Fakultas Hukum Unsrat Gelar Seminar Nasional Terkait UU Perlindungan Anak

Berlangsungnya pembukaan Seminar Nasional (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kamis (4/10/2018), untuk kesekian kalinya civitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Seminar Nasional yang bertempat di Aula Fakultas Hukum Unsrat. Kali ini, panitia mengangkat tema: ”Dinamika Penegakan Hukum Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”.

Yang hadir sebagai narasumber utama ialah Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mewakili Kepala Kejaksanaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), Ledrik Takaendengan dipandu Ketua KPA Sulut Jull Takaliwang. Dalam sambutannya DR Flora Kalalo, SH.,MH menegaskan pentingnya warga kampus dan halayak umum mengerti terkait peran UU Perlindungan Anak, karena ditengah masyarakat masih ditemui praktek diskriminasi atas hak-hak anak.

”Terima kasih kepada Pak Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dan Pak Ledrik Takaendengan dari Kejati Sulut yang berkenan hadir dalam Seminar Nasional ini, seluruh panitia yang memberi diri hingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Sebetulnya pemahaman tentang Undang-Undang Perlindungan Anak perlu terus disosialisasikan, tidak sekedar membuat publik mengerti tapi bagaimana sadar dan menjalankannya,” kata Kalalo yang juga mengakui masih terdapat kasus-kasus diskriminasi terhadap hak anak yang perlu dicarikan solusinya.

Arist Merdeka Sirait ketika memberikan materi (FOTO Suluttoday.com)

Selain itu, adaptasi dan pengenalan yang berkaitan dengan ‘lingkungan’ atau alam yang dikenalkan kepada anak perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tindakan kekerasan pada anak-anak. Disampaikannya pula sejumlah insiden kekerasan sexual yang terjadi terhadap anak-anak, tindakan kekerasan fisik dan praktek amoral lainnya yang korbannya adalah anak-anak dikarenakan minimnya pengetahuan publik terhadap aturan-aturan terkait perlindungan akan.

”Termasuk di Sulawesi Utara masih saja kita temukan praktek yang disriminatif terhadap anak-anak, contohnya kasus kekerasan sexual, kekerasan fisik yang berdampak merusak atau mengganggu mentalitas dan psikologi anak. Beragam kasus-kasus kriminal juga yang dialami anak-akan tak lain merupakan wujud dari pengetahuan kita terhadap aturan yang berlaku. Ingat, hak-hak anak itu diatur dalam undang-undang, itu artinya bila ada kasus serupa yang melibatkan anak-anak wajib kita advokasi, mari kita bangkitkan kesadaran kolektif agar tidak lagi kita langgengkan kekerasan terhadap anak,” ujar Sirait dihadapan ratusan mahasiswa dan dosen. (*/Redaksi)

Sambutan Dekan Fakultas Hukum Unsrat, DR Flora Kalalo (FOTO Suluttoday.com)

iklan1
iklan1