Archive for: Februari 2018

Kabupaten Gorontalo Rawan Bencana

Husni Deka (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Daerah rawan bencana salah satunya adalah Kabupaten Gorontalo, sehingga perlu kewaspadaan bagi masyarakat apa lagi cuaca tak menentu. Dan hampir semua kecamatan rawan bencana sehingga kita perlu antisipasinya sejak awal, karena bencana kapan saja datang ungkapnya kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Husni Deka, Selasa (27/02/2018).

Deka berharap seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo setiap saat waspada, agar ketika bencana datang kita semua telah mengantisipasinya sehingga situasi apapun masih bisa kita kendalikan. Sehingga BPBD seluruh personilnya setiap saat siap sedia, namun tentunya dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat sangat diharapkan. (Rh).

Polres Boalemo Lakukan Operasi Keselamatan Awal Maret

A. Rahman (FOTO Suluttoday.com)

GORONTALO, Suluttoday.com – Menjaga keselamatan merupakan tanggung jawab bersama apa lagi dalam berkendaraan, sehingga jajaran polres dan instansi lainnya akan menggelar operasi keselamatan yang akan dilakukan tanggal 1-21 Maret 2018.

Penegasan tersebut lewat kasat lantas Polres Boalemo Provinsi Gorontalo, A. Rahman ketika diwawancarai diruang kerjanya pada, Selasa (27/02/2018). Menurut Rahman, operasi tersebut lebih pada menekan angka kecelakaan paling tidak bisa diminalisir, dalam operasi tersebut lebih pada meningkatkan kedisiplinan menggunakan kendaraan.

Operasi nanti bukan pada penindakan tetapi lebih pada sosialisasi untuk taat aturan dan menjaga keselamatan, jika ada kendaraan surat-suratnya kurang lengkap maka diingatkan agar melengkapinya kecuali kendaraan yang tak memiliki surat-surat apa pun itu langsung di tindak. (Rh).

Hadiri dan Sukseskanlah, Bedah Buku Penguasa Dinasti Han LELUHUR MINAHASA

Cover buku Leluhur Minahasa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Setiap orang pastinya berkeinginan untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah keluarga, garis keturunan ataupun silsilah keluarga. Weliam H. Boseke memiliki keyakinan yang sangat kuat dalam menghadirkan bukti dan fakta fakta baru tentang sejarah keturunan Leluhur Minahasa yang telah di Buku-kan.

Buku setebal 216 halaman yang berjudul “Penguasa Dinasti Han, Leluhur Minahasa” sejak diterbitkan telah menggemparkan sejumlah kalangan, baik lokal maupun Nasional. Saat ini sudah pada cetakan ke-2 Februari Tahun 2018 diperkirahkan akan menjadi buku paling laris Tahun ini.

Kemudian, berdasarkan jadwal akan dilakukan Seminar dan Bedah Buku kembali di Unsrat Manado pada pertengahan Tahun ini. Buku tersebut nantinya akan menjadi sebuah karya fenomenal yang diharapkan dapat meluruskan, mengenang dan mengetahui tentang perjalanan sejarah yang benar tentang Leluhur Minahasa.

Resensi Buku Judul: Penguasa Dinasti Han, Leluhur Minahasa Penulis: Weliam H. Boseke Penerbit: Pohon Cahaya, Yogyakarta ISBN: 978-602-5474-41-5 Tahun: 2018, cetakan ke-2 (Februari) ini tebalnya 416 halaman. bookpaper A5, penulis telah menguraikan tentang 3 sosok sentral yang selama ini dipahami oleh orang Minahasa yaitu Toar-Lumimuut-Karema yang sebelumnya menjadi tokoh-tokoh dalam Legenda Minahasa yang beredar. Penulis juga menekankan bahwa ketiga sosok tersebut adalah Manusia Histori dan bukanlah Manusia Mitos sebagaimana dipahami selama ini.

Dengan menggunakan pendekatan linguistik, penulis mendapatkan banyak kesamaan bahasa yang dipakai oleh organ Minahasa adalah berasal dari bahasa yang dipakai oleh bangsa Han di Tiongkok yang berbentuk mono sylable. Diharapkan akan menjadi bagian dari pendidikan sejarah anak cucu masyarakat Minahasa serta bagian penting sejarah Indonesia. Karena dalam buku ini menceritakan fakta-fakta sejarah jauh sebelum Indonesia Merdeka 1945.

Dimana masyarakat Minahasa adalah satu bagian masyarakat yang unggul sejak masa lampau hingga saat ini. Kiranya Weliam H. Boseke akan terus berkarya dalam konteks membuka jalan pikiran orang banyak tentang masa lampau Orang Minahasa yang nantinya akan mempengaruhi jalan untuk merawat Sejarah dan Budaya Orang Minahasa hingga anak cucu kita kelak.

