Archive for: Juni 2018

Perempuan Punya Peran Sentral dalam Pembangunan Daerah

Gubernur Hadiri HUT WKRI ke 94 di Tondano (FOTO Ist)

TONDANO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menyadari akan peranan sentral ibu-ibu bagi kemajuan Bumi Nyiur Melambai di segalah aspek terlebih aspek ekonomi sangat diperluhkan. Bahkan untuk di Sulawesi Utara, peranan perempuan bagi kemajuan daerah memang sangat menonjol.

Hal ini dapat dilihat dengan kedudukan perempuan baik sebagai Bupati,  pejabat dilingkup pemerintahan propinsi, Kabupaten dan Kota sampai ke tingkat kelurahan dan desa, juga di bidang pendidikan  kepala perguruan tinggi (rektor).

Pernyataan Dondokambey disampaikan hari ulang tahun ke 94 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang dilaksanakan di Stadion Unima Tondano, Sabtu (30/6/2018) pagi. Dalam sambutannya Gubernur mengharapkan agar momentum ini dapat dijadikan sebagai berkhat bagi sesama terlebih bagi kemajuan daerah Sulawesi Utara.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat bersyukur karena keterlibatan perempuan dalam meningkatkan peran serta di setiap kegiatan yang ada di pemerintahan maupun di tengah- tengah masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. Dalam bidang ekonomi kita mendapatkan nilai yang sangat positif. Pertumbuhannya, baik angka kemiskinan, dalam pemberantasan kemiskinan, program ODSK, nah disini peran para ibu sangat penting,” sahut orang nomor satu di Sulawesi Utara.

Tak lupa dalam menyambut HARGANAS (Hari Keluarga Nasional), Gubernur mengajak keaktifan ibu-ibu dalam menyukseskan kegiatan tersebut, serta menonjolkan bagaimana peran keluarga Sulawesi Utara dalam membangun bangsa Republik Indonesia.

“Bagaimana keluarga sejahtera yang ada di tengah-tengah masyatakat Sulawesi Utara. Di situlah peran seorang ibu dalam menata kehidupan anak anaknya untuk menjaga Republik Indonesia kita kedepan,” lanjutnya.

Dondokambey juga mengingatkan kepada seluruh hadirin bahwa Pemerintah Sulawesi Utara akan terus membangun sinegritas dengan gereja-gereja terlebih khusus dengan umat Katolik yang ada di Sulut.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan bekerja sama terus dengan gereja, tentunya dengan organisasi Katolik dan juga tentu organisasi Wanita Katolik. Pemerintah Provinsi akan mensuport semua kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh WKRI ini,” kata Gubernur dihadapan delapan ratusan ibu-ibu Katolik yang hadir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sulawesi Utara, Edwin Silangen, Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estepanus Rolly Untu, MSC, Rektor Unima serta seluruh jemaat Katolik. (Cat)

Sendoh Buka Perkemahan Remaja GMIM

Sendoh menyerahkan bantuan untuk Perkemahan Remaja GMIM (FOTO Suluttoday.com)

TATELU, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulut, Marlon M Sendoh SH MSi, Jumat (29/06/2018) kemarin, menghadiri sekaligus membuka perkemahan Remaja GMIM yang berlangsung di Tatelu Rondor, Minahasa Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan remaja GMIM merupakan kader generasi muda yang menjadi harapan keluarga, daerah dan bangsa di masa mendatang. Sendoh menekankan pada karakter dan mental spiritual para remaja yang ditempa dengan baik sejak masa muda akan menghasilkan generasi yang berkualitas sebagai calon pemimpin dimasa mendatang.

“Sudah selayaknya jika masa remaja mereka mendapatkan bimbingan yang benar dari Gereja dan lingkungan dengan semangat Torang Samua Ciptaan Tuhan,” ujarnya sembari mengingatkan para remaja untuk peka dan menghindar paham radikalisme yang akhir – akhir ini mengancam keberadaan dan persatuan Pancasila dan NKRI.

Pada kesempatan tersebut, Sendoh juga menyerahkan bantuan dari Gubernur sebesar Rp 50 juta yang diterima langsung oleh Ketua Panitia Perkemahan, Netty A Pantouw dan disaksikan Ketua Remaja GMIM, dr Mikha Paruntu.(Cat)

TP-PKK Sulut Mantapkan Persiapan HARGANAS

Ketua TP PKK Sulut saat memimpin rapat (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 2-7 Juli 2018 di Sulawesi Utara khususnya Manado menjadi perhatian serius bagi TP-PKK Sulut. Bertempat di Gedung TP-PKK Kantor Gubernur (29/06/2018) Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan selaku Ketua TP PKK Sulut memimpin rapat dan mengajak kepada semua anggota agar memperhatikan tanggujawab yang diberikan dari pusat kepada PKK Sulut.

Berdasarkan pembagian tanggungjawab yang disepakati bersama dengan panitia pusat, TP-PKK Sulut mendapat bagian untuk mempersiapkan menu sarapan pagi Presiden RI pada tanggal 7 Juli nanti berupa Bubur Manado.

