Endus Dugaan Kasus Korupsi Dana Siap Bencana, Kejari Minsel Seret 3 Nama Tersangka

Kejaksaan Negeri Minsel saat menyampaikan keterangan pers (FOTO Ist)

AMURANG, Suluttoday.com – Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan (Minsel) sudah menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan tembok pemecah ombak Ranoyapo Amurang. Hal ini di katakan Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Lambok Sidabutar SH MH, dalam konferensi Pers yang di gelar di Aula Kejari Minsel, Rabu (21/02/18).

Di jelaskan,Kasus dugaan Korupsi dana siap yang di kucurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 15 miliar, telah menyeret 2 (dua) orang ASN Pemkab Minsel dan 1 (satu) pihak penyedia barang dan jasa. “dari hasil pemeriksaan oleh penyidik khusus Kejari,untuk proyek penanggualangan Bencana tanggul Ranoyapo sudah kita tanda tangani penetapan tersangkanya.

Ada 3 (tiga) oknum yakni HK dan SYP sebagai ASN Pemkab Minsel dan CYAABW yang merupakan Direktur dari penyedia barang dan jasa pada pekerjaan proyek tersebut, terang Lambok Sidabutar.

Di tambahkan Sidabutar, penetapan tersangka ini setelah melalui proses pemeriksaan terhadap 24 saksi termasuk saksi ahli yang di datangkan dari BNPB dan juga dari Politeknik Negeri Bandung. Sampai saat ini pihak Kejaksaan Negeri Amurang terus melakukan penyidikan yang lebih lanjut, dan akan di adakan pemanggilan dan penetapan tersangka sesuai putusan penyidikan.

”Jadi terhadap tiga tersangka ini kita menyangkakan melanggar pasal 2 dan 3 undang-undang tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999 yang sudah direvisi menjadi undang-undang nomor 20 tahun 2001,” jelasnya.

Di ketahui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengucurkan dana siap bencana sebesar Rp 15 miliar tahun 2016. Dengan pekerjaan kontruksi darurat pembuatan tembok pemecah ombak di Ranoiapo dengan anggaran Rp 5 miliar, selain itu dana tersebut di peruntukan untuk pekerjaan kontruksi darurat pembuatan tebing di Suluun dan pekerjaan tembok pengaman pantai Desa Ongkaw. (Friska)

iklan1
iklan1