HMI Cabang Manado: Ketum Saddam, Klarifikasi Atau Mundur dari Jabatan

Iman Karim (FOTO Suluttoday.com)

BOGOR, Suluttoday.com – Menyikapi dinamika di internal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang menuai perhatian publik membuat Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim angkat bicara. Rabu (19/12/2018) Iman sapaan akrab jebolan Pascasarjana Unsrat Manado ini PB HMI harus menghentikan ‘teka-teki’ soal riang tersebut.

”Ayo kita lihat kebelakang, sudah 72 tahun yang lalu tepatnya 5 Februari 1947 organisasi Himpunan Mahasiswa Islam lahir, yang sampai saat ini turun memberi kontribusi positif terhadap rakyat dan Negara Republik Indonesia. Hal itu tergambarkan jelas dalam tujuan berdirinya HMI yakni untuk integrasi Ke-indonesiaan dan Ke-islaman yang merupakan nafas HMI,” ujar Iman.

Ditambahkannya lagi, dengan gambaran tujuan dan ideologi Himpunan mahasiswa Islam ini, maka setiap kader wajib menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran dan mengikuti Syariat Islam tentang Hak dan yang batil. Sebagaimana hal ini insya Allah menjadi cikal bakal dari terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT. Ironisnya, kata Iman PB HMI akhir-akhir ini diterpa isu yang berdampak buruk terhadap eksistensi HMI di tanah air.

”Melihat kondisi hari ini yang terjadi dalam kepengurusan PB HMI, isu yang kemudian muncul ke permukaan tentang Saudara Respiratori Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI seakan jauh dari nilai-nilai yang di tempah dalam himpunan mahasiswa Islam ini. Situasi itu membuat keresahan di tingkatan PB sampai ke Cabang-cabang yang ada di seluruh Indonesia,” tegas Iman yang berharap isu tersebut segera direspon secara serius.

HMI Cabang Manado, lanjutnya, meminta Respiratori Saddam Al Jihad untuk secepatnya mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Karena diamnya Saddam selama ini tidak menyelesaikan masalah, jika kemudian isu yang terhembus itu benar adanya, pihaknya meminta Saddam melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

”Bila benar isu yang berkembang kami meminta Saudara Respiratori Saddam Al Jihad selaku Ketua Umum PB HMI agar mundur dari jabatannya secara terhormat. Pilihannya hanya itu, memberi klarifikasi secara terang-benderang ke publik ataukah melepaskan jabatan Ketum secara baik-baik. Ini semua demi menjaga marwah organisasi sebagaimana sejarah telah mencatat perjuangan dan sumbangsi HMI kepada ummat dan bangsa,” papar Iman pada Suluttoday.com. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1