Perkuat Peran Politisi Perempuan, Ini Harapan JUWITA Caleg Gerindra Sulut

Juwita Setyarini (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Berbagai tanggapan sekaligus harapan aktivis perempuan tentang posisi perempuan di ruang publik, dalam hal ini seperti pada kontribusi dalam panggung politik meramaikan diskursus politik kita. Bahkan, tidak sekedar menyampaikan pikiran retoris, atau menawarkan konsep, memang politisi perempuan sudah mulai menancapkan karirnya dalam kiprah politik.

Juwita Setyarini, M.Ikom, politisi muda yang kini menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra untuk menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan mengambil Kota Manado sebagai Daerah Pemilihannya, punya rencana yang mulia. Caleg Nomor Urut 3 ini melalui berbagai pertemuan dan safari politik menyampaikan bahwa politik merupakan sarana ibadah.

Dukungan warga untuk Juwita (FOTO Suluttoday.com)

”Politisi perempuan tidak harus kalah bersaing dengan politisi laki-laki umumnya. Artinya, dalam ruang publik peran dan peluang kita sama. Itu sebabnya, saya selalu mengasah pemahaman, mencari pengalaman, meminta dukungan doa serta dukungan masyarakat Kota Manado agar memberikan kesempatan untuk mengabdi. Ya, politik sederhananya jalan untuk ibadah,” ujar Ririn, sapaan akrab Juwita, Jumat (1/3/2019).

Melalui perjuangan politik, tambah Ririn, perempuan akan lebih mempunyai ruang berkontribusi kepada masyarakat. Politisi cantik yang adalah Artis, modeling dan pemain film itu, menganjurkan agar sesama politisi perempuan saling memberikan wawasan, sekaligus dorong untuk berbuat banyak hal-hal positif bagi masyarakat. Politisi perempuan, harus berkualitas.

Spanduk Juwita mulai terpasang (FOTO Suluttoday.com)

”Perubahan dalam ruang politik juga begitu ia bangkit atau terpicu efektif dari perubahan-perubahan kecil. Lalu berefek terhadap perubahan besar. Dengan begitu, maka persatuan atau kebersamaan perempuan untuk saling menopang dalam politik menjadi kuncinya. Ruang publik harus diisi politisi perempuan dengan edukasi politik yang konstruktif. Mari kita ajarkan konstituen atau pemilih cara-cara politik yang baik, jangan ajarkan mereka berpolitik picik. Saya berharap politisi perempuan saling mengingatkan agar lebih peka pada kepentingan masyarakat,” tutur Ririn mendorong agar politisi perempuan aktif memproduksi pikiran-pikiran politik yang teduh. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1