Sejalan dengan itu, Ketua TP-PKK mengajak kepada anggota yang hadir agar melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP-PKK DR. Kartika Kandouw Tanos serta anggota dan panitia TP-PKK Sulut.(Cat)

Christal Warnai Lebaran Ketupat

Kebersamaan Christiano Talumepa dengan masyarakat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Keberagaman yang mempersatukan begitu nampak jelas saat umat Nasrani mengunjungi dan turut bersama merayakan Lebaran Ketupat yang dihelat umat Muslim pasca Idul Fitri. Hal tersebut menjadi warna bagi indahnya toleransi umat beragama di Kota Manado yang disebagian wilayah merayakan Lebaran Ketupat Sabtu (30/06/2018).

Momentum tersebut semakin bersinar saat Christiano Talumepa (Christal) yang disebut calon kuat memimpin Kota Manado turut membaur bersama warga yang merayakan. Talumepa mengatakan kepada media ini bahwa bersahabat dan menjalin kebersamaan tanpa merasakan sebuah perbedaan merupakan hal yang wajib dimiliki setiap insan manusia.

Dan penuh bersahaja Talumepa pun bersilahturahmi dengan para tokoh Muslim dan warga yang tengah merayakan Halal bi Halal atau yang lebih dikenal dengan Lebaran Ketupat. Dengan penuh kerendahan hati mantan Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ini pun berterima kasih atas jamuan dan mengharapkan jalinan kasih tersebut dapat berlanjut di tahun-tahun ke depan.(Cat)

ARUS BALIK PASCA PEMILUKADA

Donar Taluke S.IP.,M.Si (FOTO Suluttoday.com)

Oleh : Donar Taluke S.IP.,M.Si

Kalau anda berpikir, arus mudik dan arus balik hanya ada saat Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Anda keliru. Ternyata, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) juga menciptakan adanya arus mudik dan arus balik dari dan ke berbagai daerah di Indonesia.

Kenapa adanya arus mudik dan arus balik dalam Pemilukada? Karena Pemilukada mampu menarik hati pemilih atau warga tertentu, untuk pulang kampung/desa atau pergi ke wilayah tertentu, dengan satu alasan utama, “ingin mendukung dan memenangkan salah satu calon yang disukai atau dicintai”.

Puncak arus mudik dan arus balik, biasanya terjadi pada 1 minggu atau pada H-1 pelaksanaan dan pasca pemilukada. Pergerakan arus mudik, bisa dan akan selalu mengubah konstalasi politik lokal. Karena mereka yang mudik saat pemilukada bukanlah orang biasa. Tapi mereka adalah orang biasa yang telah menjadi hebat, karena kedudukan atau jabatan, kekuatan ekonomi, ketokohan atau karena jenjang pendidikan (sarjana, magister, doktor atau profesor).

Kalau saat hari raya keagamaan, kemacetan jalan raya menjadi hal yang ditakuti atau keluhkan. Maka hal yang perlu diwaspadai dan sangat membahayakan dalam pemilukada adalah arus mudik dan arus balik politik pasca pemilukada. Bagi ASN/PNS yang ketahuan mendukung calon yang kalah, bersiaplah mudik jabatan. Pengusaha yang terbukti mendukung calon yang kalah, bersiap juga untuk mudik pekerjaan.

Namun, ASN yang ketahuan mendukung calon terpilih, bersiaplah balik pada jabatan yang sama atau balik dipromosikan/naik jabatan. Selanjutnya pengusaha yang terbukti telah membantu calon terpilih, bersiap-siap untuk balik mendapat jatah pekerjaan atau bisa jadi tambah banyak proyek yang akan dikerjakan. Tetapi politik selalu dinamis.

Arahnya kadang berubah drastis disaat pemilukada telah dimenangkan calon tertentu. Mereka yang hari kalah, karena mendukung calon yang gagal. Bisa jadi, mereka dapat memenangkan pertarungan dalam perebutan kekuasaan pasca pemilukada. Atau bisa saja, mereka yang hari ini kalah, lebih sukses dan menikmati manfaat dan gizi dari kekuasaan. Kemudian mereka yang hari ini merayakan kemenangan, akan mengutuk rezim yang berkuasa, karena kalah dalam perebuatan atau penentuan kedudukan atau tidak punya posisi atau pengaruh dalam kekuasaan. Atau bisa jadi, anda akan menghujat rezim yang anda menangkan, karena alasan ini dan itu.

Untuk itu catatan penting bagi kita semua. Jika hari ini, anda berada pada posisi kalah, janganlah sesali atau putus asa, apalagi menyalahkan orang lain. Atau jika hari ini, anda pada posisi menang, maka janganlah sesumbar atau takabur merayakan kemenangan secara berlebihan dan mengganggap rendah orang lain. Karena bumi masih terus berputar dan arah politik selalu bergerak dinamis dan penuh dengan dinamika. Nikmatilah dan teruslah berjuang bersama-sama, untuk kebaikan semua umat ciptaan Tuhan. (***)

iklan1