Harga Daging Anjlok, Peternak Babi di SULUT Mengeluh

Tempat peternakan Babi (FOTO Suluttoday.com)

AIRMADIDI, Suluttoday.com – Beberapa Minggu terakhir ini, Peternak Babi di Minahasa, Minsel, Bitung, Tomohon mengeluh tetang semakin menurunnya harga Babi potong. Mulai dari harga 29 ribu/per kilo sampai 25ribu/perkilo.

Beberapa Peternak Babi Minahasa mengeluh akan turunnya harga daging babi yang sudah tidak sesuai lagi dengan biaya produksi babi. Meta Ruru peternak babi Sampiri Minahasa Utara mengeluhkan hal ini.

”Harga Babi Potong saat ini anjlok diangka paling rendah 25 ribu/kilogram daging babi. So Nyanda sesuai lagi dengan pengeluaran makan dan perawatan babi potong. Bisa dibayangkan saja harga konga padi sampai 2500/kilo dan harga milu giling sampai 4000/kilo belum lagi konsentrat dan obat-obat perawatan babi” ucap Ruru.

Ditambahkannya lagi harga ini sudah tidak sesuai dengan biaya produksi babi. Yang punya Modal besar mungkin bisa bertahan dalam bisnis ini, akan tetapi ada ratusan peternak babi yang modalnya kecil yang beternak hanya 20-50 ekor babi, pasti akan mengalami dampak negative dalam pengembangan bisnis peternakan babi.

Om Ronny Warga Tareran Minahasa Selatan mengelukan hal yang sama, bahkan mendesak pemerintah agar turun tangan dalam mengatasi permainan harga daging babi ini.

”Kami hanya peternak babi kecil, modal kecil menginginkan Pemerintah campur tangan dalam permainan harga ini, karena Peternak mengalami kerugian dan pemotong mengalami keuntungan besar,” ungkap Ronny warga Wiau Lapi Kecamatan Tareran Minsel.

Diketahui harga daging babi dipasar-pasar tradisional 50-60 ribu/kilogram daging babi. Keuntungan besar didapat oleh pemotong yang mendistribusikan daging babi di beberapa pasar tradisional dan swalayan di Manado,Tomohon, bitung.

Ronny menambahkan Jika ada persatuan para peternak babi, maka panen babi potong bisa ditahan dulu agar bisa disesuaikan dengan harga pasar saat ini. Peternak babi bisa mendesak Pemerintah agar bisa mengontrol harga babi yangdijual kemasyarakat Sulut dan daging yang dibeli oleh pemotong ke peternak babi, tegas Ronny Saat bertemu salah satu Pemotong/distributor daging babi di pasar tradisional (JL) alias John menjelaskan bahwa beberapa dari mereka hanya mengikuti harga beli pasar.

”Torang lagi Cuma iko harga di pasar, karena torang lei Cuma ada ba ofor pa orang laeng yang ada ba borong babi,” ungkap John.

Pemotong/distributor daging babi di pasar tradisonal juga hanya membeli ke pemasok babi yang diketahui tidak ada peternakan babi.

Sangat jauh perbedaan harga beli dan harga jual daging babi yang merugikan peternak babi Sulawesi Utara. Masyarakat Sulut merupakan konsumen terbesar daging babi di Indonesia. (Nathan)

iklan1
iklan1