MEMALUKAN, Kadis Perpustakaan Boltim Tidak Dukung Gerakan Linterasi Nasional

Berlangsungnya kegiata Gerakan Literasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolaang Mongondow Timur, dinilai tidak mendukung bahkan tindakannya menghambat gerakan literasi yang diprakarsai oleh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Jamal Rahman Iroth, melalui siaran pers 20 November 2017. Jamal adalah pengelola Taman Literasi dan Rumah Sastra Boltim, di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan.

Jamal mengungkapkan, pihaknya sudah menyurat dan bertemu dua kali dengan bapak Julius Pelealu, Kadis Perpustakaan, dan menawarkan kerjasama dalam kegiatan “Mo Baca Bo Mo Sanang”, di Desa Buyat tanggal 18 dan 19 November kemarin. Kami meminta bantuan agar Dinas Perpustakaan menyediakan bahan bacaan selama dua hari kegiatan Membaca Massal. Saat menerima surat dari panitia kegiatan, Kadis menyatakan kesediaan dan akan mengutus stafnya untuk membawa buku dan menjaga stan baca.

“Dua hari setelah memasukkan surat, yaitu tanggal 16 kami datang lagi konfirmasi langsung, dan kadis sampaikan, bung Jamal jangan kawatir, saya akan tugaskan staf saya ke sana, dan Dinas Perpustakaan pasti mengirim buku. Esoknya tanggal 17 kami datang lagi ke Dinas, untuk memastikan staf yang akan membawa buku ke Buyat. Saat itu Kadis sudah keluar dari kantor, dan belum ada staf yang ditunjuknya untuk menangani kegiatan ini,” ujar Jamal.

Kesimpulannya, Kadis Perpustakaan mangkir dari janjinya untuk menyediakan bahan bacaan dalam kegiatan Membaca Massal di Desa Buyat. Padahal kegiatan yang diadakan di Rumah Sastra tersebut adalah inisiatif masyarakat untuk menumbuhkan minat baca, dalam mensukseskan Program Gerakan Literasi Nasional dari presiden Joko widodo. Sangat disayangkan sikap Kepala Dinas perpustakaan, yang kontraproduktif dengan Gerakan Nasional ini. (*/Fahri)

iklan1
iklan1
iklan1