Cuaca Ekstrem, Nelayan Patut Berhati-Hati

Perahu para nelayan saat stop beroperasi ketika cuaca ekstrem (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Nelayan di area Pantura Jawa Tengah diimbau untuk tidak melaut selama tiga hari ke depan. Sebabnya, Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang menyatakan cuaca ekstrem dan hujan lebat mulai melanda sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Kami ingatkan bahwa tiga hari ke depan mayoritas wilayah di Jateng mengalami cuaca ekstrem karena munculnya tekanan udara rendah di bagian selatan Jawa sehingga membuat area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan,” kata Tuban Wiyono, Kepala Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang, Senin (27/11/2017).

Menurutnya, jika tetap melakukan aktivitas di laut potensi kerawanan terjadinya kecelakaan cukup tinggi.

“Nelayan di pesisir Tegal sampai Rembang juga sebaiknya menghentikan aktivitas penangkapan ikan di perairan lepas hingga gelombang tinggi mereda. Sebab, cuaca ekstrem memang menyebabkan munculnya awan cumulonimbus atau awan CB. Ini yang patut diwaspadai,” ungkap Tuban.

Untuk saat ini, ombak tinggi terpantau di sekitar Laut Jawa bagian tengah, perairan selatan Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Selain di laut, Tuban juga mengharapkan kewaspadaan pelaku usaha transportasi di jalan raya, kereta api dan bandar udara.

Dirinya menyatakan kondisi udara saat ini sangat tidak stabil lantaran terjadi aliran masa udara basah dari arah barat. Karenanya ia meminta kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan di daerah potensi genangan, banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor di kawasan yang diperkirakan muncul hujan lebat.

Lanjut Tuban menyebut daerah-daerah yang dilanda cuaca ekstrem meliputi Ambarawa, Majenang, Wonosobo, Ungaran, Temanggung, Sragen, Semarang, Salatiga, Purworejo, Purwokerto, Purwodadi, Purbalingga, Pati. Selanjutnya Mungkid, Magelang, Kendal, Kebumen, Jepara, Demak, Cilacap, Boyolali, Blora, Batang, sampai Banjarnegara. (*/TimST)

iklan1
iklan1
iklan1