Jelang Pengucapan Syukur MIM dan YSYI Serukan Jaga Ciptaan Tuhan

MoU stop pemburuan satwa liar dan sampah plastik (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jelang perayaan pengucapan syukur di sejumlah daerah di Sulawesi Utara, Gereja masehi injili Minahasa (GMIM) bersama Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia (YSYI) menyuarakan untuk melestarikan Ciptaan Tuhan. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia, Yunita Siwi SP kepada media ini Jumat (14/06/2019) pagi.

Menurut Siwi pentingnya peran gereja dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait dengan konsumsi dan perdagangan satwa liar yang ada di Sulawesi Utara apalagi menjelang pengucapan syukur. Ditegaskan Siwi YSYI belum lama ini telah mengukuhkan komitmen untuk melestarikan Ciptaan Tuhan lewat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Sinode GMIM.

Dimana, Siwi sendiri yang mewakili YSYI dan Ketua Sinode GMIM DR Hein Arina yang menandatangani MoU tersebut. Ketua Sinode GMIM Hein Arina saat dikonfirmasi sangat antusias dengan kerjasama tersebut dan berharap kerjasama ini mendukung program bersama pengurangan sampah pelastik dan akan mengeluarkan himbauan untuk tidak mengkonsumsi satwa liar dilindungi dalam perayaan hari hari besar gereja.

Sementara itu, Dra Khouni Lomban Rawung MSi sebagai Duta Yaki Indonesia saat diminta tanggapan, mendorong baik dari Pihak GMIM maupun YSYI dalam menjalin kerjasama ini, serta  bersama-sama tidak lelah dalam menjaga lingkungan, dari sampah plastik dan konsumsi satwa liar yang dilindungi. Seperti dirangkum media ini istri Walikota Bitung ternyata sebagai pemrakarsa kerjasama GMIM dan YSYi.(cat)

iklan1
iklan1