Archive for: Maret 2018

AJI Manado Kecam Kekerasan Jurnalis di Ambon

AJI Kota Manado (FOTO Ist)

MANADO , Suluttoday.com – Momentum pemilihan kepala daerah (Pemilukada) di Provinsi Maluku tercoreng dengan aksi kekerasan dan intimidasi terhadap pers. Hal ini dialami oleh dua jurnalis di Kota Ambon saat menjalankan tugas, Kamis (29/3/2018).

Mereka adalah Abdul Karin Angkotasan yang merupakan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ambon dan Sam Hatuina, wartawan Rakyat Maluku, yang dilakukan oleh Calon Gubernur incumbent, Said Assagaff bersama beberapa orang lainnya. Kekerasan terhadap jurnalis dinilai AJI Kota Manado telah menciderai semangat kebebasan pers.

”Tindakan Cagub Kota Ambon ini kami kecam, karena melakukan kekerasan terhadap pers dan melanggar Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Ini jelas-jelas melanggar konstitusi. Dan demi keadilan serta demokrasi, AJI Manado mendukung upaya hukum, dimana para pelaku harus ditangkap dan diadili,” tegas Ketua AJI Manado, Yinthze Lynvia Gunde.

Sementara Sekretaris AJI Manado Fernando Lumowa menyatakan bahwa apa yang dilakukan Cagub Said Assagaf dan orang-orangnya terhadap Abdul Karin Angkotasan dan Sam Hatuina harusnya tidak terjadi. “Karena selain melanggar UU Pers, juga menciderai demokrasi. Kami mendesak aparat hukum untuk menangkal dan mengadili oknum-oknum tersebut agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tegas Lumowa.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Koordinator Divisi Advokasi, Asrar Yusuf yang mengecam keras tindakan tersebut mengatakan pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menegaskan bahwa, (1) Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

(2) Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran; (3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Lebih lanjut pada Pasal 18 UU yang sama berisi ancaman pidana bagi siapa saja yang melanggar ketentuan Pasal 4 UU Pers, khususnya Ayat (2) dan Ayat (3).

“Peran dan perhatian serius aparat kepolisian dalam menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis harus jelas. Agar segala bentuk kekerasan yang menimpa jurnalis yang sementara dalam tugas dan karya jurnalistiknya terlindungi,” tegas Yusuf.

Ia menambahkan ada ancaman pidana bagi setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan (3) dipidana dengan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp.500 juta.

Adapun kronologi tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis Ambon tersebut bermula saat korban bersama sejumlah wartawan lain sedang menulis dan mengolah bahan berita di salah satu rumah kopi, jalan Sam Ratulangi Kota Ambon. Di tempat yang sama, di meja yang lain, cagub petahana Said Assegaf bersama tim suksesnya juga berada di sana. Bahkan terlihat beberapa aparatur sipil negara (ASN)/ kepala dinas Pemprov Maluku ikut duduk di sisi meja tersebut.

Melihat pemandangan itu, salah satu jurnalis, Sam Hatuina mengambil gawai lalu memotret/ mendokumentasikan aktivitas cagub bersama tim sukses dan ASN tersebut. Menurut Abdul Karim, para pejabat yang duduk bersama calon gubernur itu diantaranya : Sekda Maluku Hamin Bin Taher.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ismail Usehamu, Kepala Dinas Pendidikan Saleh Thio, dan staf ahli Gubernur Maluku Husen Marasabessy serta beberapa pengurus partai politik pendukung. Mengetahui aktivitasnya direkam, staf ahli gubernur Maluku, Husen Marasambessy langsung mengintimidasi Sam untuk menghapus foto tersebut.

“He oce foto-foto apa? Ambil dia Hp itu la hapus foto-foto itu. Sabarang saja, hapus, polisi mana, polisi mana, ini bukan kampanye,” ujar Abdul Karim menirukan perkataan Husen berdialeg Ambon.

Tidak hanya stafnya, calon gubernur Maluku Said Assagaff juga ikutan mendesak Sam menghapus gambar tersebut.

“Kamu hapus foto itu, sapa suru kamu foto, ambil hp itu lalu hapus foto-foto itu dari dia hp banting akang saja,” seru sang Cagub.

Sembari itu beberapa pria berbaju preman menghampiri Sam dan merampas gawai serta mengintimidasinya. Bahkan memaksa korban membuka kunci tombol gawai miliknya dengam nada emosi. Melihak kejadian itu sejumlah wartawan datang mengampiri Sam.

Saat sejumlah jurnalis mulai berdiri melihat Sam diintimidasi, mendadak Abu Bakar Marasabessy alias Abu King memukul Ketua AJI Ambon sebanyak dua kali di bagian wajah.

