Archive for: Juni 2018

Punuh: Kegiatan Sekolah harus Ikuti Kalender Pendidikan

Liesje Grace L Punuh (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulawesi Utara, Dr Liesje Grace L Punuh M.Kes meminta pihak sekolah mematuhi aturan dan penyelenggaraan program belajar mengajar sesuai kalender pendidikan.

“Kegiatan sekolah harus ikuti kalender pendidikan,” tegas Punuh kepada media ini Jumat (1/6/2018).

Dan guna mempertegas hal tersebut Punuh mengeluarkan surat edaran nomor 800/DIKDA-01/215/2018 tentang Pelaksanaan Kalender Pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara. Surat edaran ino ditujukan ke Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB.

Selain mewajibkan pihak sekolah menengah atas dan sederajat melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai aturan yang ada, Punuh menandaskan bahwa kegiatan yang tidak sesuai tak dibenarkan apalagi tanpa ada persetujuan dari dinas.

“Kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan untuk dilaporkan untuk diberikan persetujuan,” tandas mantan Kepala Dinas Sosial Sulawesi Utara ini.

Punuh menambahkan bahwa kalender pendidikan sudah disesuaikan dengan libur sekolah, libur nasional dan cuti bersama serta kegiatan evaluasi semester dan ujian akhir sekolah.(Cat)

Wowiling Turunkan Tim Atasi Dugaan FB di Kotamobagu

Kepala Distanak Turun Langsung Memantau di Lokasi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan langsung proaktif dalam membantu kabupaten dan kota yang mengalami gangguan termasuk Flu Burung (FB). Salah satunya adalah penanganan kasus dugaan flu burung di Kotamobagu.

“Sejak terlapor adanya kematian ayam, tim Distanak langsung mengadakan koordinasi dengan tim Dinas Kota kotamobagu,” ukar Novri Wowiling kepada media ini Jumat (01/06/2018) pagi.

Informasi yang dirangkum, Rabu (30/5/2018) puluhan unggas ayam dan Itik milik warga Lingkungan IV, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, ditemukan mati mendadak. Lebih lanjut Wowiling yang memimpin Tim distanak langsung mengatakan bahwa pihaknya melakukan beberapa kegiatan di lapangan antara lain surveilance terhadap ayam yang mati.

“Dari hasil surveilance tim dan pemeriksaan bangkai ayam dari ciri-ciri ayam mati sementata disimpulkan bukan flu burung. Mamun untuk memastikan lebih lanjut masih perlu pendalaman pemeriksaan untuk sebuah kesimpulan yang pasti,” ujarnya.

Ditambahkan Wowiling juga melakukan tindakan lain seperti membasmi virus dengan desinfektan di lokasi kandang yang mengalami kematian ayam, melakukan penguburan ayam yang mati dan atau pembakaran bangkai.

Diungkapkan Wowiling bahwa tim juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang beberapa hal yakni jika ada ayam yang mati jangan dimakan tapi langsung di kubur. Kabarnya pekan depan, tim akan turun kembali untuk melakukan vaksinasi.(Cat)

Bau Korupsi Menyengat, LSM Transparansi Sulut Siap Seret Dantje Lulao ke KPK

Dantje Lulao, ST.,MT (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terendus dari kerja yang tidak beres, kuat dugaan hal itulah yang mendorong LSM Transparansi Sulawesi Utara (Sulut) mengancam akan melaporkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dantje Lulao, ST.,MT ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI). Rencana itu disampaikan Ilham Donald Pakuku, S.IP, selaku Ketua Umum LSM Transparansi Sulut saat diwawancarai media ini, Jumat (1/6/2018).

Menurut Pakuku yang juga jebolan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado itu atas pekerjaan yang menyedot uang rakyat, namun pengerjaan proyeknya terkesan asal-asalan dan akibat praktek tersebut akan merugikan publik. Itu sebabnya, pihaknya berencana akan melaporkan Pejabat Pembuat Komitmen Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XV, PPK 16 yang membawahi Wilayah 3 Kabupaten Talaud Dantje Tulao ke KPK.

”Kami dalam waktu dekat akan melaporkan Balai Pelaksana Jalan Nasional BPJN XV PPK 16 PJN Wilayah 3 Kabupaten Talaud yakni Bapak Dantje Tulalo ke KPK dan Kejaksaan Agung. Karena dalam temuan LSM Transparansi Sulawesi Utara mengendus ada korupsi dalam proyek pekerjaan Pelebaran jalan Esang Rainis dan proyek pekerjaan rekonstruksi jalan lingkar Miangas tahun 2017 dengan anggaran Rp 92 Miliar dan indikasi kerugian negara hampir capai Rp 24 Miliar,” ujar Pakuku tegas.

Lanjut disampaikan Pakuku karena diduga pekerjaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknik oleh PT. Mawatindo Road Construction dan PT. Mandiri Bhakti Majene. Pakuku menegaskan kalau pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti untuk kemudian diserahkan ke KPK dan Kejaksaan Agung. (*/Redaksi)

iklan1