Untuk Kemanusiaan Persaudaraan, MUI Sulut Gelar Diskusi dan Musikalisasi Puisi

Ketua MUI Sulut saat sambutan dan membuka acara diskusi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhadap kerukunan, merawat kebersamaan ditengah masyarakat terus ditunjukkan. Selasa (11/9/2018), MUI Sulut melaksanakan kegiatan Diskusi dan Musikalisasi Puisi, yang mengambil tema: ‘Sastra Suluk untuk Kemanusiaan dan Persaudaraan’.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Ketua Umum MUI Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur dan bertempat di Wale Kaleosan jalan Camar Atas Malendeng Kota Manado. Gafur berpesan bahwa jelang Pemilu 2019 memang masyarakat perlu diakrabkan dengan kegiatan-kegiatan konstruktif yang erat kaitannya dengan pemahaman agama dan tidak terus-menerus bicara soal politik.

”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita merawat pikiran-pikiran yang membangun, positif untuk keutuhan bangsa dan negara. MUI Sulawesi Utara sebagai bagian dari motor penggerak perubahan di daerah itu akan aktif mengambil bagian, menjaga kerukunan, kebersamaan demi keutuhan Indonesia tercinta. Kita juga berharap masyarakat tidak ‘berbenturan’ dengan isu-isu politik yang berdampak membuat retak solidaritas sosial kita,” ujar Gafur dalam sambutannya.

Menariknya, sebelum masuk pada sesi dialog penyelenggara kegiatan yang dipromotori DR Taufiq Pasiak yang juga pengurus MUI Sulut menampilkan para seniman bertalenta, mereka adalah Taufik Bilfaqih, Jamal Rahman, duta Baca Sulut Fadila Bachmid. Sedangkan yang ditampilkan sebagai narasumber Reiner Omyet Ointoe, Kamajaya Alkatuuk, dan Valentino Lumowa.

Para peserta diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Masing-masing pembicara menyoal seputar pentingnya memahami mistik, sejarahnya, keunggulan sesi, sastra, efek ‘rajam’ atas liar atau tak terkendalinya sastrawan membaca puisi, serta ‘sisi lain’ dari puisi yang selalu kekal. Sebagai budayawan senior Reiner menyebutkan bahwa kritik sastra juga diperlukan dalam memelihara seni dan pengetahuan sastrawi. Bahkan, dalam konteks kekinian menurut Reiner spirit puisi setidaknya dapat ‘melembutkan’ ketegangan publik akibat hiruk-pikuk politik praktis.

”Begitu universalnya sastra, budaya dan seni yang telah kita jejaki. Sisi-sisi kemanusiaan yang kita angkat dari kajian sastra atau seni membuat kehidupan sosial masyarakat yang ‘ngotot-ngototan’ menjadi enjoy, penuh kekeluargaan, kelembutan dan intelektualitas. Itu sebabnya, puisi begitu diperlukan, masih banyak dalil lainnya yang menjadi basis argumen kita untuk memelihara puisi,” kata Reiner.

Diakhir diskusi, sebagai tuan rumah DR Taufiq Pasiak menyampaikan kalau Padepokan yang dikelolanya itu akan melakukan diskusi dan pengembangan-pengembangan pengetahuan secara berkala. Dirancang untuk menjadi semacam central serta kebangkitan ilmu pengetahuan dari Sulut.

Pementasan puisi (FOTO Suluttoday.com)

”Terima kasih atas atensi berbagai pihak, para tokoh yang hadir dalam kegiatan ini. Tentunya, saya perlu menitipkan terutama kepada adik-adik mahasiswa dan aktivis pemuda agar tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Artinya, masih banyak kesempatan untuk belajar, karena jangan sampai suatu saat kalian menyesal karena tidak mau belajar. Kita akan melakukan kegiatan-kegiatan diskusi di Padepokan ini secara berkala, kiranya para senior-senior yang ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan, ini juga cara kita membina generasi yang berperadaban,” tutur Pasiak yang juga dosen Unsrat Manado ini.

Untuk diketahui, yang hadir pada kegiatan ini diantaranya Keua Umum MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Rektor IAIN Manado, Sekretaris Umum NU Sulut, Wakil Ketua MUI Sulut H. Ulyas Taha, Ketua Aisiyah Sulut, Ketua BHBI Sulut, Hi Syahrul Poli, FORHATI, KOHATI, Komsioner KPU Sulut Lanny Ointoe, Sekretaris Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulut.

Hadir pula Ketua KPU Boltim Jamal Rahman, pimpinan Bawaslu Manado Taufik Bilfaqih, Ketua AMSI Sulut, Danwil Brigade Masjid BKPRMI Sulut, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut bersama Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sulut, Sekretaris DPD KNPI Manado, Ketua Umum HMI Cabang Manado dan sejumlah aktivis muda lainnya. Selain itu, diskusi ini dipandu Syafril Parasana sebagai moderator. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1