Perekrutan Pengawas TPS Diduga Bermasalah, Panwascam Dumoga Barat Dipersoalkan

Nama PTPS yang lolos seleksi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Perekrutan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang diharapkan berjalan sesuai mekanisme, ternyata sering kali menuai masalah. Kekhawatiran itu rupanya ditemui di Kecamatan Dumoga Barat, dimana rekrutmen PTPS dipertanyakan masyarakat karena dinilai mengangkangi aturan.

Sejumlah pihak menilai Pemilu di Kabupaten Bolaang Mangondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan Rabu, 17 April 2019 bakal terancam berjalan penuh kolusi, tidak independen dan mandiri disebabkan masih ada sesama penyelenggara yang dalam prakteknya tidak difilter secara maksimal.

Seperti di Kecamatan Dumoga Barat perekrutan PTPS menuai kecaman masyarakat Dumoga Barat. Pasalnya dalam perekrutan tersebut diduga istri dari Ketua Panwascam Kecamatan Dumoga Barat diloloskan dalam perekrutan PTPS. Terbukti dari pesan berantai yang beredar di Group WhatsApp (WA) ada nama Anifa S. Sante yang di duga sebagai istri dari Novi Sante Ketua Panwascam Kecamatan Dumoga Barat lulus sebagai KPPS.

Pengumuman syarat PTPS (FOTO Suluttoday.com)

”Padahal aturan perekrutan PTPS sudah tertuang dalam peraturan Bawaslu RI nomor 2 Tahun 2016 pada BAB III pasal 9 poin o menjelaskan bahwa syarat perekrutan disebutkan tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama Penyelenggara Pemilu. Panwascam Dumoga Barat layak dipertanyakan integritasnya dalam hal ini,” ujar Tommy Turangan, SH aktivis LSM AMTI.

Sekedar diketahui, melalui pesan yang beredar banyak yang menyayangkan dengan lulusnya istri dari Ketua Panwascam Dumoga Barat ini. “Miris dengan model panwascam seperti ini padahal aturan sudah jelas kalau ada hubungan perkawinan tidak boleh sama-sama jadi penyelenggara pemilihan,” kata salah satu sumber dari Group WA. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1