Mendagri Ingatkan Pemilih Pilkada Gunakan Hak Pilih

Tjahjo Kumolo (FOTO Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Pada 27 Juni nanti, hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 171 daerah termasuk di Sulawesi Utara bakal dilaksanakan. Tingkat partisipasi pemilih menjadi salah satu kunci kesuksesan Pilkada.

Karena itu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melalui rilis resmi kementrian yang diterima media ini Selasa (19/06/2018) mengingatkan warga yang sudah punya hak pilih, agar menggunakan hak pilihnya. Ia pun berharap, pemilih yang tengah di luar daerah asalnya, saat pemungutan suara bisa kembali untuk menunaikan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing. 

“Saya berharap dan juga mengingat pemilih yang ada di luar daerah pemilihannya  dapat kembali ke daerah asal untuk menunaikan hak pilihnya di Pilkada yang akan berlangsung tanggal 27 Juni ini,” kata Tjahjo, di Jakarta, kemarin. 

Tidak lupa ia juga mengingatkan, para pemilih yang sudah merekam tapi belum mengantongi KTP el, agar meminta surat keterangan ke Dinas Kependudukan setempat. Begitu juga dengan para pemilih pemula yang nanti pada 27 Juni telah berusia 17 tahun, agar bisa merekam datanya, dan meminta surat keterangan.

Pemerintah akan berupaya keras menjamin hak pilih warga. Dan ia sebagai Mendagri telah mengintruksikan jajaran Ditjen Dukcapil dan juga Dinas Dukcapil di daerah tetap membuka layanan di hari libur. 

“Partisipasi pemilih menjadi salah satu kunci kesuksesan Pilkada, saya berharap masyarakat pro aktif,” katanya. 

Tjahjo juga yakin, KPU dan jajarannya telah bekerja keras mensosialisasikan Pilkada. Pun Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) beserta jajarannya di daerah. Ia juga optimistis, meski Pilkada kali ini aromanya sudah berbau pemilihan presiden, tapi dalam pelaksanaan bisa berlangsung aman dan damai. Aparat keamanan khususnya Polri dan TNI akan menjamin situasi keamanan di daerah yang menggelar Pilkada. 

“Mari kita ciptakan Pilkada yang damai dan bermartabat. Pilkada yang bebas dari praktek politik uang, karena itu adalah racun demokrasi. Pilkada yang benar – benar melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, yang mampu menggerakkan dan memajukan daerahnya,” kata Tjahjo. 

Serta yang tak kalah penting hindari politik ujaran kebencian. Kampanye hitam dan fitnah. Jadikan Pilkada kali ini sebagai momentum menguatkan konsolidasi demokrasi. Sehingga kontestasi yang berlangsung benar-benar bermartabat.  “Hargai perbedaan pilihan politik. Jangan ada intimidasi. Tunaikan hak pilih berdasarkan hati nurani. Pilkada harus menghadirkan suasana yang riang gembira. Bukan kemudian malah kontestasi yang menakutkan,” kata Tjahjo.  Tidak lupa Tjahjo juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Ia pun sebagai pribadi dan juga  mewakili seluruh jajaran di Kementerian Dalam Negeri memohon maaf lahir dan batin. ” Selamat Idul Fitri bagi seluruh umat Islam dimana pun berada. Minal Aidzin Wal Faidzin, saya sebagai Mendagri mohon maaf lahir dan batin, semoga spirit Idul Fitri bisa terbawa dalam kehidupan kita masing-masing,” ujarnya.(*/Cat)

iklan1
iklan1