Pelayanan Publik Buruk, Lurah Pandu Diprotes Warga

Kantor Walikota Manado

MANADO, Suluttoday.com – Kerja birokrasi merupakan kerja yang mengutamakan pelayanan, karena dalam perspektif pemerintahan birokrat kasarnya adalah ‘budak’. Sebagaimana budak, tentu harus melayani tuannya, dalam konteks ini tuannya para birokrat yaitu rakyat. Berbeda dengan semangat tersebut, Lurah Pandu Kecamaran Bunaken Darat Kota Manado, Sofiana Wongkar.

Dimana Lurah Sofiana karena lemahnya meberikan pelayanan, keramahan dan dinilai gagal menunjukkan kebersamaan dengan masyarakat di Kelurahan yang dipimpinnya, alhasil dikeluhkan warganya sendiri. Warga menyebutkan dibeberapa kesempatan saat mereka menghendaki kehadiran pemerintah Keluarah dalam menyelesaikan masalah, yang terjadi malah tidak seperti diharapkan.

”Sejumlah masalah yang disampaikan warga saat mengeluh di kantor Kelurahan tidak ada solusi yang bijak dari Lurah. Malah ada kecenderungan ‘berpihak’ kepada keluarga saja, banyak praktek kolusi. Tidak hanya itu, saat warga di kantor Lurah pernah karena menyelesaikan masalah, Ibu Lurah malah mengusir warga, dengan bahasa yang kurang beretika dan tak bisa diteladani. Ini sebetulnya membuat malu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado,” ujar salah satu warga yang meminta namanya tak disebutkan di media ini, Minggu (16/9/2018).

Menanggapi hal itu, aktivis Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara. Menurut Alfian Tempongbuka fungsu pelayanan publik harus menjadi perhatian serius pemerintah, karena dari situlah bermuara segala macam kebaikan dan kesejahteraan dari pemerintah kepada masyarakat. Alfian juga menyampaikan kesesalannya pada Lurah Pandu yang dinilai arogan terhadap masyarakat.

”Kalau pejabat birokrat mengerti atas tugas dan fungsinya harus mereka melayani masyarakat, tanpa membeda-bedakan keluarga, teman atau kedekatan apapun. Kami menyesalkan sikap yang cenderung arogan dilakukan Lurah, mestinya persuasif, jangan kasar pada warga. Dari pelayanan yang baik itulah maka program pemerintah diatasnya terterima atau akan dapat dirasakan langsung masyarakat, nah kalau pelayanannya buruk dari bawah, apa jadinya. Kami ingatkan Lurah Sofiana agar mengevaluasi cara-cara komunikasi dan menyelesaikan persoalan ditengah masyarakat,” tutur Alfian pada Suluttoday.com.

Upaya konfirmasi atas keluhan dan kekecewaan yang disampaikan masyarakat telah berulang-ulang coba dilakukan, tapi kontak kepada Lurah Sofiana belum tersambung hingga berita ini dinaikkan. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1