Cari Solusi Pembebasan Lahan, Kajati Sulut dan Wali Kota Manado Begitu Akrab

Kajati Sulut dan Wali Kota Manado saat berbincang (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Suasana yang penuh keakraban terlihat disaat adanya pembahasan terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Rabu (22/11/2017). Dimana, pembahasan di aula Kantor Kejati Sulut, jalan 17 Agustus Manado itu dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajat) Sulawesi Utara (Sulut), Mangihut Sinaga SH.,MH. Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut yang diundang pun terlibat pembicaraan serius dan penuh keakraban.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Manado diminta ikut mencari solusi terhadap permasalahan pembebasan lahan proyek pekerjaan River Improvement of Lower Reaches of Tondano River Segmen II dan III, Package 6A dan 6B, yang digagas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.

“Kami menggelar pertemuan ini untuk mencari solusi bersama, seputar permasalahan pembebasan lahan yang oleh sejumlah warga belum ada titik temu. Kita harus mengadakan pendekatan persuasif dulu, jika tidak ada titik temu baru aturan hukum yang berlaku nantinya,” ucap Sinaga.

Wali Kota Manado sendiri sangat berterima kasih atas inisiatif pihak Kejaksaan Tinggi Sulut untuk membantu pemerintah dalam permasalahan pembebasan lahan, khususnya di Kota Manado.

“Terima kasih telah mengundang kami dalam pertemuan yang sangat strategis ini. Apalagi, proyek pembangunan revitalisasi sungai Tondano ini, besar manfaat nanti khususnya mendongrak sektor pariwisata,” ujar Wali Kota Vicky Lumentut.

Revitalisasi sungai Tondano, tambah GSVL begitu Lumentut akrab disapa, membawa banyak manfaat diantaranya sebagai obyek wisata serta salah satu solusi mengatasi kemacetan.

“Ini akan jadi objek wisata baru, karena sungai akan menjadi tempat yang baru bagi daya tarik Pariwisata di kota Manado. Selain itu, sebagai solusi mengatasi kemamacet ada di sana, yakni wisata sungai,” tutur Wali Kota yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) tersebut.

Dikatakan, sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah pembebasan lahan revitalisasi Sungai Tondano, pihaknya akan membentuk Tim Kerja Khusus.

“Saya akan bentuk Tim Kerja Khusus, untuk mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan Sungai Tondano dan lainnya. Pemkot Manado akan memanggil dan melakukan pertemuan atau dialog dengan pihak yang belum mengizinkan lahan mereka untuk dibebaskan. Tetap kita akan cari Win-Win Soluttion bersama,” kata Wali Kota Manado dua periode ini.

Sementara itu, Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi, Jidon Watania menyatakan untuk normalisasi Sungai Tondano, pembebasan lahan tinggal 39 persen dan sudah 60 persen lebih yang sudah dibebaskan.

“Sesuai persetujuan JICA pekerjaan diperpanjang hingga September 2018. Kalau tidak menemui solusi, baru akan ke penegakkan hukum. Karena sudah ada aturan yang menegaskan 15 meter bantaran dan sepadan sungai, dilarang ada bangunan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peraturan Wali Kota tentang sepadan Sungai baik Hotel maupun rumah,” tukas Jidon.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kakanwil BPN Sulut Freddy Kolintana, Kadis Perumahan Pemukiman Manado Ir Roy Mamahit, Kabag Hukum Pemkot Manado Paskah Yanti Putri dan sejumlah Camat di Kota Manado.(*/TimST)

iklan1
iklan1
iklan1