AI MUSTIKA: Jangan Ada Upaya Kongkalikong untuk Seleksi Paskibraka Manado

Firman Mustika (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sejumlah Purna Paskibraka Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menduga kuat bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Manado menyalahgunakan kewenangannya dalam hal perekrutan peserta didik atau calon Paskibraka.

Hal itu seperti disampaikan salah satu Purna Paskibraka Manado, Firman Mustika, SH.,MH. Kepada Suluttoday.com, Rabu (24/7/2019), Mustika menyampaikan beberapa catatan penting terkait perekrutan calon Paskibraka tahun 2019 di Kota Manado. Menurutnya, Dispora Manado disinyalir melakukan praktek yang kurang elok.

”Kembali dispora kota manado membuat masalah, setelah tahun lalu dilaporkan oleh salah seorang orang tua ke Kepolisian karena diduga tidak prosedural , tahun ini diduga juga memasukan 10 orang cadangan menjadi peserta calon paskibraka yang sementara melakukan pelatihan di lapangan sparta tikala,” ujar Mustika yang juga sebagai mantan panitia dan pelatih Paskibraka Manado.

Mustika yang juga jebolan Fakultas Hukum Unsrat dan mantan pengurus HMI Cabang Manado itu mengecam Dispora Kota Manado karena dinilainnya mengetahui prosedur dan teknis penilaian saat seleksi pada Februari. Pihaknya telah dihubungi oleh beberapa perwakilan Purna Paskibraka sekolah untuk menindaklanjuti ke DPRD Manado, Ombudsman bahkan di Kepolisian dengan dugaan Penyalahgunaan Jabatan/Penggelapan karena Jabatan.

”Kami menampung aspirasi masyarakat serta keluarga calon paskibraka yang tidak lulus maupun pihak sekolah dan akan disampaikan kepada Bapak Wali Kota Manado – Jangan ada upaya kongkalikong dan 10 orang yg seharusnya cadangan bisa masuk latihan, dimana mana, cadangan itu masuk ketika ada yang keluar,” kata Ai sapaan akrab Mustika, sembari menambahkan bahwa segala sesuatu harus ada produk hukum atau aturan jangan sampai ini kebijakan yang inprosedural. (*/Redaksi)

iklan1
iklan1