“Beberapa oknum itu mereka terus mencoba dekati saya tapi gagal karna beberapa rekan jurnalis ikut melarai,” jelas Abdul Karim.

Atas kejadian ini Pukul 21.00 WITA, korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan dua laporan. Pertama penganiyaan dan kedua upaya menghalang-halangi kerja jurnalis. sebagimana ketentuan pidana Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (*/Cat)

Jepang Minta Tambahan Pekerja Magang Sulut

Salah satu siswa magang kerja yang siap diberangkatkan, Johan Wongkar (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sikap serta kerja keras yang ditunjukkan peserta magang kerja asal Sulawesi Utara, membuat perusahaan di Jepang meminta tambahan peserta. Hal ini disampaikan Pembina GAMBATTE INDONESIA, Medy M Lensun kepada Suluttoday.com Jumat (30/03/2018).

Menurut Lensun, saat ini tengah mempersiapkan 1 siswa yakni, Johan Aheng Wongkar untuk dikirim ke negeri Sakura Jepang. Selain itu ada peserta lain dari Sulawesi Utara kota Manado yaitu Bryand Johanes Timbuleng dan Rian Kantohe yang siap menjawab kebutuhan dari perusahaan Jepang.

Selain itu, pihak Gabungan Alumni Magang Jepang Berusaha Amat Tekun Taat, Enerjik (GAMBATTE) Indonesia juga mempersiapkan 12 generasi muda yang berpendidikan keperawatan untuk melanjutkan pendidikan bahasa, budaya Jepang, FMD dan lain sebagainya Dikesempatan yang sama GAMBATTE mengantar 12 siswa D3,S1 keperawatan dari Sulawesi Utara di Lembang untuk melanjutkan pendidikan bahasa,budaya Jepang, FMD dan lain sebagainya.

Lensun menjelaskan bahwa 11 siswa wanita dan 1 pria ini akan magang di rumah sakit Jepang selama 3-5 tahun. Lensun yang juga merupakan staf khusus gubernur Sulut bidang pembangunan generasi muda menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen dan berupaya menyediakan lapangan kerja di Jepang bagi pemuda pemudi Indonesia lebih khusus dari Sulawesi Utara yang ingin magang serta meningkatkan taraf hidup dan seiring dengan berjalannya program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan.(Cat)

Demi Kemanusiaan, Bapenda Sulut Sumbang Belasan Kantong Darah

Berlangsungnya donor darah (FOTOS Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Aksi peduli sesama dengan mendonorkan darah dilakukan jajaran Bapenda Sulawesi Utara belum lama ini. Alhasil, aksi kemanusian yang dilaksanakan di lobi instansi pengelola dana bagi pendapatan daerah tersebut, 13 kantong darah boleh dibawa pulang PMI untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kepala Bidang Retribusi dan PLL, Lukman Lapadengan yang turut menyumbangkan darahnya bahwa aksi donor darah ini sebagai bentuk tindakan kemanusiaan terhadap warga Sulawesi Utara yang membutuhkan.

“Semoga kantong darah yang dihasilkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat terkhusus masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Lapadengan kepada Suluttoday.com.

Sementara itu, Sekretaris Bapenda, Conny Kuhon menjelaskan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kesadaran di jajaran ASN dan THL, agar mau mendonorkan darahnya.

“Donor darah merupakan aksi kemanusiaan, karena setiap satu tetes darah yang didonorkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tandas Kuhon.(Cat)

Tak Gentar Ditetapkan Tersangka, Firasat Lapor Artha Graha ke Istana

Firasat Mokodompit bersama Wapres Jusuf Kalla (FOTO Ist)

MANADO, Sulutoday.com – Penetapan tersangka oleh Polda Sulut terhadap Firasat Mokodompit, SE atas laporan pencemaran nama baik, mendapatan perlawanan balik dari tokoh masyarskat Bolaang Mongondow (Bolmong) yang juga pemerhati sosial ekonomi ini.

Menurut Firasat, Jumat (23/3/2018) dirinya bersama Lawyer Irwan Lalegit, SH (Peradi Jakarta) telah menemui Wapres JK di Istana untuk menyampaikan laporan mengenai penyimpangan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Artha Graha, di wilayah Kabupaten Bolmong.

“Kami telah melaporkan kejadian itu ke Wapres dengan membawa laporan tertulis berupa bukti dan fakta lapangan mengenai penyimpangan sistemik KUR Artha Graha, karena diduga telah terjadi pidana penggelapan serta penipuan terhadap masyarakat Bolmong selang 2017-2018,” ujar Firasat.

