Keputusan PB HMI Jerumuskan Saddam Al Jihat?, Puluhan Pengurus LKMI Murka

Saddam Al Jihat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2018-2022, Sadam Al Jihat mulai melakukan berbagai blunder secara organisatoris. Kali ini, selepas ‘pergantian’ Direktur Bakornas Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) PB HMI terpilih Muhammad Fachrurrozy Basalamah berbagai reaksi penolakan terhadap keputusan yang juga dihadiri Saddam mulai meluas.

Seperti diketahui, 10 LKMI Cabang melakukan protes atas keputusan PB HMI tersebut. Sejumlah LKMI Cabang seperti HMI Ciputat Bandung, Depok, Surabaya, Malang, Solo Medan, Makassar, Manado dan Kendari melakukan protes terhadap keputusan PB HMI yang mengesahkan Saudara Revil Hasan Sebagai Direktur LKMI pada rapat harian PB HMI melalui voting.

Menurut Direktur LKMI HMI Cabang Ciputat yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada media ini, dia menilai hasil rapat PB HMI tersebut sangat bertentangan dengan Konstitusi dan mengingkari hasil Munas Bakornas LKMI, yang kami ikut dari tanggal 3-5 Agustus 2018. Padahal hasil munas bakornas LKMI PB HMI ke XIV di Cisurua Bogor telah menetapkan saudara Fachrurrozy Basalamah sebagai Direktur Bakornas LKMI PB HMI terpilih.

Cacatnya lagi Revil Hasan yang hadir sebagai Pengawas Munas LKMI tiba-tiba di bolehkan untuk ikut menjadi salah satu kandidat Direktur LKMI. Padahal sesuai Juknis yang di keluarkan PB HMI bahwa tidak dibolehkan pengawas Munas mencalokan diri sebagai kandidat, belum lagi aturan lain yang di langgar oleh PB HMI dalam pengambilan keputusan tersebut.

”Olehnya itu saya dan teman-teman LKMI yang lain akan mengambil langkah untuk melakukan protes terhadap keputusan tersebut yang sangat politis dan bertentangan dengan konstitusi,” ujar Basalamah.

Selain itu Alif Akbar Pawa Direktur LKMI Manado juga mengaku sudah mendengar kepetusan PB HMI tersebut.

”Ia kami sudah mendengar keputusan PB HMI tersebut, dan kami merasa kecewa dengan keputusan PB HMI yang mencederai Konsitiusi, maka kami telah bersepakat untuk melakukan gugatan terhadap keputusan PB HMI dalam waktu dekat ini,” ucap Alif. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1