PETI Tak Ada Maslahatnya Bagi Warga Bolmong

Beroperasinya PETI yang memakan korban jiwa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Keberadaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tidak menguntungkan. Sebab ditegaskan Prof Abrar Saleng, Dosen Hukum di Universitas Hasanuddin (Unhas), namanya ilegal, tidak ada keuntungan.

”Soal dampak PETI di Sulut, tidak ada keuntungan karena ilegal. Tidak ada keuntungan membiarkan yang ilegal,” tegasnya saat dihubungi wartawan via ponsel di 08523385xxxx.

Lanjut disampaikannya, PETI tidak menguntungkan karena beragam alasan. Pertama tidak ada kontribusi ke negara.

”Alasan kedua, tidak bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan dan keselamatan kerja, keamanan dan sebagainya. Kemudian, PETI itu tidak ada kepastian. Karena diobok-obok aparat penegak hukum,” tukas Saleng.

Atas hal tersebut, PETI harus dibuat menjadi legal. Sebab, selama masih ilegal, legal tidaknya PETI, itu tergantung dari penegak hukum. ”Selama berstatus PETI, itu tidak legal. Jadi status legal tidaknya itu ada di penegak hukum. Karena pengusaha atau siapapun yang terlibat dalam PETI akan jadi bulan-bulanan (penegak hukum). Hari ini ditangkap, esok lepas, begitu sebaliknya. Yang untung penegak hukum, bukan rakyat, bukan penambang,” ujar Saleng.

Selanjutnya, dengan legalnya penambangan emas, semua akan untung. Mulai dari negara, pengusaha, penambang hingga rakyat. ”Jadi PETI harus dilegalkan. Kalau tidak ada pertambangan, tidak ada keuntungan. Hasil alam akan mubazir,” kata Saleng tegas.

Kemudian, meski demikian, pelegalan PETI harus sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah dan pengusaha harus aktif. ”Pelegalan PETI harus dengan persyaratan-persyaratan administrasi dan lingkungan. Pemerintah dan pengusaha harus aktif. Semua harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan melangkahi aturan,” papar Saleng menutup. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1