan struktur pimpinan pusat yang baru, di Ketuai Robaytullah Kusuma Jaya asal DPC Malang Raya dengan Sekertaris Jendral Clance Teddy asal cabang Manado/Korda GMNI Sulut-Gorontalo selama periode 2017-2019.

Yang menariknya struktur pimpinan pusat GMNI berubah dari yang sebelumnya Presidium berubah menjadi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Robaytullah Kusuma Jaya yang kali ini di tetapkan secara aklamasi dalam pidato politik kemenanganya mengatakan bahwa kekuasaan merupakan suatu amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kekuasaan yang di dapat, tidak serta merta datang begitu saja, tidak juga datang dari pihak-pihak manapun, ini murni dari Tuhan YME dan dari kalian semua sebagai kekuatan revolusioner,” ujar Robaytullah.

Robaytullah menambahkan dan menghimbau dalam pidato politiknya tentang pentingnya kader GMNI di seluruh Nusantara untuk mengkonsolidasi diri, geralan dan menguatkan basis demi menjaga serta memenangkan kaum Marhaen.

”Saya menghimbau untuk seluruh kader GMNI segera mengkonsolidasikan basis-basis massa Marhaen sebagai suatu syarat mutlak untuk mencapai sosialisme Indonesia,” tegas Robaytullah.

Sambutan Ketum Presidium GMNI terpilih didampingi Sekretaris Jenderal Bung Clance Teddy (Foto Ist)

Tidak hanya itu, Ketum terpilih ini juga mengusung visi kuat yakni merawat kebhinekaan Indonesia ditengah persaingan global, karena identitas pemuda dan aktivis pergerakan tak boleh kalah dengan pengaruh modernisme, kader GMNI wajib menjawab kondisi Internasional dengan gerakan-gerakan moral intelektual.

”Mari kita merawat keberagaman bangsa berlandaskan Gotong Royong dan menjawab kondisi Internasional berdasarkan Pancasila, yang tercermin di dalam TRICITRA Perjuangan sebagai misi, yang berupa: 1. Konsolidasi konsep 2. Konsolidasi basis. 3. Konsolidasi Elit,” tutur Robaytullah menutup. (*/Amas)

iklan1
iklan1
iklan1