Di Jarod, Senator BENNY Ajak Masyarakat Lawan Money Politik

Benny Rhamdani ketika berada di Jarod (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Siapa yang tak kenal politisi kawakan Sulawesi Utara (Sulut) yang kini telah menjadi politisi skala Nasional, Benny Rhamdani?. Sosok yang satu ini dikenal vokal dan tidak pernah berkompromi dengan perilaku curang dan korup. Segala kebijakan publik yang merugikan kebutuhan rakyat dilawannya. Minggu (24/2/2019) pagi tadi ngopi santai dan silaturahmi dengan masyarakat di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado.

Kemunculan Brani begitu Benny akrab disapa di tempat ini sudah menjadi hal biasa. Bahkan, Brani juga bernyanyi. Tidak seperti politisi kebanyakan, Brani begitu mudah beradaptasi, menyesuaikan dengan kondisi masyarakat marginal. Brani selain bertemu dan tatap muka sambil diskusi dengan warga, aktivis senior tersebut juga menyempatkan diri mengamen (bernyanyi) dengan pengamen.

Saat diwawancarai wartawan, Brani menyampaikan aktivitas keseharian yang biasa dilakukannya sejak berada di Manado. Brani yang disambut luar antusias itu meminta masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara umumnya untuk menjaga kebersamaan. Hidup dalam batas-batas toleransi, saling menghargai dan menjaga kerukunan. Brani pun mengapresiasi masyarakat yang selalu memerangi hoax jelang Pemilu 2019.

”Saya mengharapkan kesadaran kita semua untuk menjaga kerukunan, toleran dan memiliki rasa solidaritas sosial terus dikembangkan. Apalagi jelang Pemilu 2019 banya hasutan dan adudomba ditengah masyarakat yang membuat renggang hubungan ditengah masyarakat. Tentu dalam situasi ini, kita sama-sama menjaga stabilitas keamanan yang salah satu jalannya ialah memerangi hoax. Masyarakat yang menyetopkan nafas hoax patut kita apresiasi,” tutur Brani yang juga Caleg DPR RI dari Partai Hanura Dapil Sulawesi Utara ini tegas.

Brani yang dikenal pengusung slogan ‘Pemimpin itu budak dan babu rakyat’ menyampaikan pendidikan politik agar masyarakat Sulawesi Utara tidak salah memilih para wakil rakyat mereka. Bagi politisi vokal yang juga jebolan PMII itu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah harga mati sehingga patut dijaga eksistensinya.

Brani bersama sejumlah tokoh muslim Sulut (FOTO Ist)

”Ayo kita sama-sama memerangi politik uang. Jangan sampai kejahatan demokarsi dibiarkan, dianggap menjadi sesuatu hal yang lazim. Elit politik dan politisi umumnya mestinya membangkitkan komitmen moral bahwa kita semua menghendaki praktek politik yang didasarkan atas keadilan, kebersamaan, kekeluargaan dan jauh dari ujaran sentimentil. Mari kita jaga NKRI, juga melawan politik uang,” tutur Brani yang setelah dari Jarod melanjutkan agendanya di Kota Tomohon itu. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1