Dengan menggunakan pendekatan linguistik, penulis mendapatkan banyak kesamaan bahasa yang dipakai oleh org Minahasa adalah berasal dari bahasa yang dipakai oleh bangsa Han di Tiongkok yg berbentuk mono sylable. Untuk diketahui, seminar bedah buku rencananya akan dilaksanakan Senin (5/3/2018), pukul 09.30 – 14.00 bertempat di ruang Seminar Lantai 6 Kalbis Institute, Jakarta Timur.

Bedah buku akan menghadirkan pembicara, diantaranya: Weliam H. Boseke selaku penulis, Prof. Dr. Perry Rumengan, MSn sebagai Etnomusikolog, dan Dr Benny E. Matindas, budayawan Minahasa dengan moderator Lily Widjaja yang juga peraih Golden Eagie Award. Tamkang University, Taiwan. Registrasi, bisa dikontak ke nomor 0813 5672 8052 atas nama Rita. [***]

Prof. Dr Grace Kandou: Saya Tidak Melakukan Plagiat

Prof Grace Kandou saat melakukan jumpa pers (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Beredarnya informasi simpang siur terkait dugaan melakukan plagiat yang diduga dilakukan Prof. Dr Grace Kandou, M.Kes yang adalah Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Selasa (27/2/2018) terjawab sudah.

Sebelumnya, tudingan yang dialamatkan kepada Prof Grace berdasarkan atas Surat Keputusan (SK) Rektor 1132 yang isinya menyebutkan Prof Grace melakukan otoplagiat karena dianggap mempublikasikan karya ilmiah sebagai syarat Guru besar secara ganda. Tuduhan itu dibantah Prof Grace, bahkan dirinya mengaku tidak melakukan otoplagiat maupun plagiat.

”Sedang berkembang kencang ke publik, bahwa saya yang sudah Guru Besar ini melakukan otoplagiat. Padahal tidak sama sekali, penerbitan jurnal dan bahan materi saat menjadi narasumber itu dua hal yang berbeda. Kemudian, dalam menyikapi itu saya disebut melakukan otoplagiat,” ujar Prof Grace di lantai 4 gedung FKM Unsrat.

Selain itu, Prof Grace secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya juga tidak melakukan praktek-praktek culas untuk mendapatkan gelar Guru Besar. Bahkan, berbagai tudingan miring dan hoax itu dinilainya sebagai cara-cara brutal yang merusak nama baiknya.

”Saya tidak melakukan plagiat, tidak sama sekali. Begitu pula dengan otoplagiat, dan kesempatan kali ini saya mau menyampaikan yang benar. Karena informasi akhir-akhir ini merugikan saya, keluarga dan nama baik FKM Unsrat tentunya,” kata Prof Grace.

Sementara itu, menurut Maxi Egetanan dosen FISPOL Unsrat Manado ada kejanggalan dalam proses seleksi bakal calon Rektor Unsrat. Apalagi soal interpretasi antara plagiat dan otoplagiat, hal itulah yang membuat salah satu bakal calon Rektor dianulir pencalonannya.

”Ada calon yang diputuskan tidak memenuhi syarat bagi saya hanya karena soal tafsiran plagiat dan otoplagiat, saya pikir ini hal terminologi saja. Kemudian, menyangkut sanksi yang diberikan kepada salah satu bakal calon Rektor yang tidak diloloskan hanya mengacu pada SK Rektor ini sangat ranci. Semestinya putusan PTUN menjadi pertimbangan Senat,” ujar Egetan.

Untuk diketahui, plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan / pendapat sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. (*/Redaksi)

Langgar Aturan BPJS,Tiga Perusahan di Minsel Teracam Izinnya di Cabut

Ferry Toar SE (FOTO Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang di pimpin Ferry Toar SE,telah mengantongi beberapa nama perusahan yang tidak mengikuti aturan BPJS Ketenagakerjaan bahkan berkas laporan nya sudah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan.

Diketahui Perusahan – perusahan ini tidak mentaati ketentuan yang di atur dalam undang undang ketenagakerjaan. Adapun nama – nama perusahan di Minahasa Selatan yang tidak mentaati aturan tersebut diantara nya, 1.PT.Tropica Cocoprima 2.PT. Putra Karangetang 3.PT.Tri Mustika. Dikatakan Toar,

“Selain ketiga perusahan ini ada juga beberapa perusahan yang akan menyusul,setelah melalui pemeriksaan tim dari BPJS,” tukas Toar pada media ini, Senin (26/02/18).

“Untuk pekerja suasta menurut Undang Undang ketenagakerjaan, 5 persen dari upah minimun dan 4 persen nya ditanggung oleh pemberi kerja atau yang punya perusahan, satu persen lagi dipotong dari pekerja itu sendiri,kalau perusahan tersebut melanggar ia akan terkena sangsi sampai pada pencabutan ijin atau pidana kurungan serta wajib membayar denda minimal 1 miliyar rupiah,itu menurut UU ketenagakerjaan nmr 40 thn 2004,” terang Kepala BPJS Minsel Ferry Toar. (Friska)

iklan1