Tunggak Pajak, Data Dihapus, Kendaraan Jadi Bodong

Jangan menunda guna menghindari sanksi (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009, STNK yang telah mati alias tidak diregistrasi ulang atau diperpanjang setelah 2 tahun jatuh tempo, data kendaraan bermotor akan dihapuskan. Peraturan ini, turut mempertegas bagi pemilik kendaraan bermotor untuk tidak mengabaikan kewajiban membayar pajak yang setiap tahun dibayar bersamaan dengan pengesahan STNK.

Hal ini disampaikan Kepala Bapend Sulawesi Utara, Olvie Atteng kepada media ini Senin (3/9/2018) malam. Lebih lanjut Atteng mengatakan bahwa peraturan tersebut dipertegas dengan peraturan Kapolri nomor 5 tahun 2012 yang menekankan bahwa data kendaraan bermotor yang telah dihapus tidak bisa lagi didaftarkan.

Untuk itu, Atteng mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembayaran pajak serta pengesahan STNK maupun perpanjangan setelah jatuh tempo agar data kendaraan bermotor tidak dihapuskan. Jika data dihapuskan, diungkapkan Atteng, kendaraan tersebut adalah kendaraan bodong.

Saat ini pelayanan di samsat maupun di unit bantu yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Utara dipaparkan Atteng sudah semakin baik terlebih di tunjang sistem online dengan fasilitas dari Bank Suluttgo membuat masyarakat selaku wajib pajak dapat melakukan transaksi dimana pun dan kapan pun sebelum tanggal jatuh tempo.(Cat)

iklan1
iklan1