Kunjungi Unsrat, Ketua KPK Bicara Soal Dugaan Korupsi Laboratorium Fakultas MIPA

Ketua KPK didampingi Dekan Fakultas Hukum dan salah satu Wakil Rektor (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menarik, saat mendatangi kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dalam agenda menghadiri Seminar Nasional bersama antara Fakultas Hukum (FH) Unsrat dengan KPK, Rabu (8/8/2018) juga dititipkan beberapa hal penting.

Diantaranya, dihadapan wartawan tak hanya Raharjdo menjelaskan tugas KPK yaitu supervisi dan koordinasi, pencegahan, penindakan dan monitor. Dan kunjungannya di Unsrat adalah bersifat dalam rangka pencegahan, menyebar luaskan pengetahuan bagaimana Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Raharjdo juga sepakat penindakan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersandung Tipikor.

“Khusus Pegawai Negeri yang sudah Inkrah, yang sudah koruptor, mestinya ada hukuman yang sesuai dengan aturan dan perudang-undang yang berlaku dan segera dilakukan,” ujar Raharjo.

Tak hanya itu, Raharjo saat ditanya wartawan soal dugaan korupsi Laboratorium (Lab) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat menyampaikan akan melakukan pengecekan kasus ini.

“Salah satu (Lab FMIPA Unsrat) yang telah dilaporkan nanti kita pelajari. Apakah pelanggaran keuangannya itu ada, apakah pelanggaran kerugiannya itu cukup besar,” tuturnya dan memastikan laporan yang masuk tentang Lab FMIPA Unsrat akan ditangani sesuai kewenangan KPK.

Ditambahkannya lagi bahwa terkait kasus FMIPA Unsrat berbandrol Rp18 Miliar yang sudah ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) sejak tahun lalu dan dinilai lamban penanganannya. Ditanya apakah bisa di supervisi oleh KPK, dijelaskannya.

“Selanjutnya, KPK bisa mendapati informasi dan setelah itu naik ke penyidikan. Makanya kita memperkenalkan aplikasi yang namanya elektronik, namanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan. Dan itu diisi oleh teman-teman di Polres, Polda dan Kejari, Kejati,” tuturnya.

“Saya perlu melihat apakah data itu sudah masuk atau belum. Kalau sudah masuk, apakah sudah masuk penyidikan atau belum, karena kalau belum masuk biasanya belum termonitor. Kalau memang ada informasi seperti itu nanti ada Korpsus Penindakan KPK yang akan menfollow-up, menanyakan akan kasus itu, apalagi kalau kasus itu sudah berbandrol Rp18 Miliar,” ujarnya menutup.

Terkait kegiatan ini, menurut Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Dr Flora Kalalo menyebutkan bahwa momentum pengembangan kerjasama antara Fakultas Hukum Unsrat dengan KPK yang sudah berlalu sejak 2011.

”Kami harap kedepan hubungan ini terus bisa terjaga. Ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi FH Unsrat bisa dihadiri langsung oleh Ketua KPK,” ujar Kalalo.

Ia berharap kegiatan ini bisa berdampak baik bagi Perguruan Tinggi. ”Sesuai dengan tema kami, kami harap kegiatan ini dapat membuat kita semua bebas dari korupsi,” tutup Flora Kalalo dalam sambutannya.

Seminar ini mengambil tema: Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Perguruan Tinggi (Kampus)” dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-60, FH Unsrat. Ketua KPK dalam kehadirannya disambut Dekan FH Unsrat Dr Flora Kalalo serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Ronny Maramis. Sayangnya, hingga acara selesai tidak terlihat Rektor Prof Dr Ir Ellen Kumaat. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1