Archive for: September 2018

Tumundo: Wanita Pengusaha Generator Penggerak Perekonomian

Erny Tumundo (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Wanita mempunyai peranan penting dalam kehidupan perekonomian terlebih jika yang bersangkutan terjun langsung dalam kegiatan usaha. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erny Tumundo mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey pada Rapat Kerja Daerah III Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) di Hotel Lion Manado Jumat (28/09/2018) pagi.

“Wanita pengusaha generator penggerak perekonomian,” ujarnya.

Penyampaian Tumundo senada dengan tema yang diangkat dalam pertemuan tersebut yakni ‘Meningkatkan peluang wanita pengusaha Sulawesi Utara menjadi pelopor kewirausahaan di Indonesia’. Dan dalam tantangan menciptakan lapangan kerja, wanita-wanita hebat di Sulawesi Utara ditantang untuk semakin melengkapi diri.

“Yang tergabung dalam IWAPI ditantang untuk melengkapi diri serta menciptakan keunggulan comparative adventage dan competitive adventage,” tandas Tumundo.

Ditambahkan Tumundo bahwa tuntutan tersebut harus disikapi dengan bijak oleh seluruh wanita pengusaha dan senantiasa berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam membangun daerah Sulawesi Utara.

Penegasan pun diutarakan oleh Ketua DPD IWAPI Sulut, Noviaty bahwa bersama Pemerintah, wanita-wanita pengusaha siap mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berbasis bahan baku lokal. Turut hadir dalam pertemuan tersebut hadir Ketua Ikatan DPP IWAPI, Dyah Anita Prihapsari yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Moudy L Pattynama, Kadin dan anggota DPC IWAPI se Sulawesi Utara.(Cat)

6 Perusahaan Terima Penghargaan Siddhakarya 2018

Kadisnakertrans berfoto bersama penerima penghargaan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan penghargaan kepada 6 perusahaan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas sampai mencapai standar of excellence in quality. Bertempat di Ball Room Hotel Arya Duta Manado Selasa (25/09/2018), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Ir Erny Bhayangkarita Tumundo MSi menyerahkan Penghargaan Siddhakarya kepada 3 perusahaan kecil dan 3 perusahaan menengah.

Menurut Tumundo, keenam perusahaan dinilai layak menerima setelah mendapat penilaian tim dari 31 perusahaan lainnya. Lebih lanjut Tumundo, perusahaan-perusahaan yang menerima penghargaan ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Utara nomor 357 tahun 2018 tanggal 19 September.

Dirangkum harian ini keenam perusahaan didominasi perusahaan bergerak di bidang pengolahan ikan. Untuk usaha kecil penerima penghargaan adalah UD Sederhana III /Manado, UD Lyvia / Manado dan UD Harvest 77 /Bitung. Sedangkan untuk usaha menengah yang menerima penghargaan adalah PT Sari Usaha Mandiri/Bitung, CV Puro Bitung Gemilang dan UD Berdikari Minsel.(Cat)

Dewan Pengurus KORPRI Sulut 2017-2022 Dilantik

Prosesi penyerahan Pataka Korpri (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dewan Pengurus KORPRI Nasional Dr Ir Bima Haria Wibisana MSIS melantik dan menyerahkan Pataka kepada Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Provinsi Sulut masa bakti 2017-2022 terpilih yakni Edwin H Silangen SE MS. 

Bertempat di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara Selasa (25/09/18) siang 20 personil Korpri yang terpilih mengambil sumpah di hadapan Gubernur Olly Dondokambey (OD), Wakil Gubernur Steven Kandouw, dan Ketua DPRD Provinsi Andrei Angouw. Berikut Susunan Personalia Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Sulawesi Utara Periode 2017-2022  1. Ketua : Edwin H. Silangen, SE, MS.  2. Wakil Ketua I : Drs. Edison Humiang, M.Si.  3. Wakil Ketua II : Muhamad R. Mokoginta, S.E, MTP. 

