BAHAYA Gratifikasi Kepung Unsrat, LSM Kembali Demo di KPK

    Kompak para pendemo berada di depan kantor KPK (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Secara faktual meski telah usai Pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, hal itu bukan berarti mengakhiri segala polemik hukum yang diduga mendera Unsrat saat ini. Buktinya, masih ada LSM yang menyuarakan adanya dugaan korupsi dan gratifikasi yang terjadi di Unsrat.

Buntut dari polemik itu, Jumat (22/6/2018) Lembaga Pengawas Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LPI Tipikor) Sulawesi Utara (Sulut) sebagai LSM yang konsen pada isu-isu korupsi mengepung kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Ristekdikti di Jakarta. Dengan menyampaikan tuntutan seperti disampaikan Albert Montolalu, Ketua LPI Tipikor Sulut menyampaikan sejumlah hal penting yang wajib diusut penegak hukum.

”Kami meminta dan mendesak agar dituntaskan dugaan Gratifikasi di Unsrat yang diduga ada ungsur korupsi dari proyek Laburatorium MIPA Universitas Samratulangi Manado Tahun 2014,” tegas Montolalu seperti dikutip dari Riauandalas.com.

Sebagaimana diketahui, para demonstran memabwa spanduk berukuran besar dengan bertuliskan LPI TIPIKOR RI Sulawesi Utara ”Tuntaskan Korupsi Proyek Laburatorium MIPA Sam Ratulagi Manado tahun 2014”. Dimana, dari proses tersebut diduga ada bau korupsi.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Umum LPI Tipikor RI Aidil Fitri, SH memberi ketegasan agar pihak penegak hukum mengusut tuntas atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dan tuntutan anggotanya tersebut.

LPI Tipikor saat melakukan demonstrasi (FOTO Ist)

Lanjutnya, tim penyidik KPK atau Kejaksaan, kepolisian untuk turun melakukan lidik terhadap apa yang di sampaikan oleh pengiat sosial yang bergerak untuk mengawasi tentang kebijakan publik supaya penggunaan uang negara atau uang rakyat bisa tersalurkan dengan benar.

”Apabila ada temuan yang merugikan Negara, kami meminta diusut tuntas, tanpa kompromi dan diskriminasi, sampai ke meja hijau biar ada rasa keadilan buat rakyat Indonesia khususnya untuk rakyat di Sulawesi Utara,” tegasnya. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1