Selamat Datang Gubernur Baru Malut, AHM-Rivai Pemenang

Hasil hitungan cepat KPU (FOTO Suluttoday.com)

MELEWATI proses yang panjang dimana kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Maluku Utara (Malut) tanggal 27 Juni 2018 sebagai entitas penting yang tercatat dalam lembar sejarah pembangunan daerah yang dikenal dengan sebutan Jazirah Al-Mulk (Negeri Para Raja) ini. Berbagai dinamika dilalui, suka duka hingga senyum bahagia terpancar dari para calon Kepala Daerah Malut, hasilnya masing-masing relatif menggembirakan.

Berdasarkan hasil hitungan cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Portal Publikasi Pilkada dan Pemilu Indonesia yakni Info Pemilu KPU. Untuk Pilgub Maluku Utara, posisi Ahmad Hidayat Mus (AHM)-Rivai Umar Nomor Urut 1 meraih suara terbanyak dengan perolehan 31.82% dari jumlah 2137 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan yang terhitung 2118, berarti sekitar 12 TPS yang belum masuk. Data yang masuk 99.11%, dilain pihak terpancar kegembiraan dan kesedihan dari para tim pemenang saat menyambut hasil sementara tersebut.

Sementara Abdul Gani Kasuba (AGK)-M. Al Yasin Ali menempatkan posisi kedua dengan raihan suara 30.40% suara. Sesuai data tersebut diprediksikan pasangan calon AHM-Rivai akan memenangkan kompetisi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Tugas selanjutnya ialah mengingatkan, memproteksi dan mengajak masyarakat mengawal secara bersama-sama sampai pada tahapan perhitungan manual KPU Provinsi Maluku Utara dilaksanakan.

Sebagai wujud sportifitas, ada Paslon yang juga ikut bertarung dalam Pilgub 2018 ini memberikan ucapan selamat kepada AHM-Rivai yang dinilai telah memenagkan Pilgub kali ini. Selain capaian tersebut warga Maluku Utara dihimbau menjaga kondusifitas keamanan agar seluruh rangkaian kerja-kerja penyelenggara Pemilu di Maluku Utara bekerja hingga selesai.

Hasil ini pun dapat ditarik sebagai konklusi sementara, bahwa Provinsi Maluku Utara akan dipimpin Gubernur baru. Kiranya kemenangan Paslin AHM-Rivai menjadi kemenangan masyarakat Maluku Utara secara keseluruhan. Capaian itu diharapkan berjalan paralel dengan kerja-kerja pemimpin daerah ini kedepannya.

Berhenti saling bully, mengadudomba, menjatuhkan antar sama atau mendramatisasi situasi baik di Medsos maupun di dunia nyata. Berikanlah kesempatan kepada KPU agar dapat menyelesaikan kerjanya, jangan ganggu lembaga penyelenggara Pemilu dalam menjalankan kerja-kerjanya. Tunjukkan jati diri kita sebagai masyarakat Maluku Utara yang cerdas, taat aturan dan tidak bersikap mendahului keputusan institusi berkompeten.(***)

 

 

Amas Mahmud
Redaktur Suluttoday.com
iklan1
iklan1