4. Ketua Bidang Administrasi : Dr. Femmy J. Suluh, M.Si.  5. Ketua Bidang Keuangan : Asiano G. Kawatu, S.E, M.Si.  6. Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan : Glady N. L. Kawatu, S.H, M.Si.  7. Ketua Bidang Pembinaan Disiplin, Jiwa Korsa dan Wawasan Kebangsaan : Drs. Meiki M. Onibala, M.Si.  8. Ketua Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya : dr. Liesje G. I Punuh, M.Kes.  9. Ketua Bidang Pengendalian : Praseno Hadi, Ak. M.M. 

10. Anggota Bidang Usaha dan Kesejahteraan : Ir. Jenny Karouw, M.Si. 11. Anggota Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya : Dr. Rinny Tamuntuan.  12. Anggota Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya : Ferry R. J. Sangian, S.Sos  13. Anggota Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya : Marlon M. Sendoh, S.H, M.Si.  14. Anggota Bidang Kerohanian, Olahraga, Sosial dan Budaya : dr. Kartika D. Tanos, MARS. 

15. Anggota Bidang Pembinaan Disiplin, Jiwa Korsa dan Wawasan Kebangsaan : Evans S. Liouw, S.Sos.  16. Anggota Bidang Pembinaan Disiplin, Jiwa Korsa dan Wawasan Kebangsaan : Drs. Andra K. Mawuntu.  17. Anggota Bidang Administrasi : Dr. Flora Krisen, S.H, M.H.  18. Anggota Bidang Pengelolaan Keuangan : Drs. Ferdy Sumarauw, M.Si. 19. Anggota Bidang Perlindungan dan Bantuan Hukum : Frangky T. Tambuwun, S.H. 

20. Anggota Bidang Pengendalian : Zainudin S. Halimi, S.E, M.E.  Sebagaimana diketahui, para pengurus akan menjalankan fungsi KORPRI yaitu pembinaan dan pengembangan profesi ASN, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota KORPRI terhadap dugaan pelanggaran Sistem Merit dan mengalami masalah hukum dalam melaksanakan tugas.

Kemudian memberikan rekomendasi kepada majelis kode etik Instansi Pemerintah terhadap pelanggaran kode etik profesi dan kode prilaku profesi, serta menyelenggarakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.  Acara tersebut juga turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Dra. Ivonne Silangen-Lombok, Para Pejabat Eselon Setda Provinsi, Anggota Forkopimda, Walikota/Bupati beserta Wakil, serta undangan.(Cat)

‘Silaturahmi Aktivis Muslim Sulut’, Waspadai Narasi yang Membelah Keutuhan Bangsa

Moderator Abid Takalamingan saat mengarahakn diskusi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dilaksanakannya Silaturahmi Aktivis Muslim Sulut (Sulawesi Utara), Rabu (26/9/2018) bertempat di Aula kantor DPD RI, Kecamatan Tikala Kota Manado berlangsung sukses dan penuh nuansa kebersamaan. Dalam laporannya Amas Mahmud, selaku Koordinator Tim Kerja menyampaikan kegiatan tersebut akan diselenggarakan secara ruting, karena penting dalam kerangka memupuk kebersamaan sesama aktivis muslim Sulut.

”Ini silaturahmi aktivis muslim Sulut lintas generasi, menjadi penting dan perlu dilaksanakan karena momentum ini akan melahirkan ide-ide yang konstruktif untuk kemajuan daerah Sulawesi Utara. Yang menggagas kegiatan ini adalah kehendak bersama para aktivis muslim yang tergabung dalam gorup WhatsApp ‘Aktivis Muslim Sulut’, dan kita berharap terus berkelanjutan diskusi-diskusi semacam ini. Tim kerja berekspektasi agar silaturahmi dan diskusi dapat dilakukan secara intensif, karena akan berdampak positif pada pembangunan daerah serta negara Indonesia,” tutur Amas.

Silaturahmi dan Diskusi Tematik ini menghadirkan tiga Narasumber, diantaranya Reiner Emyot Ointoe (Fiksiwan), Drs Ulyas Taha (Aktivis NU Sulut) dan Drs Mahyudin Damis (Aktivis Muhammadiyah) dan moderator Abid Takalamingan, S.Sos.,MH. Tema yang diangkat yakni ‘’Pro-kontra Islam Nusantara Sosial; Solusi dan Tantangan’’. Hadir pula Sekretaris tim kerja Syafril Parasana, dan Rustam Hasan selaku bendahara.

