GMMU Sulut: Kapolres dan Bupati Kasuba Segera Usir Napiter Muhajir dari Halsel

Brayen Putra Lajame saat diwawancarai wartawan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suttoday.com – Ketua Gerakan Mahasiswa Maluku Utara (GMMU) di Sulawesi Utara, Brayen Putra Lajame meminta Kapolres Halsel AKBP Irfan S.P. Marpaung SIK.,M.Si dan Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba, SP.d, MP.d agar segera mengusir narapidana terorisme MUHAJIR yang merupakan pelaku BOM Bali II dari tanah Halmahera Selatan.

”Kami juga meminta agar pihak polres halsel segera mengusut dalang intelektual oknum oknum yang sengaja mendatangkan pelaku bom bali II ini, dugaan saya jangan sampai setibahnya di obi kemudian beliau membuat kader kader militan untuk merealisasi aksi terror di berbagai daerah, mengantisipasi hal ini kami meminta secara tegas agar pihak keamanan dapat mempertimbangkan seruan kami,” ujar Brayen.

Disampaikannya juga bahwa seperti yang diketahui, saat ini TNI POLRI merupakan sasaran utama bagi para terorisme, kami menyayangkan ketika sudah terjadi sesuatu baru kita semua terbuka mata, karena itu pihaknya mengharapkan agar secara dini pihak TNI POLRI segera memulangkan nara pidana teroris tersebut ke kota asalnya.a

”Karena atas nama masyarakat obi kami menolak kedatangan beliau di tanah kelahiran kami. Kenyataan ini menjadi peringatan bagi jajaran Polri, TNI, pemerintah, dan semua elemen masyarakat untuk tetap waspada, sebab bahaya laten terorisme di Tanah Air belum tamat. Aksi biadab di Mako Brimob harus menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen bersama, bahwa bangsa Indonesia tidak boleh lengah dan kalah menghadapi ancaman terorisme,” tutur Brayen.

Brayen juga menegaskan, terkait deteksi dini harus bisa dilakukan aparat intelijen, terutama membongkar jaringan teroris, baik yang menjadi bagian dari jaringan global maupun jaringan di lingkup lokal. Melalui deteksi dini intelijen, aparat keamanan diharapkan bisa bergerak melakukan penangkalan sejak dini, untuk mempersempit ruang gerak penyebaran paham terorisme, serta menggagalkan setiap rencana aksi teror di Tanah Air.

”Terkait hal itu, terorisme tak bisa ditangkal dan dilawan dengan kekuatan senjata atau operasi militer. Terorisme juga tak bisa dibungkam dengan setumpuk aturan hukum, maupun melalui operasi intelijen dan antiteror. Semua itu hanya bisa melumpuhkan teroris dan segala manifestasinya yang telah muncul dan terdeteksi di permukaan. Terorisme dan radikalisme sebagai sebuah ideologi, akan lebih efektif jika dilawan dengan ideologi yang telah disepakati menjadi empat pilar utama, yakni NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, ditambah pemahaman agama yang tepat,” kata Brayen. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1
iklan1
iklan1
iklan1
iklan1
iklan1
iklan1