Sebelumnya persoalan ini pernah diungkap di media sosial olehnya, sehingga pihak bapak angkat sebagai penyalur KUR Artha Graha melaporkan dirinya atas tuduhan pencemaran nama baik, ke Polda Sulut. Dalam laporannya kepada Wapres di istana, Firasat menjelaskan kronologi penyimpangan penyaluran KUR Artha Graha oleh oknum bapak angkat, Hanny Pontoh sebagai penyalur.

“Laporan secara lisan ke Wapres sudah disampaikan mengenai telah terjadi penyaluran kredit KUR yang tidak sesuai dengan akad,” kata Firasat.

Pada laporannya dijelaskan bahwa setiap nasabah yang mengajukan kredit 25 juta setelah dianggap layak dan telah menandatangani Akad Kredit antara Bank Artha Graha (BAG) dan calon nasabah, oleh bapak angkat dan agen kemudian mencairkan dana itu tapi sudah tidak sesuai dengan jumlah kredit yang tertera dalam akad.

“Kejanggalan ini disamping tanpa kwitansi, dana yang diserahkan pun hanya senilai 2 sampai 5 Juta, bahkan ada yg tidak terima sama sekali (Fiktif). Seperti yang dialami nasabah Hamid Mokoginta, warga desa Mondatong Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong, yang dananya diserahkan oleh Sangadi (Kepala Desa), dimana yang bersangkutan merasa tidak pernah menguasakan untuk mencairkan dana tersebut. Nilainya pun hanya 2 Juta, sedangkan pada rekening koran BAG tertera nilai pinjaman sebesar 25 Juta Rupiah,” tuturnya.

Dia mengaku tak gentar ditetapkan sebagai tersangka demi rakyat Bolmong, yang menurutnya patut dibela. Sebab mereka sudah dibodohi dengan jeratan hutang yang mereka sendiri tidak menikmati.

“Sebagai tersangka, saya akan proaktif dan tak akan lari kemana-mana, dan akan menghargai proses hukum di Polda maupun Kejaksaan, serta Pengadilan yg sedang berjalan. Saya siap lahir bathin dipenjarakan, tapi jika Hakim putuskan bebas karena tidak bersalah, maka pada saat itu pula saya minta Bank Artha Graha Manado ditutup dan akan melaporkan balik Hanny Pontoh di Polda Sulut,” sambungnya.

Pria aktivis PMI ini menambahkan, bahwa ini adalah pintu masuk membongkar kebobrokan penyaluran KUR Bank Artha Graha oleh pihak bapak Angkat yang telah merugikan rakyat secara sistemik. Kejadian ini telah dilaporkan kepada Bupati Bolmong Yasty Soepredjo Mokoagow, dan beliau sangat prihatin dengan kejadian ini. Wapres menurutnya, sempat menanyakan apakah ada komplain dari masyarakat penerima dana KUR ke pihak BAG, atau melaporkan yang dialami mereka ke pihak Kepolisian.

Menanggapi pertanyaan itu, kepada Wapres dia menjelaskan bahwa sudah beberapa kali LSM LAKI Sulut bersama 60 orang nasabah yang dirugikan melakukan demo ke Bank Artha Graha, OJK Sulut, serta Polda Sulut. Sehingga pihak BAG datang ke Kecamatan Poigar pada tanggal 24 Nopember 2017 (saya Hadir), dimana 60 orang nasabah yang hanya terima 5 Juta pada Juni-Juli 2017 disanggupi ditambah 9,8 Juta, jadi total yang diberikan cuma 14,8 Juta, dari yang harus dikembalikan 25 Juta ditambah bunga. (*/Redaksi)

Lumataw Gantikan Tatengkeng Jabat Ketua PPNI Manado

Mieke Kansil Tatengkeng (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Manado untuk periode 2018-2022 resmi dikomandani oleh Joike Lumataw S.Kep. Hal tersebut terangkum dalam musyawarah daerah PPNI Kota Manado yang digelar di Bapelkes Rabu (28/03/2018).

Lumataw sendiri memimpin organisasi perawat melalui pemilihan dan menggantikan Mieke Kansil Tatengkeng. Dalam sambutannya Ketua PPNI Kota Manado Periode 2012-2017, mengatakan bahwa apa yang telah dilaksanakan selama kepemimpinannya dapat diteruskan lebih baik lagi oleh pengurus baru.

Dalam kesempatan tersebut, istri tercinta dari mantan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, DR Djouhari Kansil MPd mengungkapkan rasa bersyukur atas kebersamaan yang indah yang sudah tercipta dengan baik selama kepemimpinannya.

Sembari berpesan, Tatengkeng pun menyatakan dan berdoa semoga dimasa yang akan datang PPNI Kota Manado lebih jaya serta lebih eksis.(Cat)

iklan1