Selaku pembicara pertama Ulyas menyebutkan bahwa Islam Nusantara (Inus) merupakan bagian dari Islam yang rahmatan lilalamin. Inus menurutnya gagasan yang mengedepankan wajah Islam yang toleran dan plural, jauh dari tindakan kekerasan.

”Inus itu adalah ide karena pada prinsipnya Islam merupakan agama yang rahmatan lilalamin. Inus hanya melahirkan gambaran bahwa Islam itu toleran, menghargai kemajemukan, tidak anti pikiran, menampilkan Islam tradisi di Indonesia, dan ini tidak bermasalah,” ujar Ulyas.

Berbeda dengan Ulyas, Reiner menyebutkan konstruksi konseptual Inus masih abstrak dan belum mengalami bentuk yang jelas secara kajian pengetahuan. Apalagi eksistensi Islam yang universal akan kehilangan esensinya bila direduksi menjadi semacam ‘penamaan’ Nusantara. Reiner mengharapkan agar umat Islam tak melahirkan pikiran-pikiran yang krodit.

Suasana berlansgungnya silaturahmi dan diskusi (FOTO Suluttoday.com)

”Patut diletakkan dulu bahwa Islam itu bukan sesuatu partikular, tapi universal. Itu artinya posisi yang partikular secara logika gagal membawahi yang universal, jangan mereduksi nilai Islam yang komprehensif dan mulia itu dalam sebuah ‘label’ sempit. Saya menilai Inus melahirkan pikiran yang krodit, dan narasi ini masih dapat diperdebatkan. Perlu juga dipahami secara adil, bagaimana kita mampu mengidentifikasi suatu konsep dengan utuh, kalau diawali dengan bacaan teks-teksi yang sempit,” kata Reiner.

Sementara itu, Mahyudin yang lebih dominan bicara Inus dari perspektif antropologi menyebutkan, Inus sebagai istilah yang sifatnya profan bukan sakral. Oleh karena Inus itu profan, maka pubik tidak mengkaterogikannya sebagai penistaan agama. Mahyudin menambahkan Inus merupakan wujud dari agama sebagai sistem budaya berdasarkan teori Clifford Geertz. Dilain pihak, Mahyudin yang adalah dosen FISPOL Unsrat Manado mengatakan Inus tidak bermasalah.

“Seharusnya, penting untuk kita diskusikan adalah istilah, konsep, atau kalimat “Allahu Akbar” yang sifatnya sakral dimana saat ini telah mengalami penyempitan atau penurunan makna (Peyorasi). Contoh di medsos. Sering seseorang menulis suatu kalimat yang isinya belum tentu benar, tiba-tiba menyerukan kepada teman-temannya untuk takbir. Ini justru sangat mendasar yag harus dibenahi,” ucap Mahyudin.

Menariknya sejumlah partisipan melontarkan pemahaman yang kontra terhadap kehadiran Inus, salah satu diantaranya seperti disampaikan DR Jufri Jacob, Aktivis NU kultural menilai Inus telah menggerus posisi Islam yang luas menjadi sempit.

”Bagi saya Islam Nusantara 100% sesat pikir, sesat verbal dan sesat dalam praktek, sesat dalam berbagai hal. Islam itu sempurna, kalau kita tambah atau kurangi, berarti hilang kesempurnaannya. Islam itu rahmatan lil alamin tidak hanya berada di Nusantara. Saya dengan tegas menolak konsep Inus, bagi saya Islam Nunsantara dalam metodologinya juga salah,” tukas Jacob tegas.

Begitu juga menurut Memet Bilfaqih yang mengatakan secara internal di Nahdlatul Ulama (NU), Inus masih melahirkan pro-kontra, walaupun ada sisi humanis yang perlu diapresiasi. Bagi aktivis muda vokal itu, gagasan Inus baru sekedar melahirkan ‘draf’ konseptual, yang belum layak ‘diprovokasi’ ke publik.

