ALWAN Kritisi Kejanggalan Muswil KAMMI Sulut

Alwan Rikun saat menyampaikan laporan panitia (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sulawesi Utara (Sulut) memang tak pernah kita dengar adanya polemik dan saling protes yang meruncing ke publik.

Kali ini berbeda, Alwan Rikun mantan Ketua MPW KAMMI Sulut memberikan kritik terhadap Muswil III PW KAMMI Sulut, diantara kritik disampaikan Alwan pada redaksi Suluttoday.com, diantaranya; menilai Pengurus PW KAMMI Sulut dimisoener tidak mengakui status AB3 dari Maslan Rikun.

Selain itu, kata Alwan beberapa agenda Muswil diduga kuat melahirkan kejanggalan. Problem tersebut, kata Alwan sangat mendasar bila tidak diperhatikan maka akan mempengaruhi pada status PW KAMMI Sulut kedepannya.

”Efeknya, ketika di Sulut tidak ada AB3 selama dua tahun kepengurusan, maka otomatis konstitusi mengajarkan kepada kita bahwa status PW terkait dikembalikan pada PW persiapan, atau bisa digabungkan dengan Provinsi terdekat untuk dijadikan PW penuh. Misalnya Gorontalo atau Sulteng atau Malut,” tegas Alwan.

Selain itu, Alwan menemui adanya diskriminasi kepada sala satu calon yang berstatus AB3. Padahal, Pimpinan Pusat KAMMI mengakui status keabsahan AB3, lucunya lagi, tambah Alwan Ketua wilayah demisioner dan pimpinan sidang pleno 4 tidak di akui di forum Muswil III adanya MPW sebagai peserta.

”Padahal peserta Muswil adalah MPW, PW dan PD. Ketika saya minta ijin bicara tidak diijinkan dan dipangkas hak bicaranya oleh Presidium sidang dan ketua PW dimisoner. Selanjutnya, Pengurus wilayah dimisoner tidak netral dalam Muswil ke-III ini, yang terindikasi mendukung sala satu calon,” tutur Alwan menutup. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1