Foto bersama usai diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Sejumlah aktivis muslim yang hadir mewakili Ormas diantaranya, Fadly Kasim (Ketua AMSI Sulut), Awaludin Pangkey (Ketum Wilayah Mathlaul Anwar Sulut), Iswadi Amali (Ketua AMPI Manado), Asri Rasjid (Ketua ABI Sulut), Idam Malewa (Presidium KAHMI Manado), Hilman Arsyad (Sekretaris DPD KNPI Sulut), Aif Darea (Ketua TIDAR Sulut), Ichal Ali (Sekretaris KAHMI Kota Manado), Djoko Sutrisno (WaKa DPD KNPI Sulut), Suryanto Muarif (Ketua BKPRMI Manado), Rivan Kalalo (Ketua Wilayah GAKI Sulut), Ronald Salahudin (Sekretaris DPD PAN Kota Manado), Memet Bilfaqih (Lesbumi NU Sulut).

Surya (Sekretaris BKPRMI Sulut), Farist (KA KAMMI Sulut), Andi Bongkang (Aktivis NU Sulut), Musryid Laidja (WaDANAS BKPRMI), DR Jufri Yacob (Ketua PHBI Kecamatan Malalayang), dan undangan lainnya. Bahkan Inus disebut sebagai sebuah gagasan yang ‘dipaksakan’ (prematur) untuk disampaikan ke publik. Para peserta diskusi juga bersepakat mengeliminir munculnya ide-ide yang membelah keutuhan bangsa dan negara. (*/Redaksi)

5 Kepala Daerah di Sulut Resmi Dilantik GUBERNUR OLLY

GUBERNUR OLLY saat melantik para kepala daerah (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE melantik lima kepala daerah hasil Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu. Pelantikan digelar di Kantor DPRD Sulut, Selasa (25/09/2018) pagi. Lima pasang bupati dan wakil bupati serta Wali Kota dan wakil Wali Kota terpilih periode 2018-2023 yang dilantik, yaitu Royke Oktavianus Roring dan Robby Dondokambey di Kabupaten Minahasa, James Sumendap dan Jesaja Jocke Legi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Evangelian Sasingen dan Jhon Heit Palandung di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan di Kota Kotamobagu serta Depri Pontoh dan Amin Lasena di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Usai prosesi pengambilan sumpah jabatan kelima kepala daerah tersebut, Gubernur Olly memotivasi seluruh kepala daerah yang baru dilantik agar dapat bekerja optimal dalam melaksanakan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Selamat berjuang! Kalau kita bersatu dalam bekerja bagi kepentingan masyarakat pasti kita menang. Satu untuk semua. Semua untuk satu,” kata Olly.

Olly menuturkan, seluruh kepala daerah harus mampu melakukan konsolidasi, baik dalam tubuh jajaran pemerintahan, guna menggalang sinergitas kerja dengan segenap stakeholders pembangunan, maupun dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, DPRD, Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan kalangan lainnya.

“Kerjasama sangat penting. Kalau kita mau sukses mari kita bekerja bersama-sama,” ungkap Olly.

Untuk diketahui, pelantikan kepala daerah juga dirangkaikan dengan pelantikan lima Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kabupaten dan kota untuk periode tahun 2018 hingga tahun 2023 yang dilantik langsung oleh Ketua TP PKK dan Dekranasda Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan.

Kelimanya yang turut dilantik, yaitu Ketua TP PKK Kabupaten Minahasa Fenny Ch M Lumanauw, Ketua TP PKK Minahasa Tenggara Djein Leonora Rende, Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sitaro Diane Palandung-Kamu, Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Anki Taurina Mokoginta serta Ketua TP PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Ainun Pontoh-Talibo. Terkait pelantikan Ketua TP PKK itu, Gubernur Olly sangat mengapresiasinya.

“Selamat dan sukses, juga saya sampaikan kepada Ibu-Ibu yang hari ini dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten dan kota masa bakti 2018-2023. Kiranya amanah dan tanggungjawab yang diembankan dapat ditunaikan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Olly.

Adapun rangkaian pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE MS, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong dan Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS serta perwakilan dari kabupaten dan kota di Sulut. (Cat)

iklan1